Jakarta, ICMES. Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam menohok sejumlah negara Arab dan Islam dengan menegaskan bahwa mengajukan inisiatif negosiasi apapun dengan Israel merupakan pengkhianatan terbuka yang tak terampunkan.

Sebanyak 250,000 jamaah Palestina memeriahkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah di komplek Masjid Al-Aqsa, Quds Timur meski dijaga ketat oleh pasukan Zionis Israel.
Juru bicara Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, Abu Hamzahmengumumkan pengoperasian drone Jenin yang dikembangkanoleh para pejuang di wilayah Jalur Gaza yang diblokade oleh Israel.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Selasa (26/7), mengatakan bahwa Gedung Putih khawatir Iran akan mengembangkan senjata nuklir dalam tempo beberapa minggu.
Berita Selengkapnya:
Quds Day 2022, IRGC: Berkompromi dengan Israel adalah Pengkhianatan Tak Termaafkan
Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menohok sejumlah negara Arab dan Islam dengan menegaskan bahwa mengajukan inisiatif negosiasi apapun dengan Israel merupakan pengkhianatan terbuka yang tak terampunkan.
Dalam sebuah pernyataannya yang dirilis menyambut peringatan Hari Quds Sedunia yang jatuh pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, IRGC, Kamis (28/4), menegaskan bahwa kontinyuitas dan perluasan intifada Palestina hingga ke pusat entitas Zionis telah menghantui entitas ini beserta para pendukungnya.
IRGC menilai logika resistensi dan dukungan kepada bangsa Palestina, yang dianut Iran, adalah satu-satunya cara menyelesaikan masalah Palestina, mengusir penjajah dari tanah pendudukan, mengembalikan para pengungsi dan orang-orang terlantar Palestina ke tanah air mereka, dan mengadakan pemilihan umum yang bebas demi mewujudkan kehendak bangsa Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.
IRGC menyatakan, “Keputusan historis, gagasan bijaksana dan strategis dan visi Imam Khomeini ra berupa penetapan Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia mencerminkan pandangan jauhnya ke depan, hal yang menjadi salah satu kebanggaan bangsa Iran dalam menunaikan peran mereka mendukung bangsa tertindas Palestina dan mengobarkan amarah umat Islam dan bahkan seluruh umat manusia terhadap kaum Zionis yang menduduki al-Quds al-Sharif.â€
Menyinggung berlalunya masa 34 tahun sejak penetapan Hari Quds dan 74 tahun berdirinya “entitas kriminal Zionis†di Palestina, IRGC juga menegaskan, “Semua rencana kotor dan konspirasi yang bertujuan menguatkan entitas ini dan menyediakan keamanan baginya telah gagal setelah terjadi perkembangan belakangan ini, terutama berkobarnya intifada melawan entitas pendudukan, untuk memberi harapan kepada jiwa-jiwa yang nyaris runtuh, sehingga entitas ini menghembuskan nafas-nafas terakhirnya dan mendekati kehancuran totalnya dalam waktu dekat.†(alalam)
Meski Dijaga Ketat, 250,000 Jamaah Palestina Ramaikan Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa
Sebanyak 250,000 jamaah Palestina memeriahkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah di komplek Masjid Al-Aqsa, Quds (Yerussalem) Timur, pada Rabu malam (27/4), meski dijaga ketat oleh pasukan Zionis Israel.
Departemen Wakaf Islam Palestina dalam sebuah pernyataan singkat menyebutkan, “Sekira 250,000 jamaah merayakan Lailatul Qadar di lokasi Masjid Al-Aqsa yang diberkahi.”
Saluran TV Israel Saluran 12 melaporkan bahwa “ribuan polisi Israel dikerahkan di pusat Yerusalem karena khawatir konfrontasi akan meletus pada perayaan Lailatul Qadr.”
Dalam pernyataan lain, Departemen Wakaf Islam Palestina meminta jamaah yang merayakan Lailatul Qadar di dalam halaman Masjid Al-Aqsa untuk tertib dan mematuhi peraturan.
Seorang jemaah yang mengikuti perayaan momen keagamaan umat Islam seluruh dunia itu mengatakan bahwa suasana di dalam komplek Masjid Al-Aqsa berlangsung khidmat, tenang dan tak terjadi masalah dan bentrokan apapun antara polisi Israel dan jamaah.
“Semua gerbang yang mengarah ke Masjid Al-Aqsa disesaki oleh jamaah, namun para petugas bekerja mengatur proses masuknya jamaah dan pendirian shalat di halaman Masjid,†ujarnya kepada kantor berita Anadolu.
Sehari sebelumnya, Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Yordania menyatakanpenolakannya terhadap pembatasan jamaah di Masjid Al-Aqsha dan segala upaya yang bertujuan mengubah kondisi historis dan hukum di dalamnya.
Dalam pertemuan di Istana Husseiniya di Amman, Raja Abdullah II menegaskan dukungan “penuh” Yordania bagi Palestina dalam berjuang meraih hak-hak mereka secara adil dan sah serta mendukung keteguhan mereka. (raialyoum)
Brigade Quds Umumkan Pengoperasian Drone Jenin untuk Misi Militer
Juru bicara Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, Abu Hamzah, Kamis (28/4), mengumumkan pengoperasian drone Jenin yang dikembangkanoleh para pejuang di wilayah Jalur Gaza yang diblokade oleh Israel.
Dalam pidato menyambut Hari Quds Sedunia, Abu Hamzah mengumumkan drone itu itu sembari memperlihatkan gambar-gambar peristiwa operasi serangan terhadap tentara Israel yang dilakukan dengan menggunakan drone yang “mengguncang benteng-benteng musuh pada pukul 11.00 hari Sabtu 7 September 2011, dan drone itupun kembali dengan selamatâ€.
“Musuh harus membuat perhitungan baik-baik dan berpikir keras bagaimana pesawat-pesawat nirawak kami sekarang, bagaimana kemampuannya tiga tahun setelah operasi ini dan operasi-operasi serupa sebelumnya. Kami tetap bersiteguh pada ikrar dan janji kami hingga mencapai hari yang dijanjikan untuk pembebasan seluruh Palestina,†tandas Abu Hamzah.
Dia juga menegaskan kembali bahwa Brigade Quds akan terus berjuang membela kehormatan bangsa Palestina, membalas musuh, dan tak kan pernah berhenti menunaikan kewajiban yang diyakininya, termasuk memiliki semua faktor penunjang kekuatan dan persiapan.
Sementara itu, Imam Besar Universitas Al-Azhar Syeikh Ahmad Al-Tayyib dalam kata sambutannya pada acara perayaan Lailatul Qadar mengucapkan selamat “dari hati kepada semua kaum merdeka bangsa Palestina nan gagah beraniâ€.
Dia menyampaikan pujian besar atas keteguhan dan tekad orang-orang Palestina dalam menjaga dan membela Masjid Al-Aqsa.
Dia menutup kata sambutannya dengan “doa dari kedalaman hati berkenaan dengan peringatan penuh berkah ini agar Allah meneguhkan kebenaran dan menolong para pengikutnya serta meluruhkan kebatilan dan menghinakan para pengikutnya.†(alalam/raialyoum)
AS Kuatir Iran Kembangkan Senjata Nuklir dalam Tempo Beberapa Minggu
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Selasa (26/7), mengatakan bahwa Gedung Putih khawatir Iran akan mengembangkan senjata nuklir dalam tempo beberapa minggu.
Pernyataan itu dilontarkna Psaki setelah Menteri Luar Negeri Anthony Blinken sehari sebelumnya mengklaim bahwa Teheran telah mempercepat laju program nuklirnya.
“Ya, ini tentu membuat kami khawatir,” ungkap Psaki sembari menyebutkan bahwa waktu yang dibutuhkan Iran untuk memproduksi senjata nuklir telah berkurang sejak sekitar satu tahun.
Gedung Putih pada hari Rabu lalu menyatakan bahwa meskipun Psaki menyatakan demikian saat menjawab pertanyaan tentang senjata nuklir, dia sebenarnya mengacu pada breakout time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan fisil yang cukup untuk satu bom nuklir, dan tidak mengacu pada produksi senjata nuklir yang sebenarnya.
Para pejabat Israel belum lama ini menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah hampir mengakui kegagalan negosiasi Wina mengenai kesepakatan nuklir Iran.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa para pejabat rezim Zionis ini menyebutkan kemungkinan negara-negara besar dunia menandatangani perjanjian nuklir baru dengan Iran menurun dratis. (raialyoum)







