Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 28 Mei 2021

poster bashar assadJakarta, ICMES. Ketua Majelis Rakyat Suriah Hammouda  Sabbagh mengumumkan bahwa presiden petahana negara ini, Bashar Assad, memenangi pilpres 2021 dengan perolehan suara mayoritas mutlak, dan dengan demikian dia terpilih lagi sebagai presiden Suriah untuk keempat kalinya.

Kepala Biro Politik Hamas di Jalur Gaza Ismail Haniyeh menyatakan bahwa Hamas dalam komunikasi dengan para pejabat dan pemimpin berbagai negara dunia sebelum, ketika dan setelah berkonfrontasi terbaru dengan Rezim Zionis Israel telah menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk negosiasi mengenai kota Quds (Yerussalem).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dalam safarinya ke Timteng memperingatkan Rezim Zionis Israel untuk tidak mengusir warga Palestina karena akan menimbulkan eskalasi ketegangan.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, untuk kedua kalinya sejak diterapkannya gencatan senjata menggelar parade militer dengan memperlihatkan beberapa roket dan pesawat nirawaknya di kota Khan Yunis, Jalur Gaza selatan.

Berita Selengkapnya:

Raih 95% Suara Pilpres, Bashar Assad Terpilih lagi sebagai Presiden Suriah

Ketua Majelis Rakyat Suriah Hammouda  Sabbagh mengumumkan bahwa presiden petahana negara ini, Bashar Assad, memenangi pilpres 2021 dengan perolehan suara mayoritas mutlak, dan dengan demikian dia terpilih lagi sebagai presiden Suriah untuk keempat kalinya.

Dalam konferensi pers, Kamis malam (27/5), Sabbagh menyebutkan bahwa dalam pilpres yang diikuti oleh lebih dari 14 juta pemilih, Assad memperoleh sebanyak 13.540.360 suara atau 95.1 %, sedangkan para kontestan lain yaitu Mahmoud Mar’i Ali mendapat 470,276 suara atau 3.3 %, Haz Abdullah Salum Abdullah Ali 213,968 suara atau 1.5 persen.

“Jumlah pemilih Suriah yang telah memberikan suara dalam pilpres sekarang 14,239,000 pemilih,” ujar Sabbagh.

Undang-Undang Dasar Suriah menetapkan jangka waktu tujuh tahun untuk masa jabatan presiden negara ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Mohammad Al-Rahmoun mengatakan bahwa jumlah warga Suriah yang berusia 18 tahun ke atas dan berhak pilih di dalam dan luar negeri mencapai lebih dari 18 juta orang.

Dalam pilpres tahun 2014 Bashar Assad mendapat suara pilpres sebesar 88.7 %.

Pemilu kali ini diselenggarakan pada hari Rabu (26/5) di sebagian besar provinsi Suriah setelah Kedutaan Besar Suriah di sejumlah besar negara menyelenggarakan pilpres dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga negara Suriah di luar negeri pada tanggal 20 Mei lalu. (alalam)

Haniyeh:  Jangan Harap Quds Dapat Dinegosiasikan

Kepala Biro Politik Hamas di Jalur Gaza Ismail Haniyeh menyatakan bahwa Hamas dalam komunikasi dengan para pejabat dan pemimpin berbagai negara dunia sebelum, ketika dan setelah berkonfrontasi terbaru dengan Rezim Zionis Israel telah menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk negosiasi mengenai kota Quds (Yerussalem).

“Quds tak dapat dinegosiasikan,” tegas Haniyeh dalam pertemuan dirinya dan sejumlah tokoh Hamas dengan para duta besar dan diplomat Arab dan non-Arab di Doha, ibu kota Qatar, Kamis (27/5).

Dalam pertemuan ini dia menjelaskan secara rinci berbagai tawaran yang diterima Hamas melalui para mediator mengenai Quds dan terkait dengan agresi Israel terhadap Gaza. Dia juga memberikan keterangan panjang lebar mengenai agresi terbaru yang berlangsung selama 11 hari tersebut beserta penyebab dan implikasinya di masa mendatang dan langkah-langkah yang ditempuh Hamas dalam beberapa hari terakhir.

“Berlanjutnya agresi dan pelanggaran rezim pendudukan (Israel) terhadap bangsa kami, terutama di kota Quds, upaya mengusir warga dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, upaya menguasai haram suci (Masjid Al-Aqsa), pemasangan pagar-pagar penghalang di depan Bab Al-Amud yang merupakan gerbang besar Al-Aqsa, pawai bendera pada 28 Ramadhan yang disertai upaya menyerbu Masjid, upaya mengosongkan Masjid dari jemaah shalat dan wakaf, dan terlukanya puluhan orang di antara bangsa kami, semua ini memanggil kami di Gaza untuk memasuki aksi perlawanan,” terang Haniyeh.

Dia menjelaskan bahwa Israel telah membom rumah-rumah warga sipil dan penghuninya, meruntuhkan gedung-gedung bertingkat, menghancurkan saluran pipa air, fasilitas kesehatan dan listrik, membantai beberapa keluarga secara total, dan melanggar semua undang-undang internasional dan hukum humaniter sehingga kubu resistensi Palestina di Gaza terpaksa berinteraksi dengan kejahatan itu demi membela bangsa Palestina.

“Bangsa Palestina telah mengekspresikan kemarahan dan penolakannya terhadap praktik rezim pendudukan di Tepi Barat, Quds, Gaza dan di tanah pendudukan 1948, dan telah terjadi gelombang protes atas kejahatan ini, sebagaimana juga terjadi di berbagai kota di negara-negara Arab dan dunia. (alalam)

Menlu AS Minta Israel Tak Usir Warga Palestina di Quds

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam safarinya ke Timteng memperingatkan Rezim Zionis Israel untuk tidak mengusir warga Palestina karena akan menimbulkan eskalasi ketegangan.

Dalam perjalanan pulang dari Timteng, Kamis (27/5), dia mengatakan bahwa hal terpenting dalam safarinya itu ialah dia dapat menyimak secara langsung dari orang-orang Israel dan melalui mediator Mesir dari Hamas bahwa kedua pihak sama-sama ingin menjaga gencatan senjata.

“Tapi penting pula menghindari tindakan-tindakan yang disengaja atau tidak disengaja dapat menimbulkan putaran baru kekerasan,” imbuhnya.

Blinken juga mengatakan, “Kami telah menerima beberapa poin yang meresahkan pada semua pihak, yang sebelum segala sesuatunya dapat menjurus pada ketegangan, konflik dan perang, dan yang terbesar ialah pada akhirnya dapat memusnahkan cakrawala pelik Solusi Dua Negara.”

Dia menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan para pejabat Israel telah disinggung ihwal “pengusiran orang-orang Palestina dari rumah-rumah yang telah mereka tinggali selama sekian dekade dari generasi ke genarasi, juga penghancuran rumah-rumah… dan segala sesuatu yang terjadi mengenai Bukit Bait Suci (Temple Mount/Komplek Al-Aqsa)”.

Sedangkan dengan para pemimpin Palestina Blinken mengaku telah mendiskusikan ihwal “provokasi kekerasan atau pembiaran aksi-aksi kekerasan tanpa sanksi hukuman” serta kompensasi bagi keluarga-keluarga Palestina yang dituduh Israel sebagai teroris.

Blinken tak menyebutkan bagaimana respon kedua pihak dalam diskusi mereka dengannya. (raialyoum)

Pasukan Hamas Gelar Parade Roket

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, untuk kedua kalinya sejak diterapkannya gencatan senjata menggelar parade militer dengan memperlihatkan beberapa roket dan pesawat nirawaknya di kota Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (27/5).

Parade ini dilakukan untuk menandai penghormatan kepada ratusan syuhada yang gugur dalam 11 hari perang Gaza melawan Rezim Zionis Israel yang berujung gencatan senjata sejak Jumat pekan lalu.

Meski banyak jatuh banyak korban di pihak Palestina, namun bangsa tertindas ini merasa sebagai pemenang perang karena perlawanan sengit Gaza telah menggagalkan rencana-rencana jahat Israel. Karena itu, parade itu digelar juga sebagai festival kemenangan para pejuang Palestina.

Ratusan pejuang Brigade Al-Qassam berkonvoi di kota Khan Yunis sembari memperlihatkan berbagai jenis senjata yang dipajang di atas kendaraan, termasuk roket, rudal anti-tank, senjata otomatis berat dan senapan sniper.

Dalam parade juga terlihat beberapa truk membawa roket-roket berukuran besar yang digunakan Brigade Al-Qassam untuk menggempur kota-kota Israel dalam konfrontasi 11 hari tersebut, dan tampak warga di bahu jalan menyambutnya dengan suka ria dan antusias.

“Selamat, selamat Brigade Al-Qassam,” pekik ibu-ibu yang melihatnya.

Pada kesempatan itu Brigade Al-Qassam bersumpah untuk tetap siap dan siaga membela kota suci Quds dan Masjid Al-Aqsa serta martabat bangsa Palestina.

Seperti diketahui, pada 21 Mei telah diberlakukan gencatan senjata antara para pejuang Palestina di Gaza dan pasukan Israel setelah keduanya terlibat aksi saling serang selama 11 hari. (anadolu)