Rangkuman Berita Utama Timteng  Jumat 28 Agustus 2020

hizbullah irakJakarta, ICMES. Jenderal Purnariwan Israel Amos Yadlin yang juga Direktur Eksekutif Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) Universitas Tel Aviv menyatakan ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Israel tak dapat mencegah Hizbullah.

Surat kabar Nezavisimaya Gazeta mengungkap bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman semula akan mengadakan “pertemuan bersejarah” dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, AS, namun kemudian membatalkannya.

Hujan deras mengguyur Sanaa, ibu kota Yaman, dan berbagai daerah lain di negara ini, menyebabkan banjir bandang yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengganggu aktivitas, dan melumpuhkan kehidupan.

Uni Antar-Parlemen Arab (AIPU) mengutuk keras apa yang mereka sebut praktik tidak manusiawi dan serangan tanpa henti pasukan militer Turki dan sekutunya terhadap penduduk di wilayah utara Suriah.

Berita selengkapnya:

INSS: Hizbullah Tak Takut Reaksi Israel

Jenderal Purnariwan Israel Amos Yadlin yang juga Direktur Eksekutif Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) Universitas Tel Aviv menyatakan ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Israel tak dapat mencegah Hizbullah dan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Libanon ini tidak takut kepada reaksi Israel.

“Serangan teroris yang berulang dan pernyataannya di media menunjukkan bahwa kelompok itu tidak terhalang dan tidak takut kepada balasan Israel dalam skala besar,” ungkap televisi Saluran 7 Israel, mengutip pernyataan Yadlin, Kamis (27/8/2020).

Yadlin menambahkan bahwa dalam upayanya untuk menjaga keseimbangan antara penggunaan kekuatan berskala terbatas dan pemastian pencegahan Hizbullah, Israel telah telah mencapai “titik berbahaya yang kemungkinan akan mengarah pada eskalasi.”

Yadlin membuat pernyataan demikian menyusul meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Sehari sebelumnya, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jenderal Aviv Kochavi, meninjau area militer utara, menyusul apa yang disebut Israel sebagai serangan tembakan di perbatasan negara ilegal Zionis ini dengan Lebanon.

Kochavi mendengarkan tinjauan operasional para komandan militer dan membuat penilaian situasi untuk membahas perkembangan terkini di front utara dan mempersiapkan skenario.

Dia memuji “kemampuan operasional dan intelijen pasukan di lapangan dan tingkat kesiapan mereka.”

Dia mengatakan, “Tentara akan terus menjaga kesiapan yang tinggi untuk menjamin keamanan penduduk dan kedaulatan negara Israel.”

Senada dengan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “Israel tembakan Hizbullah terhadap pasukan kami sebagai bahaya besar… Israel akan membalas dengan kekuatan untuk setiap serangan apapun.”

Dia menambahkan, “Hizbullah menempatkan negara Lebanon dalam bahaya lagi karena agresinya, dan saya menyarankannya untuk tidak menguji kekuatan serangan Israel.” (rta)

Surat Kabar Rusia Ungkap Bin Salman Batalkan “Pertemuan Bersejarah” dengan Netanyahu

Surat kabar Nezavisimaya Gazeta mengungkap bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman semula akan mengadakan “pertemuan bersejarah” dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, AS, namun kemudian membatalkannya.

Dalam artikel yang ditulis oleh Igor Sobotin di surat kabar Rusia itu dan dikutip situs RT Arabic, Kamis (27/8/2020), disebutkan alasan mengapa Bin Salman membatalkan kunjungannya ke Washington di mana dia rencananya akan mengadakan pertemuan dengan Netanyahu.

Artikel itu menyebutkan: “Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada menit terakhir membatalkan pertemuan yang dijadwalkan di Washington dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang seharusnya merupakan tahap berikutnya dalam proses pemulihan hubungan Arab-Israel. Sumber Middle East Eye melaporkan bahwa pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus diurungkan.”

Disebutkan pula bahwa Bin Salman perlu mengunjungi Washington dan bertemu dengan Perdana Menteri Israel untuk memperbaiki reputasinya.

Menurut sumber Middle East Eye, Bin Salman berharap penampilannya dengan Netanyahu dapat mencitrakan dirinya sebagai pembawa perdamaian. Namun, ada satu syarat baginya, yaitu merahasiakan kunjungan itu sampai kedatangannya di Washington.

Tetapi dia kemudian berkeyakinan bahwa jika informasi tentang perjalanannya bocor maka dinas rahasia AS CIA, Kongres, media, dan pelobi dari berbagai kelompok pembangkang akan menemukan peluang untuk melancarkan kampanye besar-besaran terhadapnya, dan keberadaannya di Washington akan berubah menjadi mimpi buruk.

Selain itu, pembatalan pertemuan itu disebabkan bukan hanya oleh faktor kekhawatiran akan kebocoran di media, melainkan juga oleh pendirian Saudi. Di Riyadh, sebuah kubu yang relatif besar dan terdiri dari para pejabat menyarankan Bin Saman untuk menunda pertemuan itu.

Alasan kubu itu, jajak pendapat di AS menunjukkan melemahnya popularitas Trump menjelang pemilu, sehingga jika dia gagal memenangi pemilu maka pertemuan dengan Netanyahu di Washington pada tahap ini akan mengecewakan pemerintahan kubu Demokrat. Tim Gedung Putih yang baru akan senang jika mereka menjadi tuan rumah acara demikian, dan ini praktis akan membantu melunakkan pendirian mereka terhadap bin Salman. (rta)

Banjir Bandang Lumpuhkan Sanaa dan Beberapa Daerah Lain di Yaman

Hujan deras mengguyur Sanaa, ibu kota Yaman, dan berbagai daerah lain di negara ini, menyebabkan banjir bandang yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengganggu aktivitas, dan melumpuhkan kehidupan.

Sumber-sumber lokal, Kamis (27/8/2020), menyebutkan bahwa akibat hujan deras di Sanaa banjir merendam lingkungan, pertokoan dan jalanan, dan banyak jalan terputus, pergerakan mobil terhenti, dan properti warga rusak.

Beberapa video memperlihatkan pemandangan yang cukup mengerikan terkait dengan bencana ini. Satu video di antara merekam beberapa mobil yang hanyut oleh derasnya arus banjir.

Dilaporkan pula bahwa banjir di wilayah Ibb menghancurkan beberapa rumah di wilayah Wadi Bana.

Pusat Meteorologi Nasional Yaman memperkirakan hujan berlanjut dengan intensitas yang beragam di sejumlah provinsi, memperingatkan bahwa hujan akan lebih deras selama dua hari ke depan. (rta)

Parlemen Arab Kutuk Serangan Turki di Suriah

Uni Antar-Parlemen Arab (AIPU) mengutuk keras apa yang mereka sebut praktik tidak manusiawi dan serangan tanpa henti pasukan militer Turki dan sekutunya terhadap penduduk di wilayah utara Suriah.

“Dengan keprihatinan besar AIPU memantau tindakan tidak manusiawi Turki dan kelompok-kelompok teroris yang terkait dengannya terhadap saudara kami orang-orang Suriah, serta serangan terus-menerus mereka di tanah Suriah dengan dalih palsu yang hanya menyingkap keinginan mereka untuk agresi militer yang tidak dapat dibenarkan dan mencolok,” bunyi pernyataan AIPU yang dirilis pada hari Kamis (27/8/2020).

AIPU mendesak pemerintah Ankara agar “menghormati hak-hak tetangga dan hubungan yang mengikat Turki dengan dunia Arab”. AIPU menekankan bahwa praktik demikian alih-alih menumbuhkan stabilitas di kawasan justru memicu konflik lebih banyak.

Organisasi yang berbasis di Amman, ibu kota Yordania, itu juga mendesak masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera campur tangan dan mengakhiri pelanggaran pasukan Turki dan militan sekutunya terhadap penduduk dan wilayah Suriah.

AIPU  menegaskan “dukungan penuh untuk Suriah karena mempertahankan kedaulatan dan bangsanya,” dan berkeyakinan bahwa Damaskus dapat dengan baik mempertahankan kedaulatan dan wilayah Suriah. (presstv)