Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 27 November 2020

perahu cepat basij iran 2Jakarta, ICMES. Pasukan sukarelawan (Basjid) yang bernaung di bawah Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan maritim besar-besaran di sepanjang garis pantai perairan strategis Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Wakil tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzia, menegaskan bahwa Rusia menganggap kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Dataran Tinggi Golan sebagai provokasi.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya mantan perdana menteri Sudan, Sadiq Al-Mahdi, sembari memujinya sebagai sosok pendukung setia bangsa Palestina dan getol menentang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Pengamat dan jurnalis senior Israel Yoni Ben-Menachem menyatakan bahwa negara Zionis penjajah Palestina ini tak lama lagi akan membuka kantor perwakilannya di Arab Saudi.

Brigade Ke-6 Pasukan Penjaga Perbatasan Yaman yang berada di bawah komando pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi membelot dan memilih bergabung dengan Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Berita Selengkapnya:

Pasukan Relawan Iran Gelar Latihan Maritim Besar-Besaran di Teluk Persia

Pasukan sukarelawan (Basjid) yang bernaung di bawah Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan maritim besar-besaran di sepanjang garis pantai perairan strategis Teluk Persia dan Selat Hormuz, Kamis (26/11/2020).

Manuver itu dihadiri oleh Komandan AL IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri, sementara para pelaut yang terdaftar sebagai pasukan sukarelawan Basij beraksi di perairan dengan menggerakkan lebih dari 1.000 unit kapal ringan dan semi-berat.

Latihan tersebut digelar untuk menandai hari terakhir Pekan Basij Nasional dan memperlihatkan kekuatan pasukan maritim yang dimiliki oleh pasukan rakyat Iran.

Pasukan Basij dibentuk setelah kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 atas perintah pendiri Republik Islam, Imam Khomeini.

Pasukan ini bertumpu pada integritas dan solidaritas akar rumput, dan telah berkiprah besar dalam mendukung otoritas yang bertanggung jawab mempertahankan cita-cita revolusi Islam Iran.

Laksamana Muda Alireza Tangsiri dalam kata sambutannya menyebut latihan ini sebagai “unjuk kekuatan” yang ada pada organisasi berbasis rakyat tersebut.

Dia menyebutkan bahwa sejak pasukan maritim dibentuk pada tahun 2018, sebanyak 530 kapal perang maritim telah diadakan di pesisir selatan dan utara negara ini.

Dia juga menyebutkan bahwa manuver itu sekaligus untuk mengirimkan pesan “perdamaian, persahabatan, persaudaraan, dan pembentukan keamanan berkelanjutan” di Teluk Persia dan wilayah pesisir Laut Oman.

Latihan tempur maritim Bajis secara besar-besaran yang melibatkan 1.000 perahu dari berbagai jenis itu tercatat sebagai yang pertama kalinya di perairan Teluk Arab dan Laut Oman. (presstv/alalam)

Rusia Sebut Kunjungan Menlu AS ke Golan sebagai Provokasi

Wakil tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzia, menegaskan bahwa Rusia menganggap kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Dataran Tinggi Golan sebagai provokasi.

“Kami terus-menerus menyerukan keharusan menjaga kesatuan Suriah dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorialnya. Kami menyerukan pengabaian rencana memecah belah negara ini dan memperpanjang konflik di dalamnya,” ungkap Nebenzia dalam rapat Dewan Keamanan PBB, Rabu (25/11/2020).

“Ini berlaku untuk Suriah timur dan barat, termasuk wilayah pendudukan Golan Suriah, dan kunjungan pejabat tinggi AS adalah provokasi,” lanjutnya.

Dalam kunjungan ke wilayah Suriah yang diduduki Israel tersebut belum lama ini Pompeo mengklaim wilayah itu bagian dari Israel.

“Ide bahwa Golan adalah bagian dari Israel adalah fakta yang tidak dapat disangkal,” ujar Pompeo.

Dia juga menyebutkan bahwa akan beresiko buruk bagi penduduk Israel jika Dataran Tinggi Golan kembali ke tangan Suriah.

Kunjungan Pompeo ke pemukiman Israel di Tepi Barat atau Dataran Tinggi Golan adalah kunjungan pertama yang dilakukan oleh menteri luar negeri AS. (amn)

Hizbullah Puji Kesetian Almarhum Mantan PM Sudan dalam Membela Bangsa Palestina

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya mantan perdana menteri Sudan, Sadiq Al-Mahdi, sembari memujinya sebagai sosok pendukung setia bangsa Palestina dan getol menentang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Dalam pesan yang dirilis pada hari Kamis (26/11/2020), Hizbullah menyebut Alm. Sadiq Al-Mahdi sebagai salah satu “tokoh terkemuka” yang gigih memperjuangkan “ideologi dan perjuangan melawan kaum arogan dunia“.

“ Karena itu, Sadiq Al-Mahdi adalah pembela perjuangan Palestina untuk pembebasan dari pendudukan dan agresi Israel, dan pengurus jalan perlawanan terhadap rezim pendudukan,” lanjut Hizbullah.

Al-Mahdi meninggal dunia pada usia 84 tahun akibat infeksi Covid-19 tiga minggu setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Uni Emirat Arab (UEA).

Dia adalah perdana menteri terakhir yang dipilih secara demokratis di Sudan namun digulingkan pada tahun 1989 dalam sebuah kudeta militer yang membawa mantan presiden Omar al-Bashir ke tampuk kekuasaan. Meski demikian, dia tetap menjadi tokoh yang berpengaruh di Sudan.

Tokoh ini wafat tak lama setelah pemerintah di negaranya menjalin kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi Amerika Serikat, mengikuti jejak dua negara Arab Teluk Persia Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) juga merilis pesan belasungkawa atas wafatnya Al-Mahdi, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang pernah diberikan Al-Mahdi kepada bangsa Palestina. (presstv)

Pengamat Israel: Kantor Perwakilan Israel akan segera Dibuka di Saudi

Pengamat dan jurnalis senior Israel Yoni Ben-Menachem menyatakan bahwa negara Zionis penjajah Palestina ini tak lama lagi akan membuka kantor perwakilannya di Arab Saudi.

Berbicara mengenai bocoran informasi kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Saudi dan pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman di kota Neom pada Ahad lalu Ben-Menachem menilai kunjungan rahasia itu merupakan babak baru dalam hubungan terselubung Israel-Saudi, yang dilakukan dalam rangka melawan Iran dan mencegah kemungkinan AS di bawah pemerintahan Joe Biden kembali kepada perjanjian nuklir Iran.

“Pertemuan rahasia ini hanya menjelaskan bagian dari hubungan lama Israel dan Arab Saudi dalam bingkai militer dan keamanan. Meski Arab Saudi tidak mengharapkan penandatangan perjanjian resmi dengan Israel, namun sekarang berusaha membentuk aliansi negara-negara Arab Teluk dengan Israel,” ujarnya, seperti dilaporkan situs berita Arabi21, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, strategi Saudi itu bertujuan mengirim pesan kepada Iran sekaligus Biden bahwa Saudi menjalin koordinasi yang baik dengan Israel.

Ben-Menachem menjelaskan bahwa sejauh ini kemungkinan Saudi menjalin hubungan resmi dengan Israel masih rendah.

“Sulit untuk bicara tentang penandatangan resmi hubungan antara kedua negara selagi Raja Saudi Salman bin Abdulaziz masih hidup, tapi langkah-langkah lain sangatlah potensial, seperti pembukaan kantor perwakilan atau kantor penjaga kepenting di Tel Aviv dan Riyadh, yang dapat dipandang sebagai tahap pertengahan untuk memasuki hubungan resmi,” terangnya.

Dia juga menyebutkan pandangan beberapa forum yang melihat bahwa kunjungan rahasia Netanyahu ke Saudi itu bertujuan antara lain mengatasi keresahan Saudi menyusul terpilihnya Biden sebagai presiden AS, mengingat bahwa Biden diketahui akan mengubah pola hubungan AS – Saudi yang selama ini dijalankan oleh presiden petahana AS Donald Trump.

Dalam kampanye pilpres AS Biden pernah mengutarakan niatnya untuk meninjau kembali hubungan AS dengan Saudi karena adanya pelanggaran HAM di Saudi. Selain itu, dia juga mengkritik kebijakan Trump terkait dengan penjualan senjata secara besar-besaran kepada Saudi. (fna)

Brigade ke-6 Pasukan Penjaga Perbatasan Yaman Membelot dan Bergabung dengan Ansarullah

Brigade Ke-6 Pasukan Penjaga Perbatasan Yaman yang berada di bawah komando pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi membelot dan memilih bergabung dengan Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Seorang narasumber Yaman yang mendapat informasi tentang itu melaporkan bahwa sejumlah besar pasukan di bawah komando pemerintah Yaman itu mengundurkan diri dan kemudian mendatangi Sanaa, ibu kota Yaman, yang dikuasai oleh kubu Ansarullah.

Disebutkan pula bahwa brigade itu memilih bergabung dengan Ansarullah di Sanaa setelah menolak mematuhi perintah pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk dikirim ke front di provinsi Ma’rib di mana pasukan Ansarullah terus menguat dan mendekati ibu kotanya yang juga bernama Ma’rib. (mehrnews)