Rangkuman Berita Utama Timteng  Jumat 27 Desember  2024

Jakarta, ICMES. Rezim Zionis Israel melancarkan serangan udara dengan sasaran  sejumlah fasilitas publik, termasuk Bandara Internasional Sanaa, pangkalan udara al-Dailami, dan stasiun pembangkit listrik di kota pelabuhan Hudaidah

Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik al-Houthi menyebut peluncuran rudal hipersonik Yaman ke target-target Israel sebagai  prestasi yang sangat penting dan mengejutkan musuh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menepis keras tuduhan media bahwa Iran campur tangan dalam urusan Suriah.

Berita selengkapnya:

Israel Serang Beberapa Fasilitas Publik di Yaman, Tiga Orang Gugur

Rezim Zionis Israel melancarkan serangan udara dengan sasaran  sejumlah fasilitas publik, termasuk Bandara Internasional Sanaa, pangkalan udara al-Dailami, dan stasiun pembangkit listrik di kota pelabuhan Hudaidah pada hari Kamis (26/12).

Sumber-sumber Yaman mengatakan serangan itu menggugurkan sedikitnya tiga orang  serta melukai belasan lainnya. Dua korban gugur akibat serangan di bandara Sanaa, yang juga melukai 11 lainnya, sementara satu orang gugur dan tiga orang hilang di pelabuhan Ras Issa.

Militer Israel mengatakan serangannya juga menyasar fasilitas lain di pelabuhan Hudaydah, Salif dan Ras Kanatib.

Serangan itu dilaporkan terjadi manakala pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, menyampaikan pidato mingguannya.

Sebelumnya, Israel sudah beberapa kali mengancam akan menyerang Yaman karena negara ini meningkatkan serangannya terhadap target-target Israel demi membela penduduk dan para pejuang Palestina di Gaza.

Juru bicara Ansarullah Mohammed Abdul-Salam dalam sebuah posting di X menyatakan, “Serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa dan infrastruktur sipil lainnya merupakan kejahatan Zionis terhadap seluruh rakyat Yaman.”

Dia memastikan serangan demikian tidak akan menciutkan tekad dan nyali pasukan Yaman dalam melanjutkan perjuangan mereka membela Palestina.

“Jika musuh Zionis berpikir bahwa kejahatannya akan menghentikan dukungan Yaman kepada Gaza, maka itu adalah delusi. Yaman tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip agama dan kemanusiaannya, Insya Allah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik al-Houthi menyebut peluncuran rudal hipersonik Yaman ke target-target Israel sebagai  prestasi yang sangat penting dan mengejutkan musuh.

“Operasi rudal supersonik Yaman, yang menembus sistem musuh, merupakan pencapaian yang hebat dan sangat penting, dan musuh serta Amerika menyadarinya,” kata al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis malam.

Sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman pada Rabu dini hari memicu pekikan sirene di seluruh wilayah Palestina pendudukan, dan membuat jutaan pemukim Zionis bergegas mencari tempat perlindungan untuk malam kedua berturut-turut.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengatakan operasi baru itu menggunakan rudal balistik hipersonik Palestina-2, dan menghantam target militer Israel di Tel Aviv.

Operasi militer itu merupakan serangan Yaman yang keempat kalinya dalam seminggu terhadap Israel.

“Israel terkejut dengan kecepatan operasi di garis depan Yaman, dan berbicara dengan putus asa tentang ini,” kata Sayid al-Houthi.

“Mereka terkejut dengan kelanjutan operasi di garis depan Yaman,” sambungnya, sembari memastikan ketidak mampuan Israel menghadapi serangan Yaman.

Mengenai operasi maritim Yaman, dia mengatakan, “Musuh tahu bahwa operasi angkatan laut kami akan terus berlanjut dan berdampak signifikan pada situasi ekonominya. Musuh mengakui ketidak mampuannya menghadapi tantangan Yaman karena Yaman mengandalkan iman, pengetahuan, dan wawasan. Media dan pejabat musuh mengakui kekalahan dan mengatakan bahwa pelabuhan Eilat sepi dan tidak beroperasi.”

Sayid al-Houthi menyebutkan bahwa indeks pasar keuangan dan mata uang rezim Israel anjlok akibat serangan rudal Yaman di Jaffa, selatan Tel Aviv, minggu lalu. (alalam/presstv)

Iran Bantah Tuduhan Campur Tangan dalam Gejolak Suriah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menepis keras tuduhan media bahwa Iran campur tangan dalam urusan Suriah.

Kami terkejut dengan tuduhan media bahwa ada campur tangan kami di Suriah dan dalam gelombang protes rakyat di sana,” ujarnya.

Baghaei menyatakan prihatin atas gelombang kerusuhan dan kekerasan yang melanda berbagai kota di Suriah belakangan ini menyusul adanya serangan terhadap makam yang disucikan oleh kalangan Alawite.

Baghaei menegaskan bahwa tuduhan terhadap Iran tersebut tidak berdasar dan tertolak sepenuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan pendirian prinsipal Iran yang mendukung integritas dan persatuan nasional Suriah serta menekankan keharusan pembentukan sistem politik komprehensif yang menjamin partisipasi semua spektrum politik, kebangsaan, dan sekte di negara tersebut, dengan tetap menghormati hak-hak kelompok minoritas dan melindungi tempat-tempat keagamaan.

Baghaei juga menekankan urgensi penjaminan keamanan warga Suriah  dan pencegahan penyebaran kekacauan dan kekerasan terhadap berbagai kelompok masyarakat Suriah.

Sementara itu, Mohsen Rezaei, anggota Dewan Kebijaksanaan  Iran, di X menyatakan bahwa pemuda dan masyarakat Suriah sendiri pada akhirnya tidak akan tinggal diam di depan pendudukan asing, agresi, dan totalitarianisme internal kelompok tertentu.

Dia menyatakan, “Dalam waktu kurang dari satu tahun, mereka akan menghidupkan kembali perlawanan di Suriah dalam bentuk yang berbeda, dan akan mengandaskan rencana jahat dan tipu daya Amerika, entitas Zionis, dan negara-negara di kawasan.”

Sebelumnya, Rezaei mengatakan kepada kantor berita Iran Fars  bahwa  sedikitnya empat negara membantu pemberontakan yang menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.

Dia juga menyebutkan bahwa faktor utama kejatuhan rezim al-Assad adalah  tidak adanya perlawanan dari angkatan darat Suriah, dan hanya angkatan udara yang melakukan perlawanan dalam tiga hari pertama perang. (alalam)