Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 26 Juni 2020

ledakan di teheranJakarta, ICMES. Ledakan besar dilaporkan mengguncang sebuah kawasan di sebelah timur Teheran, ibu kota Iran. Rekaman video dan foto ponsel yang diposting di media sosial memperlihatkan ledakan cahaya besar dan terang menyala berwarna oranye yang disusul kepulan asap tebal di langit malam kota ini

Angkatan Udara (AU) Iran menerima tiga pesawat tempur Kowsar buatan dalam negeri, saat negara ini terus meningkatkan kemampuan tempur udaranya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya bertekad mencegah Iran mengembangkan rudal presisi di Suriah dan Libanon.

Dua perusahaan swasta Uni Emirat Arab (UEA) dan dua perusahaan Israel mengumumkan peluncuran beberapa proyek bersama di bidang medis dan pemberantasan virus corona.

Berita selengkapnya:

Teheran Diguncang Ledakan Dahsyat

Ledakan besar dilaporkan mengguncang sebuah kawasan di sebelah timur Teheran, ibu kota Iran.

Rekaman video dan foto ponsel yang diposting di media sosial memperlihatkan ledakan cahaya besar dan terang menyala berwarna oranye yang disusul kepulan asap tebal di langit malam pada dini hari Jumat (26/6/2020).

Saksi mata mengatakan ledakan itu terlihat dari arah  Parchin, yang  mencakup situs militer dan pabrik-pabrik industri pertahanan.

Otoritas Iran sedang menyelidiki ledakan besar di dekat pangkalan militer yang pernah dicurigai berperan dalam program uji coba nuklir Iran di masa lalu itu.

Kantor berita semi-resmi Isna melaporkan dua orang hilang setelah “kebakaran biasa” yang disebabkan oleh “reaksi kimia dari bahan yang mudah terbakar” di sebuah tangki gas industri di pinggiran situs pertahanan militer tersebut. Menurut Isna, ledakan itu tak ada kaitannya dengan instalasi militer di wilayah tersebut.

Manoto News mengutip pernyataan Kementerian pertahanan Iran bahwa sebuah tangki bensin meledak di area publik di Parchin tanpa ada kaitan dengan pangkalan militer yang juga ada di daerah tersebut.

Parchin adalah daerah yang ditempati pangkalan militer luas di mana teknisi Iran pernah diduga telah menguji komponen peledak tinggi untuk hulu ledak nuklir di awal tahun 2000-an. (raialyoum/ theguardian)

AU Iran Terima Tiga Jet Tempur Buatan Dalam Negeri

Angkatan Udara (AU) Iran menerima tiga pesawat tempur Kowsar buatan dalam negeri dan dikembangkan oleh Organisasi Industri Penerbangan Iran (IAIO), saat negara ini terus meningkatkan kemampuan tempur udaranya.

Kementerian Pertahanan Iran, Kamis (25/6/2020),  merilis sebuah video yang memperlihatkan tiga unit jet tempur terbang ketika berlangsung upacara serah terima yang dihadiri Menteri Pertahanan Amir Hatami, komandan Angkatan Bersenjata Mayjen Abdolrahim Mousavi, komandan AU  Brigjen Aziz Nasirzadeh, dan beberapa petinggi Iran lain.

Dalam kata sambutan upacaranya, Hatami mengatakan, ” Meski dikenai sanksi terus-menerus selama 40 tahun, Iran berhasil mencapai kekuatan pencegah yang tak dapat diremehkan.”

Dia menegaskan negaranya tidak akan menerima persetujuan dari “Amerika dan lain-lain dalam mengembangkan dan memperluas kemampuan pertahanan. ”

Pada September 2029 Iran meluncurkan jet tempur Kowsar yang dilengkapi dengan avionik (penerbangan elektronik) dan sistem pengendalian tembakan.

Jet tempur ini diresmikan dalam upacara di Teheran yang dihadiri oleh Presiden Hassan Rouhani, yang telah memerintahkan terbang kepada pilot jet tempur.

Jet tempur baru itu menggunakan generasi keempat jaringan digital militer dan dilengkapi dengan sistem head-up display (HUD) untuk optimalisasi presisi senjata, radar canggih dan multi-guna untuk pengendalian tembakan guna meningkatkan presisi pelacakan target dan ancaman, dan sistem navigasi presisi tinggi.

Kowsar dapat diproduksi dalam dua tipe kokpit tunggal dan kokpit ganda. Tipe kedua dapat digunakan untuk melatih pilot, selain menikmati kemampuan tempur.

Menurut pejabat para Iran, Kowsar merupakan jet tempur supersonik yang berbeda  dengan pesawat latih Kosar 88 yang diluncurkan pada April 2017.

Petinggi Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Mohammad Hossein Dadras September lalu mengumumkan bahwa Kowsar sudah ditempatkan pada lini produksi massal.

“Kementerian pertahanan, bekerjasama dengan Angkatan Udara, memproduksi jet tempur ini secara massal,” katanya. (fna/amn/rtarabic)

PM Israel Bersumpah Cegah Iran Kembangkan Rudal Presisi di Suriah dan Libanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan pertamanya sejak Israel menyerang provinsi Hama, Suriah, menegaskan negaranya bertekad mencegah Iran mengembangkan rudal presisi di Suriah dan Libanon.

“Perjuangan yang kami lakukan melawan agresi Iran di kawasan bertujuan terutama membela Negara Israel…. Kami sangat serius menanggapi ancaman untuk memusnahkan kami dari pihak Iran dan pihak-pihak pro-Iran anti Israel,” tegasnya, Kamis (25/6/2020).

Dia bersumbar, “Di tempat khusus ini, pada upacara kelulusan resimen baru pilot angkatan udara, saya ulangi dan katakan; Setiap orang yang mencoba menyerang kami, berisiko tujuh kali lipat lebih besar. ”

Netanyahu menyebutkan bahwa Israel menghadapi tiga tantangan sehubungan dengan Iran, yaitu; pengusiran pasukan Iran dari Suriah; pencegahan upaya Iran membuat rudal presisi tinggi di Suriah dan Lebanon; dan pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir.

Sementara itu, Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menekankan kemampuan intelijen negaranya dan kerjasama keamananan dengan negara-negara Arab Teluk dalam menghadapi Iran. Dia berjanji mendukung negara-negara sekitar dalam menghadapi ambisi Iran.

Senada dengan ini, Kepala Staf Israel Aviv Kochavi menyatakan, “Iran telah maju dalam proyek nuklirnya, dan menjadi negara paling berbahaya di Timur Tengah bagi Israel.”

Israel melancarkan serangan ke beberapa lokasi di Provinsi Hama, Suriah, pada Selasa malam dan Rabu dini hari. Sebuah video memperlihatkan satu pabrik pertanian di daerah Al-Salamiyah, Hama, rusak parah oleh serangan udara tersebut.

Menurut sumber lapangan di Hama, Angkatan Udara Israel menyerang beberapa situs di pedesaan timur provinsi Hama, termasuk kota Al-Salamiyah dan Al-Sabourah yang berdekatan.

Sumber itu menjelaskan pertahanan udara Suriah berhasil mencegat beberapa rudal, namun ada beberapa rudal lain yang lolos dan mencapai target serta menyebabkan ledakan besar di Hama timur. (amn)

Bertameng  Gerakan Anti-Covid 19, UEA Resmi Teken Perjanjian Kerjasama dengan Israel

Dua perusahaan swasta Uni Emirat Arab (UEA) dan dua perusahaan Israel mengumumkan peluncuran beberapa proyek bersama di bidang medis dan pemberantasan virus corona (Covid-19), demikian dilaporkan kantor berita resmi UEA, WAM, Kamis (25/6/2020).

WAM melaporkan, “Mengingat merebaknya pandemi Corona di dunia, dan mengingat kondisi bahwa krisis ini membebani semua negara di dunia, yang mencari upaya bersama di bidang penelitian, pengembangan dan teknologi serta mengabdikan semua itu untuk kepentingan kemanusiaan, dua perusahaan dari sektor swasta UEA dan dua perusahaan Israel mengumumkan peluncuran beberapa proyek bersama di bidang medis dan perang melawan Covid-19.”

WAM menambahkan, “Kemitraan ilmiah dan medis ini dilakukan untuk mengatasi tantangan politik historis di kawasan, dalam prioritas kemanusiaan dan kerjasama konstruktif yang ditujukan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan kerjasama untuk kesehatan warga di kawasan.”

Sebelumnya di hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan kerjasama dengan UEA dalam perang melawan pandemi Covid-19, meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara kedua negara.

“Menteri kesehatan Israel dan UEA akan mengumumkan peluncuran kerjasama antara kedua negara di bidang pemberantasan virus corona,” ujar Netanyahu.

Menurutnya, kerjasama ini meliputi bidang riset, pengembangan dan teknologi, serta merupakan hasil kontak yang panjang dan intens dalam beberapa bulan terakhir.

Netanyahu juga menyebutkan bahwa ini merupakan kerjasama resmi pertama antara kedua negara.

Secara historis, negara-negara Arab, kecuali Mesir dan Yordania, telah menetapkan syarat berupa penyelesaian konflik Palestina-Israel untuk normalisasi hubungan mereka dengan Israel.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Israel mengembangkan hubungan tertutup dengan negara-negara Arab Teluk, termasuk Arab Saudi dan UEA, dan dengan cara ini mereka berbagi kekhawatiran terhadap eskalasi pengaruh Iran di kawasan Timteng. (raialyoum)