Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 26 Agustus 2022

Jakarta, ICMES. Di hari kedua latihan berskala besar dengan sandi “Tentara 1401”, Kamis (25/8), pasukan drone Iran berlatih menghancurkan maket target-target sensitif dan vital musuh dengan menggunakan senjata-senjata canggih berpresisi tinggi.

Pangkalan militer AS di ladang minyak Koniko di provinsi Deir Ezzor menjadi sasaran serangan misil untuk kedua kalinya dalam beberapa jam.

Media pemerintah Suriah mengutip pernyataan sumber militer bahwa dua warga sipil terluka dalam “agresi udara Israel” yang menyasar kawasan sekitar kota Hama dan Tartus.

Berita Selengkapnya:

Hari Kedua Latihan, Drone Iran Hancurkan Target dengan Rudal Presisi

Di hari kedua latihan berskala besar dengan sandi “Tentara 1401”, Kamis (25/8), pasukan drone Iran berlatih menghancurkan maket target-target sensitif dan vital musuh dengan menggunakan senjata-senjata canggih berpresisi tinggi.

Juru bicara latihan drone itu, Sayid Mahmoud Mousavi, menyatakan bahwa pada hari kedua manuver itu  dilakukan  “pelatihan tempur menggunakan senjata yang sebenarnya”.

Menurutnya, berbagai jenis drone yang dioperasikan oleh empat matra militer, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Pertahanan Udara, telah mencapai target yang telah ditentukan di area umum latihan, yang mencakup hampir semua wilayah Iran dan perairan selatan yang strategis, dengan senjata presisi dalam fase operasional utama manuver.

“Pada fase ini, drone Kaman, Mohajer, Ababil, Karrar, dan Bavar menggunakan senjata buatan sendiri, termasuk bom Qa’em, rudal Almas dan bom MK-82, untuk menghantam posisi mulai dari pusat komando dan kendali hingga tangki bahan bakar, depot amunisi, dan sistem radar dan rudal,” terang Mousavi.

Dia menyebutkan berbagai jenis drone diterbangkan dari berbagai daerah terpencil dan menjalankan misi di bawah pengawasan pusat arahan udara taktis (TAD) latihan.

“Mengingat fakta bahwa latihan berlangsung di seluruh negeri, pusat arahan udara taktis Zolfaghar Angkatan Darat dan sejumlah pangkalan sekunder lainnya di berbagai lokasi negara telah bertanggung jawab atas manajemen strategis dan operasional dari manuver tersebut,” katanya.

Beragam drone canggih Angkatan Bersenjata Iran diterbangkan pada hari pertama latihan skala besar untuk melakukan misi patroli dan pengintaian di berbagai wilayah. Drone pengumpul data intelijen melakukan operasi patroli dan pengintaian, memantau perbatasan negara dan mendeteksi serangkaian target di seluruh zona latihan.

Angkatan Bersenjata Iran memulai latihan drone skala besar di seluruh bagian negara ini pada Rabu pagi dengan melibatkan lebih dari 150 drone mutakhir. (fna)

Pangkalan Militer AS di Suriah Kembali Diserang Misil, AS Membalas

Pangkalan militer AS di ladang minyak Koniko di provinsi Deir Ezzor menjadi sasaran serangan misil untuk kedua kalinya dalam beberapa jam, Kamis (25/8).

Dikutip kantor berita Suriah, SANA, sumber-sumber lokal di Deir Ezzor bahwa sebuah pangkalan militer  AS di ladang minyak Koniko di pedesaan timur menjadi sasaran dengan gempuran roket, dan kemudian ledakan terdengar di dalam pangkalan, namun tidak ada korban yang dilaporkan di antara pasukan AS.

Mereka menambahkan bahwa pasukan pendudukan AS segera memblokir daerah itu, sementara pesawat pasukan AS melayang-layang di angkasa daerah tersebut.

NBC News melaporkan bahwa sejumlah tentara pendudukan AS terluka dalam serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer mereka di timur provinsi Deir Ezzor.

Rabu lalu, dua pangkalan militer pendudukan AS di ladang minyak al-Omar dan Koniko menjadi sasaran serangan misil.

Pasukan AS telah mendirikan pangkalan di beberapa daerah di wilayah al-Jazirah Suriah, khususnya di ladang minyak dan gas, untuk menjarah hasil produksi dan menyelundupkannya ke luar negeri melalui konvoi tank dan truk yang berkoordinasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditulang punggungi oleh milisi Kurdi.

Sementara itu, setidaknya dua pejuang yang disebut oleh Komando Pusat AS (CENTCON) sebagai “tersangka militan yang didukung Iran” dilaporkan tewas di Suriah, sehari setelah AS mengatakan telah melakukan serangan terhadap target “terkait Iran” di Suriah.

Militer AS menyatakan serangan menyasar dua fasilitas pada Rabu malam, dan beberapa roket mendarat di dalam perimeter Mission Support Site Conoco di timur laut Suriah, yang dengan cepat diikuti oleh Mission Support Site Green Village lainnya. Dua fasilitas itu dijalankan oleh SDF.

Sebagai balasan, serangan oleh helikopter AS menewaskan “dua hingga tiga  tersangka militan yang didukung Iran”. Pernyataan itu menyebutkan dua personel militer AS dirawat setelah serangan itu, dan dua lainnya sedang dievaluasi.

Serangan itu terjadi sehari setelah militer AS mengaku telah melakukan serangan di Deir Az Zor, provinsi kaya minyak strategis yang berbatasan dengan Irak, terhadap kelompok-kelompok yang “terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran”.

CENTCOM mengatakan serangan itu diperintahkan oleh Presiden Joe Biden dan merupakan tanggapan langsung terhadap serangan 15 Agustus di Garnisun al-Tanf, yang menjadi markas pasukan AS.

Wakil Menhan AS untuk kebijakan, Colin Kahl, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan itu menunjukkan bahwa “AS  tidak akan ragu membela diri terhadap agresi yang didukung Iran dan Iran ketika itu terjadi”.

Menurut militer AS, serangan itu melibatkan delapan jet tempur AS, empat F-16 dan empat F-15E, dan menghantam sembilan sasaran di Suriah, termasuk gudang amunisi dan bunker pasokan logistik.

Iran membantah terkait dengan para pejuang yang diserang AS itu. Kementerian luar negerinya pada hari Rabu menyebut serangan AS itu sebagai “pelanggaran oleh tentara AS terhadap rakyat dan infrastruktur” serta integritas teritorial dan kemerdekaan Suriah. (sana/aljazeera)

Israel Serangan Suriah, Dua Warga Sipil Terluka

Media pemerintah Suriah mengutip pernyataan sumber militer bahwa dua warga sipil terluka dalam “agresi udara Israel” yang menyasar kawasan sekitar kota Hama dan Tartus, Kamis (25/8).

Sumber itu menambahkan bahwa pertahanan udara Suriah menembak jatuh sebagian besar rudal, yang juga menyebabkan kerugian material dan kebakaran.

Sebuah sumber militer Suriah dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh kantor berita Jerman, DPA, melaporkan, “Pertahanan udara kami pada sekitar pukul 15:19 malam ini merespons agresi udara Israel dari arah laut, barat daya Provinsi Tartus, dan sebagian besar rudal  yang mengarah ke sekitar kota Hama dan Tartus ditembak jatuh.

Sumber itu menambahkan, “Agresi tersebut menjatuhkan dua korban luka warga sipil dan kerugian materi serta terjadinya kebakaran di beberapa tempat.”

Penduduk lokal di provinsi Hama kepada DPA mengatakan, “Beberapa kebakaran terjadi di hutan dan daerah berhutan di jalan menuju resor Wadi al-Ayoun di pedesaan barat Hama, dan kendaraan pemadam kebakaran dan pertahanan sipil berusaha memadamkan api.”

Di sekitar Masyaf, di bagian barat provinsi Hama, terdengar suara-suara ledakan yang disebabkan oleh respon sistem pertahanan udara Suriah terhadap agresi Israel.

Sputnik melaporkan, “Agresi itu dilakukan melalui pesawat yang menembakkan sejumlah rudal ke beberapa sasaran di sekitar daerah Masyaf, sebelah barat Hama. Semua suara ledakan, yang juga terdengar di seluruh kota Tartus dan sekitarnya, disebabkan oleh respons pertahanan udara Suriah terhadap rudal Israel.”

Sputnik menyangkal adanya agresi terhadap  kota Tartus sendiri. (raialyoum)