Rangkuman Berita Utama Timteng  Jumat 25 September 2020

lantamal baru iranJakarta, ICMES. Panglima pasukan elit Iran Korps  Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami meresmikan pangkalan angkatan laut (AL) baru di bagian timur Selat Hormuz di Teluk Persia.

Angkatan Udara (AU) Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan sistem integrasi radar pintar semikonduktor buatan dalam negeri bernama “Soroush” dengan kemampuan mendeteksi dan melacak target siluman.

Rusia menolak ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mengisolasi Iran dan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang bekerjasama dengan negara republik Islam tersebut.

Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terhadap para pejabat dan entitas Iran dengan dalih bahwa pihak-pihak itu terus menerus melakukan “pelanggaran parah” terhadap hak asasi manusia.

Berita selengkapnya:

IRGC Resmikan Pangkalan AL Baru untuk Pantau Penuh Selat Hormuz

Panglima pasukan elit Iran Korps  Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami meresmikan pangkalan angkatan laut (AL) baru di bagian timur Selat Hormuz di Teluk Persia.

Situs berita Fars, Kamis (24/9/2020), melaporkan bahwa pangkalan baru itu dinamai “Syahid Majid Rahbar”, dan diresmikan di Sirik, sebuah kota pesisir Iran di Timur Selat Hormuz pada Rabu lalu.

Pangkalan itu dibangun sejak enam tahun lalu di atas lahan seluas 31 hektar dengan tujuan mengontrol secara penuh lalu lintas kapal transregional di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman.

Dalam pidato pada upacara peresmian pangkalan itu, Panglima IRGC Mayjen Salami menjelaskan bahwa pangkalan itu didirikan di wilayah paling strategis negara ini untuk tujuan defensif dan ofensif di wilayah strategis Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Dengan dibuka dan diresmikannya pangkalan ini, operasi tempur, operasi kapal, pengintaian serta operasi defensif dan ofensif negara ini di Teluk Persia akan berkembang lebih jauh.”

Pangkalan AL itu dibuka beberapa hari setelah sebuah kapal induk Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam sepuluh bulan terakhir berlayar melintasi Selat Hormuz dan masuk ke perairan Teluk Persia manakala negara adidaya itu secara ilegal dan sepihak menyatakan berusaha memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran yang masa berlakunya telah habis.

Armada ke-5 AS dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa kelompok kapal penyerang yang dipimpin oleh USS Nimitz dan mencakup dua kapal jelajah dan sebuah kapal perusak berpeluru kendali berlayar ke Teluk Persia untuk beroperasi dan berlatih dengan mitra AS.

Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri Rabu lalu menyatakan bahwa  iring-iringan kapal itu telah dipantau oleh drone Iran sebelum mendekati Selat Hormuz di pintu masuk Teluk Persia. (fna)

AU Iran Luncurkan Radar Semikonduktor Anti-Target Siluman

Angkatan Udara (AU) Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan sistem integrasi radar pintar semikonduktor buatan dalam negeri bernama “Soroush” dengan kemampuan mendeteksi dan melacak target siluman.

Radar Soroush yang dirancang dan diproduksi oleh lembaga Jihad Swasembada AU Iran itu diluncurkan dan bergabung dengan jaringan pertahanan udara terintegrasi negara ini pada hari Kamis (24/9/2020).

Radar tersebut mampu mendeteksi target dengan penampang radar rendah pada ketinggian pendek dan menengah hingga jarak 220 km.

Dengan menggunakan teknologi semikonduktor, radar canggih itu mampu menjalankan misi dalam kondisi cuaca apa pun dan memiliki durasi aktivitas yang sangat tinggi serta ketahanan yang  optimal dalam peperangan elektronik.

Panglima AL Iran menyebutkan bahwa radar baru itu memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan telah diproduksi dengan standar internasional.

Selain itu, AL Iran juga meluncurkan sistem lain yang dinamai “Misaq”, sebuah sistem pintar yang menggabungkan kemampuan radar primer dan sekunder.

Selain menerima informasi tentang target dari radar primer dan utama, sistem ini mampu menggabungkan informasi yang diberikan oleh radar sekunder dan semua sensor serta menyediakannya ke jaringan pertahanan udara terintegrasi dengan presisi tinggi.

Awal bulan ini, Iran juga telah meluncurkan sistem radar 3D dan array bertahap yang dinamai “Kashef-99 “ dengan kemampuan mendeteksi ratusan objek terbang kecil secara simultan.

Kashef-99 adalah sistem 3D, array bertahap dan radar seluler yang telah didesain dan diproduksi di Pusat Penelitian Teknologi Baru Pertahanan Udara Iran dengan kemampuan mendeteksi hingga 300 obyek terbang ukuran kecil dari jarak 12 km secara bersamaan.

Dalam beberapa tahun terakhir Iran telah membuat berbagai terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam produksi peralatan dan sistem pertahanan utama. (fna)

Tolak Ancaman untuk Isolasi Iran, Lavrov Minta Negara-Negara lain Ikuti Jejak Rusia

Rusia menolak ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mengisolasi Iran dan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang bekerjasama dengan negara republik Islam tersebut.

Selain  itu, Rusia juga menyatakan niatnya untuk menggalang pertukaran dagang dengan Iran segera setelah sanksi PBB yang melarang penjualan senjata kepada Iran berakhir pada bulan depan.

Larangan penjualan senjata konvensional Iran akan berakhir pada 18 Oktober, setelah AS gagal menghimpun dukungan untuk resolusi baru PBB yang memperpanjang sanksi itu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pihaknya telah memutuskan secara sepihak pemberlakuan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran, yang telah dicabut sesuai perjanjian nuklir yang negara-negara besar dengan Iran  pada tahun 2015.

AS megaku akan berupaya mencegah Iran membeli tank China dan sistem pertahanan udara Rusia.

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam konferensi pers dengan mitranya dari Iran, Mohammad Javad Zarif, yang mengunjungi Moskow, menyatakan penolakannya terhadap upaya AS itu karena ilegal.

“Rusia tidak akan membangun kebijakannya dengan cara apapun atas dasar tuntutan permusuhan dan ilegal yang tidak memiliki efek hukum,” ungkapnya.

Dia berharap bahwa negara lain yang bekerjasama dengan Iran dalam meneladani Rusia.

“Fakta bahwa AS telah mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang akan menentang intervensi AS dalam situasi saat ini sekali lagi mengkonfirmasi bahwa Washington ingin bertindak seperti banteng di toko keramik… Menurut saya, pemerintahan AS sekarang telah kehilangan keterampilan diplomatik,” kecam Lavrov.

Dia menambahkan bahwa meskipun demikian, Rusia dan negara-negara Eropa terus melakukan pembicaraan dengan Washington tentang ini. (raialyoum)

AS Terapkan Sanksi Baru terhadap Iran

Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terhadap para pejabat dan entitas Iran dengan dalih bahwa pihak-pihak itu terus menerus melakukan “pelanggaran parah” terhadap hak asasi manusia.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah statemen, Kamis (24/9/2020), menyatakan bahwa sanksi baru itu antara lain menyasar Hakim Syed Mahmoud Sadati, Hakim Muhammad Soltani, Cabang Pertama Pengadilan Revolusi Shiraz, dan Penjara Adel Abad, Urmia dan Wakil Abad, seperti dilaporkan Reuters.

Washington menjelaskan bahwa sanksi itu mencakup hakim yang terterlibat dalam eksekusi seorang pegulat Iran.

Pemberlakuan sanksi baru ini dinyatakan dua hari setelah AS mengumumkan sanksi terhadap beberapa entitas dan orang lain di Iran yang dianggapnya terlibat dalam aktivitas pengayaan uranium.

Pemerintah AS mengatakan bahwa sanksi yang diberlakukan oleh Departemen Keuangan AS pada Selasa lalu itu antara lain menyasar Kementerian Pertahanan Iran, dan dua orang yang memainkan peran penting dalam kegiatan pengayaan uranium di Teheran.

Iran sendiri berulangkali menyatakan bahwa sanksi-sanksi AS bukanlah sesuatu yang baru bagi Iran, dan terbukti tidak banyak berpengaruh bagi negeri mullah tersebut. (raialyoum)