Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 23 April  2021

ledakan dimona israel 22-4-21Jakarta, ICMES. Sebuah penggalan video memperlihatkan warga Israel berhamburan dan panik di malam hari mencari tempat perlindungan ketika sebuah rudal jatuh dan mengguncang di lokasi dekat komplek reaktor nuklir Dimona, dini hari Kamis (22/4).

Rezim Zionis Israel berupaya menutupi kegagalannya mencegat rudal yang dikabarkan melesat dari Suriah dan jatuh di dekat komplek reaktor nuklir Dimona, Negev, Israel, Kamis (22/4).

Wakil asisten bidang koordinasi pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengomentari ledakan yang terjadi di pabrik senjata di kota Ramle, Israel (Palestina pendudukan 1948), pada hari Rabu (21/4).

Kemlu Suriah dalam suratnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB terkait dengan serangan Israel terhadap Suriah pada dini hari Kamis (22/4) menegaskan pihaknya berhak membela diri dengan segala cara.

Berita Selengkapnya:

[Video] Rudal Guncang Kawasan Dekat Reaktor Nuklir Dimona, Warga Israel Berhamburan Panik

Sebuah penggalan video memperlihatkan warga Israel berhamburan dan panik di malam hari mencari tempat perlindungan ketika sebuah rudal jatuh dan mengguncang di lokasi dekat komplek reaktor nuklir Dimona, dini hari Kamis (22/4).

Militer dan lembaga penyiaran Israel mengumumkan bahwa satu rudal tipe darat-ke-udara telah jatuh di dekat reaktor nuklir Dimona, padahal sejak beberapa pekan lalu Israel sudah menyiagakan sistem pertahanan udaranya untuk mengantisipasi serangan pasca insiden sabotase fasilitas nuklir Natanz Iran di mana Teheran menyalahkan Tel Aviv.

Militer Israel memastikan rudal itu diluncurkan dari wilayah Suriah, dan karena itu mereka lantas membalas dengan menyerang beberapa beterai pertahanan udara di Suriah.

Kantor berita Suriah, Sana, melaporkan bahwa serangan Israel itu menyasar kawasan sekitar Damaskus dan menyebabkan empat tentara Suriah terluka.

Radio militer Israel menyebutkan bahwa ledakan dekat reaktor nuklir Dimona terjadi akibat jatuhnya rudal pertahanan udara Suriah yang melampaui targetnya.

Israel meningkatkan status siaganya di barisan pertahanan udara dan menginstruksikan kepada pasukannya untuk menerapkan situasi darurat.

Media Israel menyebutkan bahwa Iran sebelumnya mengancam akan membalas pelaku sebotase fasilitas nuklir Natanz.

Washington Post juga menyatakan, “Insiden ledakan dekat reaktor Dimona Israel mengarah pada kemungkinan keterlibatan Iran”.

Senada dengan ini, Associated Press menyebutkan, “Iran yang memiliki pasukan proksi di Suriah sebelumnya telah mengancam akan membalas serangan terhadap instalasi nuklir Natanz.”

Middle East Online berkomentar bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara implisit telah menerima tanggungjawab atas serangan terhadap Natanz, dan ini lantas mendorong Iran untuk melancarkan serangan balasan. (alalam)

Begini Cara Israel Menutupi Kegagalannya Menangkis Rudal dari Suriah

Rezim Zionis Israel berupaya menutupi kegagalannya mencegat rudal yang dikabarkan melesat dari Suriah dan jatuh di dekat komplek reaktor nuklir Dimona, Negev, Israel, Kamis (22/4).

Upaya itu dilakukan dengan cara membesar-besarkan berita serangannya ke kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah, dengan sasaran baterai sistem pertahanan udara Suriah.

Reporter Al-Alam dari Damaskus melaporkan bahwa upaya itu dilakukan Israel untuk mengesankan di depan publiknya bahwa dalam peristiwa ini Israel tetap berada di atas angin, dan sekaligus untuk memengaruhi perundingan nuklir Iran di Wina, Swiss.

Sementara itu, pakar Arab urusan Israel, Hassan Hijazi, menyatakan bahwa insiden Demona membuktikan adanya celah dalam performa militer Israel ketika menghadapi peristiwa demikian.

“Kaum Zionis sejak mengumumkan (secara implisit) tanggungjawab Israel atas insiden (sobatase fasilitas nuklir Iran) Natanz sudah memperkirakan bahwa balasan akan datang dari pihak Iran. Ada pengerahan kekuatan di Israel menyusul ancaman pembalasan Iran atas insiden Natanz,  ” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa reaktor Dimona adalah fasilitas untuk untuk pembuatan bahan radioaktif yang digunakan dalam produksi bom nuklir, dan ada proses pemindahan reaktor itu ke tempat lain karena masa pakainya sudah habis dan terdapat keretakan di sana.

Dia menambahkan bahwa sejak ada ancaman dari Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, Israel melakukan berbagai upaya untuk membentengi reaktor itu dari serangan yang mungkin  akan dilancarkan Hizbullah, yaitu serangan yang jika sampai terjadi maka akan berimplikasi fatal bagi eksistensi Rezim Zionis.

Hijazi menilai narasi Israel bahwa rudal yang jatuh dekat reaktor Dimona itu terjadi karena kesalahan hanyalah akal-akalan Israel untuk mengecilkan krusialitas insiden tersebut.

“Insiden Dimona sekarang menimbulkan banyak kebingungan pada rezim pendudukan (Israel),” imbuhnya.

Pengamat ini memastikan bahwa insiden Dimona telah menciptakan perimbangan baru di mana Israel tak dapat lagi seenaknya melanggar zona udara Suriah, dan bahwa segala yang diupayakan Israel selama ini sia-sia belaka.

“Warga pemukim (Israel) dilanda frustasi, insiden Dimona membuktikan ketidak berdayaaan sistem pertahanan Israel melindungi rezim pendudukan dan warganya, dan memaksa otoritas pendudukan untuk membuat perhitungan ulang,” pungkasnya. (alalam)

Tanggapan Petinggi IRGC Soal Ledakan di Pabrik Senjata Israel

Wakil asisten bidang koordinasi pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengomentari ledakan yang terjadi di pabrik senjata di kota Ramle, Israel (Palestina pendudukan 1948), pada hari Rabu (21/4).

“Siapa berbuat keji hendaklah tak berharap sesuatu yang lain,” ujarnya, seperti dikutip Al-Alam, Kamis (22/4).

Dia menambahkan, “Rezim Zionis berusaha keras untuk menutupi dan menggelapkan insiden seperti yang terjadi kemarin itu, dan enggan menyorotnya, tapi ledakan terjadi sedemikian  besar sehingga tak dapat mereka sembunyikan, terlebih ketika ribuan orang menyaksikan kobaran api dan tebalnya gumpalan asap yang mengepul dari lokasi ledakan.”

Brigjen Mohammad Reza Naqdi menekankan bahwa peristiwa demikian, yang terjadi di wilayah selatan Israel tak dapat ditutupi, dan “sudah sepatutnya bahwa pelaku kekejian hendaklah tidak berharap lolos dari getahnya dan tak berdampak di dalam wilayah Israel”. (alalam)

Suriah Nyatakan Berhak Membela Diri dengan Segala Cara

Kemlu Suriah dalam suratnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB terkait dengan serangan Israel terhadap Suriah pada dini hari Kamis (22/4) menegaskan pihaknya berhak membela diri dengan segala cara.

Dikutip kantor berita Suriah, Sana, Kemlu Suriah mengutuk serangan berulang kali AS, Turki, dan Israel terhadap Suriah, menyebut ketiganya berkoordinasi satu sama lain untuk menduduki wilayah Suriah, dan menilai PBB dan Dewan Keamanan PBB  terlibat dalam “kejahatan teror” terhadap Suriah karena menerima alasan Israel dan AS dalam melanggar kedaulatan Suriah.

Kemlu Suriah menegaskan bahwa pemimpin, pemerintah dan rakyat Suriah tidak akan membiarkan terwujudnya “kehendak keji” para agresor untuk menghancurkan Suriah, dan bahwa Suriah berhak mempertahankan wilayah, rakyat, dan kedaulatannya dengan segala cara.

Sana mengutip pernyataan sumber militer Suriah bahwa Israel telah menembakkan rudal dari wilayah pendudukan Golan ke beberapa titik lokasi di sekitar Damaskus, ibu kota Suriah, pada dini hari Kamis sekira pukul 01.38.

Sumber itu menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara Suriah telah menghadapi rudal-rudal Israel dan berhasil merontokkan sebagian besar di antaranya, dan bahwa serangan ini telah menjatuhkan empat korban luka di pihak tentara Suriah dan menimbulkan kerugian materi. (fna)