Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 22 November 2019

demo tandingan di iran 11-19Jakarta, ICMES. Berbagai kota dan daerah Iran dilanda gelombang unjuk rasa tandingan berskala besar yang mengutuk aksi para perusuh yang terjadi beberapa waktu lalu saat terjadi unjuk rasa protes terhadap kenaikan harga bensin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyebut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai sosok yang terpasung oleh faham yang pernah dominan di abad ke-18.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menegaskan keprihatinannya atas kondisi kemanusiaan di seluruh wilayah Suriah yang disebutnya “tragis”.

Kandidat calon presiden AS dari partai Demokrat Joe Biden mempersengit sikapnya terhadap pemerintah Arab Saudi dengan menegaskan bahwa Riyadh harus ditindak secara hukum terkait dengan Perang Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Berita selengkapnya:

Iran Dilanda Gelombang Demo Tandingan Anti-Perusuh

Berbagai kota dan daerah Iran, Kamis (21/11/2019), dilanda gelombang unjuk rasa tandingan berskala besar yang mengutuk aksi para perusuh yang terjadi beberapa waktu lalu saat terjadi unjuk rasa protes terhadap kenaikan harga bensin.

Di kota Syiraz massa demo tandingan meneriakkan yel-yel anti AS dan perusuh serta menegaskan penolakan keras mereka terhadap segala bentuk aksi pengacauan keamanan. Masa juga menyatakan dukungannya kepada upaya dan tindakan pihak berwenang dalam menjaga keamanan dan stabilitas di negara republik Islam ini.

Unjuk rasa tandingan juga mewarnai jalanan kota-kota Kerman, Yasuj, Qum, dan Isfahan di mana massa mengutuk keras campur tangan asing dalam urusan internal Iran, menyokong penegakan keamanan, dan menuntut tindakan tegas terhadap para perusuh.

Sementara itu, juru bicara pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Ramezan Sharif menyatakan bahwa musuh Iran gagal menundukkan Iran melalui tekanan dan embargo ekonomi sehingga kemudian berupaya merongrong Iran dengan cara membangkitkan kerusuhan dan huru-hara, namun kehendak rakyat tidak memperkenankan upaya itu berlangsung lama.

“Rakyat Iran yang cerdas telah menyimak pernyataan pemimpin revolusi (Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan menjauhkan barisan mereka dari para perusuh. Dengan demikian kandaslah upaya musuh untuk mengacaukan keamanan dan ketertiban umum, dan para gembong provokator kerusuhan dan kekacaun di negara ini juga telah tertangkap,” ungkap Sharif. (alalam)

Soal Permukiman Zionis, Iran Sebut Menlu AS Terpasung di Abad Ke-18

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyebut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai sosok yang terpasung oleh faham yang pernah dominan di abad ke-18.

“Pompeo hendaknya bebas dari faham-faham abad ke-18 di mana para penguasa merasa dirinya berada di atas undang-undang dan tatanan antarnegara,” ujar Mousavi.

Mousavi mengecam keras pernyataan Pompeo bahwa pembangunan permukiman Zionis Israel di wilayah Tepi Barat tidak melanggar undang-undang internasional.

Dia menilai pernyataan Pompeo itu kembali menegaskan kemitraan AS dengan kaum Zionis dalam pendudukan terhadap Palestina, kejahatan rezim Zionis di Palestina, dan agresi Israel terhadap kedaulatan negara-negara sekitar Palestina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran melanjutkan bahwa perilaku dan statemen para petinggi AS dalam isu Palestina merupakan pelanggaran nyata dan parah terhadap undang-undang internasional, dan karena itu Mousavi menyerukan kepada masyarakat dunia agar bergerak melawan perilaku itu.

“Entitas Zionis adalah entitas pendudukan dan perampas, satu-satunya penyelesaian bagi krisis Palestina ialah penyelenggaraan referendum warga pribumi Palestina,” tegas Mousavi.

Dia lantas memperingatkan bahwa di abad ke-21 ini AS tidak dipandang sebagai adidaya, dan tak seorangpun menerima pelanggaran hukum internasional oleh para penguasa. (alalam)

PBB Sebut Kondisi Kemanusiaan di Suriah “Tragis”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menegaskan keprihatinannya atas kondisi kemanusiaan di seluruh wilayah Suriah yang disebutnya “tragis”.

“Lebih dari 11 juta warga Suriah dan lebih dari 6 juta orang pengungsi membutuhkan bantuan… Kami sangat prihatin dengan keselamatan dan perlindungan sekitar 3 juta orang di Idlib dan daerah sekitarnya di barat laut negara ini, termasuk sekitar 1,6 juta orang pengungsi di dalam negeri,” ungkap juru bicara PBB Stephane Dujarric pada konferensi pers di markas PBB di New York, seperti dikutip kantor berita Turki Anatolia, Kamis (21/11/2019).

Dujarric menjelaskan, “Sejak akhir Oktober lalu, peningkatan serangan udara dan pemboman telah mempengaruhi puluhan perkumpulan-perkumpulan penduduk di provinsi Idlib, Hama, Aleppo dan Latakia …  Sejak dimulainya pertempuran pada akhir-akhir April lalu, kantor Komisi Tinggi HAM memastikan bahwa lebih dari seribu oran,g termasuk ratusan anak, telah menjadi korban aksi-aksi persiteruan.”

Juru bicara Sekjen PBB António Guterres itu menambahkan bahwa lembaga ini terus mengingatkan semua pihak ihwal kewajiban mereka melindungi warga dan infrastruktur sipil sesuai hukum humaniter dan hak asasi manusia internasional.

Dia mengatakan, “Rumah sakit dan fasilitas medis, serta staf medis, mendapat perlindungan khusus sesuai hukum humaniter internasional.” (rt)

Kandidat Capres AS Joe Biden Nyatakan Saudi Harus Dihukum atas Perang Yaman

Kandidat calon presiden AS dari partai Demokrat Joe Biden mempersengit sikapnya terhadap pemerintah Arab Saudi dengan menegaskan bahwa Riyadh harus ditindak secara hukum terkait dengan Perang Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Saat ditanya mengenai mekanisme yang harus ditempuh AS dalam menyikapi kasus pembunuhan Kashoggi dan Perang Yaman Biden yang pernah menjabat sebagai wakil presiden di era Barack Obama ini menyatakan bahwa bantuan militer AS kepada Saudi harus dibekukan dan Saudi harus dijadikan sebagai negara yang “tercampakkan di level internasional”.

“Saya akan memberikan penjelasan sejelasnya bahwa kita sebenarnya tidak berniat menjual senjata kepada mereka, kita ingin memaksa mereka membayar harga, dan mencampakkan mereka,” tegasnya, seperti dikutip Rai al-Youm, Jumat (22/11/2019.

Dia menambahkan bahwa dia akan mencabut semua bantuan AS kepada Saudi dan menahan segala komoditas untuk Saudi, karena menurutnya Saudi “sedikit sekali memiliki nilai sosial positif” dan merupakan negara yang terlibat dalam “pembunuhan anak-anak kecil dan orang-orang tak berdosa” sehingga sudah seharusnya ditindak secara hukum. (raialyoum)