Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 21 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya berkeyakinan bahwa personel militer Iran telah dikerahkan ke Krimea untuk membantu pasukan Rusia mengoperasikan pesawat nirawak (UAV/drone) buatan Iran untuk serangan di Ukraina.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon merilis pernyataan berisi sanjungan kepada pemuda pejuang Palestina Uday Al-Tamimi, 22 tahun, yang gugur pada Rabu lalu dalam serangannya yang kedua terhadap orang Israel.

Berita Selengkapnya:

AS Mengklaim Ada Militer Iran di Semenanjung Krimea untuk Membantu Rusia Kendalikan Drone

Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya berkeyakinan bahwa personel militer Iran telah dikerahkan ke Krimea untuk membantu pasukan Rusia mengoperasikan pesawat nirawak (UAV/drone) buatan Iran untuk serangan di Ukraina.

Disebutkan bahwa drone itu digunakan untuk menghancurkan pembangkit listrik Ukraina dan fasilitas lainnya dalam serangan yang tampaknya bertujuan untuk mengganggu dan menjatuhkan mental Ukraina menjelang musim dingin.

Warga Ukraina pada hari Kamis mengalami pemadaman listrik secara terjadwal untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, ketika pemerintah berusaha untuk mulai memperbaiki kerusakan.

“Personel militer Rusia yang ditempatkan di Krimea mengarahkan dan menggunakan UAV Iran untuk melakukan serangan di seluruh Ukraina, termasuk di Kyiv,” kata juru bicara Kemlu AS Ned Price dalam jumpa pers, Kamis (20/10.

“Penilaian kami adalah bahwa ada personel militer Iran di lapangan di Krimea dan membantu Rusia dalam operasi ini,” tambahnya.

Sejauh ini, Kemhan maupun Kemlu Rusia belum menanggapi permintaan komentar. Teheran membantah bahwa drone itu buatan Iran.

Uni Eropa mengumumkan bahwa negara-negara anggota blok ini menyetujui langkah-langkah baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas pasokan drone ke Rusia, dan Inggris memberlakukan sanksi terhadap personel militer terkemuka Iran serta sebuah perusahaan yang dituduh terlibat dalam pemasokan drone Iran ke Rusia.

“Dukungan Iran untuk perang brutal dan ilegal Putin di Ukraina sangat tercela,” kata Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly.

Seorang juru bicara Gedung Putih mengumumkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Teheran dan sedang mempelajari solusi pertahanan udara untuk Ukraina.

Di pihak lain, Moskow pada hari yang sama mengutuk “tekanan” AS dan Uni Eropa pterhadap Teheran setelah negara-negara  itu bersepakat  untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran terkait isu drone tersebut.

“Semua yang sedang dilakukan sekarang bertumpu pada satu tujuan: (tekanan) terhadap negara ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa Washington jelas-jelas memobilisasi negara-negara NATO dan Uni Eropa untuk mendukung posisinya. (raialyoum)

Hizbullah: Aksi Heroik Syahid Uday Al-Tamimi Bukti Teguhnya Tekad Bangsa Palestina

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon merilis pernyataan berisi sanjungan kepada pemuda pejuang Palestina Uday Al-Tamimi, 22 tahun, yang gugur pada Rabu lalu dalam serangannya yang kedua terhadap orang Israel.

Hizbullah mengaku turut berbangga atas Al-Tamimi yang telah berjuang sendirian melawan “mesin pembunuh, terorisme dan pendudukan Zionis.”

Hizbullah juga mengaku kagum atas keberanian dan heroismenya dalam konfrontasi dan keberhasilannya lolos dari incaran pasukan Zionis yang melancarkan operasi berskala besar untuk memburunya.

Hizbullah menyatakan, “Tekad Syahid Uday al-Tamimi menunjukkan kekuatan dan kesolidan bangsa Palestina serta kesiapan mereka untuk berkorban dan berkorban dalam membela tanah air dan tempat-tempat suci.”

Hizbullah menambahkan, “Kami percaya bahwa darah dan kata-kata cemerlang syahid ini merupakan mercusuar bagi generasi baru dan semua pejuang gagah pemberani rakyat Palestina. Ini adalah revolusi dan perlawanan yang tidak akan surut sampai pembebasan seluruh Palestina, dari laut hingga sungainya.”

Di bagian penutup pernyataannya, Hizbullah menegaskan bahwa entitas rasis Zionis hanya akan bertahan untuk sementara waktu, dan pasti akan musnah. (alalam)