Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 21 2022

Jakarta, ICMES. Perdana Menteri Naftali Bennett menghubungi Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, melalui panggilan telefon menyusul serangan mematikan Ansarullah Yaman di Abu Dhabi.

Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengumumkan pihaknya telah memulai “serangan udara akurat” di kota Hudaydah, Yaman, dengan dalih untuk menghancurkan kekuatan militer gerakan Ansarullah (Houthi).

Media perang  Yaman yang berafiliasi dengan angkatan bersenjata yang bersekutu dengan Ansarullah  merilis rekaman video yang mendokumentasikan keberhasilan pasukan kubu Sanaa menghadang gerak maju pasukan proksi UEA di beberapa distrik di provinsi Shabwah.

Rusia, China dan Iran akan menggelar latihan maritim bersama ungkap Laksamana Mostafa Tajoldin, seorang pejabat hubungan masyarakat angkatan bersenjata Iran kepada media negara ini.

Berita Selengkapnya:

Soal Serangan Yaman, Perdana Menteri Israel Hubungi Putra Mahkota Abu Dhabi

Perdana Menteri Naftali Bennett menghubungi Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, melalui panggilan telefon menyusul serangan mematikan Ansarullah Yaman di Abu Dhabi.

Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan, Kamis (20/1), menyebutkan bahwa Bennett menyatakan belasungkawa atas serangan rudal dan drone Ansarullah yang menewaskan tiga orang.

“Perdana menteri juga menyatakan dukungan negara Israel kepada UEA di masa yang pelik ini,” ungkap kantor perdana menteri Israel sembari menyebutkan bahwa keduanya bersepakat untuk tetap menjalin hubungan.

Kantor berita resmi UEA, WAM, melaporkan, “Perdana Menteri Israel menegaskan dukungan negaranya kepada semua yang dilakukan UEA untuk mempertahankan keamanannya dari serangan ini, menekankan perlunya menghadapi pasukan teroris yang mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan,”.

Pada Selasa lalu Bennett juga telah menawarkan “dukungan keamanan dan intelijen” Israel kepada UEA menyusul serangan tersebut.

Di pihak lain, Al-Nahyan berterima kasih kepada Bennett atas “empatinya kepada UEA dan bangsanya”.

Koalisi Arab Gempur Gedung Telekomunikasi di Hudaydah, Tiga Orang Yaman Tewas

Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi, Kamis (20/1), mengumumkan pihaknya telah memulai “serangan udara akurat” di kota Hudaydah, Yaman, dengan dalih untuk menghancurkan kekuatan militer gerakan Ansarullah (Houthi).

“Pelabuhan Hudaydah adalah pembuluh darah penyelundupan senjata Iran untuk Houthi dan sumber ancaman bagi kebebasan pelayaran laut. Mereka menjadikan Perjanjian Stockholm sebagai payung untuk perlindungan dan mengancam kebebasan pelayaran,” klaim pasukan koalisi.

Reporter Al-Alam melaporkan bahwa serangan di Hudaydah menerjang bangunan komunikasi pada Kamis malam. Laporan awal menyebutkan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 17 orang, sementara regu-regu penyelamat masih berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan tiga tingkat.

Sebagian besar korban serangan itu adalah anak-anak kecil yang sedang bermain dekat gedung tersebut ketika terjadi serangan udara pasukan koalisi. Seorang pejabat telekomunikasi mengatakan bahwa dalam bangunan itu terdapat beberapa pegawai yang sedang bertugas malam.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan prihatin atas “berlanjutnya serangan udara koalisi di Yaman.

Jubir Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan keprihatinan itu dalam jumpa pers di markas PBB di New York, AS.

“Sekjen PBB prihatin atas berlanjutnya serangan udara di Sanaa, Hudaydah dan sejumlah tempat lain di Yaman dalam beberapa hari terakhir. Sekjen PBB juga prihatin atas   berlanjutnya serangan rudal dan pemboman di sejumlah kawasan di negara ini, yang menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada banguan indrastruktur sipil,” ujar Dujarric.

Dia menambahkan bahwa Sekjen PBB menegaskan lagi seruannya kepada semua pihak untuk sedapat mungkin menahan diri dan menghindari eskalasi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan, serta mengindahkan semua komitmen mereka kepada hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Sekjen Konferensi Umum Partai-Partai Arab, Qasim Salih, mengutuk serangan pasukan koalisi Arab di Sanaa yang telah menewaskan 14 warga dan melukai banyak warga lainnya.

Qasim Salih menyatakan bahwa Yaman sejak awal agresi pasukan koalisi Saudi-Emirat-Barat bersikukuh menghadapi kekuatan-kekuatan arogan dan imperialis yang bergabung untuk menghancurkan integritas Yaman serta menyisihkan bangsa Yaman dari isu-isu umat, terutama urusan Palestina.  (alalam/raialyoum)

Pasukan Ansarullah Yaman Pukul Mundur Pasukan Proksi UEA di Shabwah

Media perang (Al-I’lam al-Harbi) Yaman yang berafiliasi dengan angkatan bersenjata yang bersekutu dengan Ansarullah (kubu Sanaa), Kamis (1/20), merilis rekaman video yang mendokumentasikan keberhasilan pasukan kubu Sanaa menghadang gerak maju pasukan proksi Uni Emirat Arab (UEA) di beberapa distrik di provinsi Shabwah.

Dalam video berdurasi lebih dari 12 menit itu terlihat upaya konvoi mobil lapis baja dan tank pasukan proksi UEA di kawasan-kawasan terbuka, dan kemudian dihadang dan dipukul mundur dengan serangan dari arah perbukitan oleh pasukan kubu Sanaa yang terdiri atas tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah/Houthi).

Terlihat pasukan kubu Sanaa menggempur dan menghancurkan sejumlah besar mobil lapis baja dan pelaratan tempur pasukan proksi UEA dengan menggunakan rudal dan roket RPG yang menyebabkan banyak korban tewas dan luka. Beberapa pasukan proksi yang menggunakan nama Giants Brigades (Alwiyah Al-Amaliqah) itu juga terlihat kabur ketika mendapat serangan sengit.

Video itu juga memperlihatkan bagaimana pasukan proksi UEA menggunakan tempat-tempat tinggal penduduk sebagai tempat berkumpul dan berlindung dari serangan pasukan kubu Sanaa.

Dilaporkan bahwa dalam peristiwa itu juga terdokumentasi bagaimana pasukan kubu Sanaa telah menawan beberapa pasukan proksi yang terluka dalam pertempuan, dan memperlakukan mereka secara manusiawi, termasuk dengan memberikan pertolongan pertama. (mm/alalam)

Rusia, China dan Iran Gelar Latihan Militer di Samudra Hindia

Rusia, China dan Iran akan menggelar latihan maritim bersama pada hari ini, Jumat (20/1), ungkap Laksamana Mostafa Tajoldin, seorang pejabat hubungan masyarakat angkatan bersenjata Iran kepada media negara ini, Kamis (21/1).

Dia menjelaskan bahwa latihan bersandi “Sabuk Keamanan Laut 2022” itu akan berlangsung di utara Samudra Hindia dan merupakan latihan angkatan laut gabungan yang ketiga kalinya antara Rusia, China dan Iran, dengan partisipasi kapal perang dan pesawat angkatan laut dari ketiga negara, sejak peluncuran Sabuk Keamanan Maritim pertama pada Desember 2019.

“Manuver ini bertujuan meningkatkan keamanan di kawasan, mengungkapkan iktikad baik, dan memperlihatkan kemampuan ketiga negara dalam mendukung perdamaian dunia dan keamanan maritim,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan bahwa manuver tahun ini berlangsung di bawah slogan “Bersama untuk Keamanan dan Perdamaian”, di area seluas 17.000 kilometer persegi di bagian utara Samudra Hindia.

Menurutnya, latihan ini meliputi berbagai operasi taktis dalam rangka meningkatkan keamanan perdagangan maritim internasional, memerangi terorisme maritim dan perompakan, bertukar informasi di bidang pencarian dan penyelamatan korban, serta bertukar pengalaman.

Sayid Ebrahim Raisi sejak menjabat sebagai presiden Iran pada Juni lalu mencangkan kebijakan “memandang ke timur” untuk mempererat hubungan dengan China dan Rusia. Teheran bergabung dengan Organisasi Kerjasama Shanghai pada bulan September 2021, sebuah badan keamanan Asia Tengah yang dipimpin oleh Beijing dan Moskow.

Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian mengunjungi China minggu lalu dan presiden Iran bertemu dengan mitranya dari Rusia di Moskow pada hari Kamis kemarin.

Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran serta Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) akan mengambil bagian dalam latihan kali ini, yang mencakup berbagai latihan taktis seperti penyelamatan kapal yang terbakar, pembebasan kapal yang dibajak, dan penembakan target di malam hari.

Tajoldin menyebutkan bahwa China, Rusia dan Iran memulai latihan angkatan laut bersama pada 2019, dan akan melanjutkannya di masa mendatang. (mm/irna/reuters)

Hubungan UEA dengan Rezim Zionis Israel semakin rapat setelah keduanya meneken perjanjian damai dan normalisasi hubungan di Washington pada September 2020.  (mm/raialyoum)