Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 20 Desember 2019

rouhani di KTT Kuala LumpurJakarta, ICMES. Presiden Iran Hassan Rouhani mengajak negara-negara Muslim bersatu melawan “terorisme ekonomi” AS dengan meningkatkan ikatan perbankan mereka dan mengganti dolar dalam transaksi mereka .

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah kabar bahwa Negeri Beruang Merah ini mendukung kubu Khalifa Haftar dalam perang saudara di Libya.

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membawa senjata kimia gas mustard dari Suriah ke Irak.

Berita selengkapnya:

Presiden Iran Ajak Negara-Negara Islam Melawan “Terorisme Ekonomi” AS

Presiden Iran Hassan Rouhani mengajak negara-negara Muslim bersatu melawan “terorisme ekonomi” AS dengan meningkatkan ikatan perbankan mereka dan mengganti dolar dalam transaksi mereka .

Pada sesi pembukaan KTT Forum Islam di Kuala Lumpur 2019, Malaysia, Kamis (19/12/2019), dia mengecam AS karena menggunakan sanksi dan ancaman ekonomi untuk memaksakan kehendaknya terhadap negara lain.

Dia menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi dunia Muslim di bidang ekonomi, budaya, keamanan dan identitas, serta mengingatkan bahwa masalah-masalah seperti itu menghambat kemajuan negara-negara Islam, termasuk di pentas internasional.

Menurutnya, “terorisme ekonomi” telah menjadi alat utama AS untuk melicinkan ambisi dan “memaksakan tuntutannya sendiri yang tidak sah di negara-negara lain”, dan Dunia Muslim harus bekerja untuk ” menyusun langkah-langkah yang dimaksud untuk menyingkirkan dominasi dolar dan sistem keuangan AS. ”

Presiden Rouhani mengajak negara-negara Islam mengandalkan mata uang nasional masing-masing dalam perdagangan dengan alasan bahwa kemerdekaan ekonomi mereka tidak mungkin akan terwujud dengan mengandalkan mata uang Dolar AS.

Rouhani mengusulkan pengadaan dana investasi bersama untuk menyokong peluncuran mata uang digital kolektif dan inovasi-inovasi teknologi mutakhir.

Dia mengingatkan bahwa para pemimpin negara-negara Islam memikul tanggungjawab historis. Dia juga menekankan keharusan kerjasama kongkret antarnegara ini, yang disebutnya memiliki banyak kemampuan untuk mewujudkannya, serta menggaris bawahi urgensi kerjasama mereka di bidang perbankan, jaminan, dan finansial.

Menurutnya, Dunia Islam telah meraih kemajuan di bidang teknologi mutakhir.

“Kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan mata uang digital bersama dengan kontribusi dari bank sentral kita. Kita dapat mengambil keuntungan dari peluang mata uang digital, dan dengan demikian menghindari spekulasi dan fluktuasi keuangan,” ujarnya.

Rouhani menambahkan bahwa negara-negara Muslim dari Afrika Utara ke Asia Timur telah bergulat dengan berbagai tantangan keamanan “serius”, termasuk perlakukan AS dan Israel serta ekstremisme dan terorisme, yang “telah membuka jalan bagi campur tangan asing ”di negara-negara tertentu.

Menurutnya, perang di Suriah dan Yaman serta konflik di Irak, Lebanon, Libya, dan Afghanistan adalah hasil dari “campuran ekstremisme domestik dan campur tangan asing.”

“Jika kita kembali ke kapasitas nasional dan Islam kita dan mengandalkan kekuatan internal kita, kita dapat mengubah semua tantangan yang disebutkan menjadi peluang untuk kemajuan dan pengembangan,” lanjutnya.

Rouhani menyebutkan “pengalaman sukses” Iran selama empat dekade menghadapi berbagai tantangan, terutama dari AS, sehingga Dunia Islam sekarang dapat mencontoh Iran dalam menangani problematikanya. (presstv/raialyoum)

Putin Bantah Negaranya Mendukung Khalifa Haftar di Libya

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah kabar bahwa Negeri Beruang Merah ini mendukung kubu Khalifa Haftar dalam perang saudara di Libya.

Menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan Turki mengenai laporan di Barat bahwa Rusia mendukung Haftar, Putin mengimbau untuk tidak mempercayai semua yang dilaporkan oleh media Barat.

“Sekarang sulit di Libya untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Lebih tepat untuk menemukan solusi yang akan memungkinkan penghentian permusuhan,” katanya, seperti dikutip Rai al-Youm, Kamis (19/12/2019).

Putin menjelaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat konflik di Libya harus menyetujui siapa yang akan memimpin negara tersebut, dan mencatat bahwa semua negara menjalin komunikasi dengan semua semua pihak yang bertikai.

Mengenai sikap negaranya terkait dengan krisis Libya, Presiden Rusia mengatakan bahwa Moskow menjalin kontak dengan pihak al-Sarraj dan maupun Haftar.

Putin menyoal, “Anda tahu siapa yang membawa Libya kepada keadaan kacau dan runtuh?” (raialyoum)

Al-Hashd al-Shaabi Nyatakan ISIS Bawa Senjata Kimia dari Suriah ke Irak

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membawa senjata kimia gas mustard dari Suriah ke Irak.

Komandan Divisi 44 al-Hashd al-Shaabi, Hamid al-Yasiri, menegaskan bahwa operasi keamanan harus segera dimulai ini di kawasan tersebut untuk membasmi anasir ISIS.

“Kawanan teroris yang ada di Jazirah al-Hidr mengancam keamanan seluruh Irak, terutama provinsi Nineveh… Seandainya divisi-divisi al-Hashd al-Shaabi tidak ada di provinsi ini maka setiap daerah di dalamnya terancam jatuh (ke tangan ISIS), tapi divisi-divisi ini memblokir daerah-daerah al-Bi’aj, al-Hidr, dan Tel Afar,” ujar al-Yasiri.

Dia menambahkan, “Anehnya, Divisi 44 al-Hashd al-Shaabi setiap hari mendapat pesan telegraf dari Badan Intelijen Nasional, Kantor Perdana Menteri dan Dinas Intelijen Negara yang menginformasikan bahwa sejumlah elemen ISIS memasuki Irak melalui Suriah.”

Menurutnya, dalam pesan telegraf itu disebutkan bahwa anasir ISIS yang masuk ke Irak dari Suriah membawa gas mustard sehingga menunjukkan bahwa komando umum Angkatan Bersenjata Irak mengetahui masalah ini, dan karena itu operasi penumpasan kawanan teroris tersebut harus dimulai.

Dukungan AS kepada ISIS

Sementara itu, Jabbar al-Mamouri, kepala Persatuan Ulama Provinsi Diyala, Irak, menyinggung adanya dukungan AS kepada ISIS, dan mengatakan bahwa setelah sebagian besar komandan ISIS terbunuh dan menderita banyak kerugian di Diyala ( di bagian timur Irak dan berbatasan dengan Iran) kehadiran kelompok ini hampir sepenuhnya tergulung habis.

Namun Al-Mamouri menyayangkan bahwa ISIS ternyata kembali lagi dan memulai serangan ke berbagai daerah di provinsi Diyala hingga menjatuhkan sejumlah korban tewas dan luka, termasuk pasukan keamanan.

“Seandainya tidak mendapat lampu (hijau) dari AS, ISIS tidak mungkin bisa kembali. Buktinya antara lain ialah penggunaan jenis senjata yang digunakan (ISIS). Anasir ISIS menggunakan senapan-senapan modern, teropong malam, serta mendapat dukungan informasi intelijen yang membuat mereka dapat menyusup ke berbagai daerah di Diyala,” terang al-Mamouri.

Dia lantas mengingatkan bahwa dukungan AS telah membuat “ular-ular hitam” kembali berkeliaran di Diyala, “karena ISIS merupakan sebuah permainan AS yang sudah menjadi rahasia umum di mata dunia.” (fars)