Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 2 Agustus 2019

serangan ansarullah yamanJakarta, ICMES: Puluhan pasukan, satu di antaranya komandan, pro-Saudi dan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi tewas terkena serangan mematikan militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya siap menghadapi skenario terburuk dalam upayanya “menyelamatkan perjanjian nuklir”, dan memastikan bahwa negaranya “akan menang dalam pertarungan berat” ini.

Kantor berita Turki, Anadolu, mengungkap faktor hasrat Uni Emirat Arab (UEA) mengubah kebijakannya dan memperbaiki hubungan dengan Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa rezim Zionis ini di front utara bekerja keras melawan Iran dan Hizbullah Libanon.

Berita selengkapnya:

Ansarullah Gempur Basis Militer di Aden, Puluhan Pasukan Pro-Saudi Tewas

Puluhan pasukan, satu di antaranya komandan, pro-Saudi dan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi tewas terkena serangan mematikan militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), Kamis (1/8/2019).

Saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah melaporkan bahwa serangan dengan rudal dan drone itu telah menghantam kamp militer Jala di barat kota Aden ketika “pasukan bayaran” menggelar parade militer.

Militer Yaman menyatakan bahwa sebuah drone Qasef K2 dan rudal balistik jarak menengah telah digunakan dalam operasi serangan yang bertujuan menghancurkan pasukan lawan itu.

Jurubicara militer Ansarullah mengatakan bahwa parade militer itu digelar pasukan pro-Saudi sebagai persiapan untuk serangan di provinsi Taiz dan Dalea yang berada di bawah kendali Ansarullah.

Saluran TV Al Arabiya al-Hadath milik Saudi menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 40 orang, sementara sebuah sumber militer mengkonfirmasi kematian seorang komandan loyalis Mansour Hadi.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa “sekelompok pasukan (loyalis Hadi) menangisi mayat yang diyakini sebagai komandan”.

Dalam serangan balasan terpisah di hari yang sama, militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah menggempur sebuah pangkalan militer di kota Dammam, Provinsi Timur Arab Saudi, dengan rudal balistik, namun tidak atau belum ada laporan mengenai korban dan kerusakan yang mungkin jatuh akibat serangan ini.

Militer Yaman dan para pejuang Ansarullah belakangan ini meningkatkan serangan balasan mereka untuk memaksa Saudi agar menghentikan invasi militernya ke Yaman.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya menginvasi Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Mansour Hadi dan membasmi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa invasi militer yang dipimpin Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Yaman sejak Januari 2016. (presstv)

Rouhani Nyatakan Iran Siap Hadapi “Pertempuran Sengit dan akan Menang”

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya siap menghadapi skenario terburuk dalam upayanya “menyelamatkan perjanjian nuklir”, dan memastikan bahwa negaranya “akan menang dalam pertarungan berat” ini.

“Pertempuran sengit menanti kita, tapi sudah pasti kita akan menang,” tegasnya dalam sebuah pidato yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi Iran, Kamis (1/8/2019).

Rouhani mengancam, “Jika pihak-pihak lain tidak menerapkan komitmennya maka Iran memiliki opsi-opsi lain yang mungkin tidak menarik bagi mereka. Kita akan menempuh langkah ketiga dalam menarik komitmen kita dalam perjanjian nuklir dengan penuh ketegasan jika kita tidak mencapai hasil-hasil yang baik dalam perundingan.”

Dia melanjukan, “Memang, kita melanjutkan perundingan dengan pihak-pihak yang tersisa dalam perundingan, tapi kita mengelola negara ini dengan asumsi bahwa kita tidak mencapai hasil perundingan ini. Di depan akan ada pertempuran berat, tapi tentu kita akan menang.”

Presiden Rouhani juga memastikan bahwa pemerintah Iran mampu membela negara dan ekonomi nasionalnya dengan sepenuh kekuatan.

“Pemerintah Iran memiliki langkah-langkah untuk meringankan beban rakyat Iran, dan itu akan diterapkan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara itu, wakil komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bidang politik, Brigjen Yadollah Javani, menegaskan bahwa AS dan atau Israel “akan berhadapan dengan pasukan kubu resistensi di seluruh kawasan (Timur Tengan dan sekitarnya) jika sampai “melakukan kesalahan terhadap Iran.”

Dia mengatakan, “Telah saya sampaikan kepada Washington dan Tel Aviv bahwa segala bentuk agresi terhadap Iran akan berhadapan dengan poros resistensi dari Timteng hingga Laut Merah, Laut Arab, dan Teluk Aden.”

Dia juga menegaskan, “Tidak akan pernah ada koalisi maritim AS di Teluk Persia dan negara-negara regional. Angkatan bersenjata Iranlah yang menjamin keamanan Teluk Persia.”

Sebelumnya, AS mengaku bertekad membentuk aliansi untuk menjamin keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia, terutama di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.

Selain itu, Inggris juga menyatakan keharusan pembentukan misi Eropa untuk mengamankan pelayaran di Teluk Persia, menyusul penangkapan kapal tanker Inggris oleh Iran. (alalam)

Kantor Berita Turki Ungkap Faktor Hasrat UEA Perbaiki Hubungan dengan Iran

Kantor berita Turki, Anadolu, mengungkap faktor hasrat Uni Emirat Arab (UEA) mengubah kebijakannya dan memperbaiki hubungan dengan Iran.

Anadolu mengutip pernyataan sumber-sumber UEA bahwa “para emir UEA telah mengadakan pertemuan rahasia menyusul penembak jatuhan drone AS oleh Iran pada Juni lalu”, dan mengkonfirmasi bahwa Perdana Menteri UEA Mohammed bin Rashid Al-Maktoum telah menyerukan “peninjauan ulang secara menyeluruh atas kebijakan luar negeri” UEA.

Al-Maktoum juga menyerukan pencegahan terhadap pembelanjaan dana besar untuk kawasan yang tidak mendatangkan kemaslahatan bagi UEA seperti Libya dan Sudan, serta “penghentian segera kebijakan campur tangan dalam urusan negara-negara lain, yang berbiaya tinggi tanpa balasan.”

Menurut Anadolu, Al-Maktoum dalam pertemuan itu telah mengungkapkan harapannya agar AS melancarkan serangan militer ke Iran dan kekecewaannya terhadap seruan Presiden AS Donald Trump untuk dialog AS dengan Iran, serta menekankan bahwa Iran “akan membalas serangan AS dengan membidik UEA atau Saudi secara langsung maupun melalui orang-orang Yaman”.

Al-Maktoum memberitahu para peserta pertemuan itu bahwa “UEA akan ditinggalkan oleh para investor asing jika negara ini sampai kejatuhan barang satu rudal Iran”, sementara Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al-Nahyan “mendalami kritikan Al-Maktoum dan memerintahkan penerapan sejumlah perubahan dalam kebijakan luar negeri UEA.”

Seperti pernah diberitakan, delegasi militer UEA Selasa lalu berkunjung ke Iran dan mengadakan pembicaraan dengan militer Iran mengenai keamanan regional.

Pihak Iran menyatakan bahwa keduanya telah meneken nota kesepahaman bilateral untuk meningkatkan kerjasama keamanan perbatasan, sedangkan pihak UEA mengaku gembira atas kesefahaman ini. (alalam)

Netanyahu: Israel Melawan Iran dan Hizbullah di Front Utara

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa rezim Zionis ini di front utara bekerja keras melawan Iran dan Hizbullah Libanon.

Pernyataan ini dinyatakan Netanyahu menyusul kabar bahwa Israel melancarkan operasi pemboman di kawasan Quneitra di Suriah selatan, Kamis (1/8/2019).

“Kita di front utara bekerja melawan Iran dan Hizbullah, kita mendengar tentang ini pada hari-hari belakangan,” ujarnya dalam sebuah acara mengenang Ze’ev Jabotinsky (1880-1940), bapak Partai Likud yang berkuasa di Israel.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa Israel telah melancarkan serangan rudal ke daerah Tal Buraiqah di bagian barat provinsi Quneitra hingga menyebabkan kerugian materi.

Israel sendiri belakangan ini telah beberapa mengaku bertanggungjawab atas serangan ke berbagai posisi yang disebutnya milik pasukan Iran dan Hizbulah di Suriah.

Rezim ilegal penjajah Palestina itu bersumbar akan menghabisi posisi militer Iran terutama di bagian selatan Suriah serta mencegah Hizbullah membangun pangkalan-pangkalan militernya di Dataran Tinggi Golan Suriah. (raialyoum)