Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 18 Desember 2020

zainab soleimaniJakarta, ICMES. Zainab Soleimani, putri Jenderal Qasem Soleimani yang dibunuh oleh pasukan Amerika Serikat (AS) pada Januari 2020, menyatakan bahwa semua orang mengetahui bahwa kelompok-kelompok teroris takfiri, termasuk Al-Qaeda dan ISIS, adalah buatan Amerika Serikat.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menilai kesepakatan baru perlu dibuat di antara para penandatangan perjanjian nuklir Iran, yang lazim dikenal dengan nama JCPOA, sebelum Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden dapat membawa negaranya kembali ke kesepakatan itu.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam wawancara dengan surat kabar Arab Saudi Asharq al-Awsat melontarkan pernyataan ambigu dan paradoks dengan mengatakan bahwa Israel tetap akan mengusasi seluruh kota Yerusalem(Quds) namun menyisakan ruang untuk ibu kota Palestina.

Menteri Pariwisata Israel, Orit Farkash-Hacohen, mengaku berharap negaranya kedatangan 100.000 wisatawan Uni Emirat Arab per tahun, menyusul pembukaan jalur udara antara kedua pihak.

Berita Selengkapnya:

Putri Jenderal Soleimani: Semua Orang Tahu ISIS Buatan AS

Zainab Soleimani, putri Jenderal Qasem Soleimani yang dibunuh oleh pasukan Amerika Serikat (AS) pada Januari 2020, menyatakan bahwa semua orang mengetahui bahwa kelompok-kelompok teroris takfiri, termasuk Al-Qaeda dan ISIS, adalah buatan Amerika Serikat (AS), sedangkan apa yang dilakukan oleh ayahnya di Irak dan Suriah ialah perjuangan menumpas mereka.

“Semua orang mengetahui bahwa Al-Qaeda dan ISIS adalah buatan AS, kami memiliki bukti-bukti tentang ini, sedangkan dia (Soleimani) adalah satu-satunya orang yang telah menghadapi mereka,” tutur Zainab, setelah menceritakan komunikasi terakhirnya dengan Soleimani beberapa jam sebelum serangan AS tersebut.

Seperti dikutip Rai Al-Youm, Kamis (17/12), dalam wawancara dengan Russia Today (RT), dia menambahkan, “Ayahku mengusik Washington, dan menghadapi mereka di setiap tempat, lalu mereka ingin menyingkirkannya, karena dia telah membongkar permaianan dan rencana-rencana mereka, menjungkir balik permainan mereka, dan menang atas mereka.”

Zainab yang mengaku terkejut dan sulit percaya saat pertama kali mendengar berita kematian ayahnya mengatakan, “Mereka membayangkan ayahku sebagai teroris yang membunuhi orang, tapi siapa teroris di sini? Teroris adalah orang yang membuat kelompok-kelompok teroris yang menyerang orang-orang tak berdosa dan membunuhi mereka dengan darah dingin di semua tempat di dunia.”

Komandan Pasukan Quds yang bernaung di bawah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Letjen Qasem Soleimani, terbunuh oleh serangan udara AS bersama Abu Mahdi al-Muhandis, tokoh pejuang relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

IRGC lantas  membalas serangan dengan merudal dan meluluh lantakkan Pangkalan Udara Ain Al-Assad yang ditempati oleh pasukan AS di Irak barat. (raialyoum)

IAEA: Perlu Negosiasi Baru untuk Kembalikan AS ke Kesepakatan Nuklir Iran

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menilai kesepakatan baru perlu dibuat di antara para penandatangan perjanjian nuklir Iran, yang lazim dikenal dengan nama JCPOA, sebelum Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dapat membawa negaranya kembali ke kesepakatan itu.

Kepala badan PBB yang bertugas mengawasi kesepakatan nuklir Iran itu menyebut Teheran sudah melanggar terlalu banyak batasan kesepakatan awal menyusul penarikan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2018, sehingga untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran di bawah Biden akan membutuhkan kesepakatan baru yang mengatur pembatalan pelanggaran Iran.

“Saya tidak dapat membayangkan bahwa mereka hanya akan mengatakan, ‘Kami kembali ke titik awal’ karena titik satu sudah tidak ada lagi,” kata Grossi dalam sebuah wawancara dengan Reuters di markas IAEA.

“Ada lebih banyak material (nuklir) … ada lebih banyak aktivitas, ada lebih banyak sentrifugal, dan lebih banyak lagi yang diumumkan. Jadi apa yang terjadi dengan semua ini? Ini adalah pertanyaan yang harus mereka putuskan di tingkat politik,” kata pria asal Argentina tersebut.

“Jelas harus ada protokol atau kesepakatan atau kesepahaman atau dokumen pendukung yang akan mengatur dengan jelas apa yang kita lakukan,” lanjutnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani sendiri, dalam  pidato kabinet yang disiarkan televisi pada 9 Desember, menyatakan bahwa kembali ke kesepakatan nuklir itu mudah; ketika Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral JCPOA pada Mei 2018, dia hanya “menulis di selembar kertas”.

“Orang berikutnya bisa meletakkan selembar kertas bagus dan menandatanganinya, dan itu hanya perlu tanda tangan, kita akan kembali ke tempat kita dulu. Tidak perlu waktu dan tidak perlu negosiasi,” ujarnya.

Di pihak lain, Biden, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari, menyatakan negaranya akan bergabung lagi dengan JCPOA  “jika Iran melanjutkan kepatuhan ketat” kepada perjanjian pembatasan kegiatan nuklirnya yang berimbal pencabutan sanksi. (aljazeera)

Kepada Media Saudi, Gantz:  Israel Tetap Kuasai Yerussalem, Tapi Ada Ruang untuk Palestina

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam wawancara dengan surat kabar Arab Saudi Asharq al-Awsat, Kamis (17/12), melontarkan pernyataan ambigu dan paradoks dengan mengatakan bahwa Israel tetap akan mengusasi seluruh kota Yerusalem(Quds) namun menyisakan ruang untuk ibu kota Palestina.

“Yerusalem harus tetap bersatu tetapi dengan tempat di dalamnya untuk ibu kota Palestina,” ujarnya.

Quds Timur, termasuk Kota Tua, diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967.  Para pemimpin Palestina menuntut hak penuh bangsa Palestina untuk  berdaulat dan bernegara sendiri dengan Quds Timur sebagai ibukotanya, sebagai bagian dari solusi dua negara.

Namun Israel mengklaim keseluruhan kota Yerusalem sebagai ibukotanya, dan pada 2017 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanggar konsensus internasional dengan mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota itu, dan kemudian memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Quds.

“Orang-orang Palestina menginginkan dan berhak atas sebuah entitas di mana mereka dapat hidup secara mandiri… Sebuah negara atau kerajaan, mereka dapat menyebutnya apapun yang mereka inginkan. Itu hak mereka untuk merdeka dan punya modal, ”kata Gantz.

Tak jelas apa yang dimaksud Gantz dalam skenario Yerusalem tetap di bawah kendali Israel namun tetap menyisakan ruang untuk ibu kota Palestina. (aljazeera)

Israel Berharap Kedatangan 100,000 Wisatawan UEA Per Tahun

Menteri Pariwisata Israel, Orit Farkash-Hacohen, mengaku berharap negaranya kedatangan 100.000 wisatawan Uni Emirat Arab (UEA) per tahun, menyusul pembukaan jalur udara antara kedua pihak.

Harapan itu dia nyatakan dalam forum virtual pariwisata Emirat-Israel pertama, yang diselenggarakan oleh pejabat Kementerian Pariwisata Israel, Rabu (16/12).

“Israel sedang bersiap menerima wisatawan dari Uni Emirat Arab, dan akan mematuhi instruksi para ahli kesehatan untuk memastikan bahwa itu tetap menjadi tujuan yang aman dari segi paparan Covid-19, seperti yang kami harapkan. 100 ribu pengunjung per tahun dari Emirat segera setelah langit terbuka,” ujarnya.

“Pariwisata adalah kunci untuk membangun perdamaian abadi antarnegara, dan Israel berharap  menyambut wisatawan dari Uni Emirat Arab,” lanjutnya.

Sementara itu, sebuah pernyataan yang dirilis kantor media pemerintah Israel, Kamis (17/12), menyebutkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan forum itu ialah ” membangun dasar bagi hubungan pariwisata jangka panjang antara Israel dan Uni Emirat Arab.”

Seperti diketahui, Israel dan UEA di bawah mediasi Amerika Serikat telah menandatangani apa yang disebut “Perjanjian Abraham” untuk normalisasi hubungan dan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang.

Perjanjian ini mendapat kecaman dari publik Arab, terutama Palestina sendiri, yang menyebutnya sebagai pengkhianatan. Beberapa negara Arab lain, yaitu Bahrain, Sudan, dan Maroko sejauh ini telah mengikuti jejak UEA, sementara Arab Saudi masih memilih menjalin hubungan diam-diam dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut. (rta)