Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 16 Juli 2021

kuburan kanaan di palestinaJakarta, ICMES. . Otoritas Israel memusnahkan situs makam kuno terbesar Kan’an di Palestina, tepatnya di distrik Al-Khidr di selatan Bethlehem.

Beberapa sumber di Irak mengabarkan bahwa delegasi AS di Irak menyatakan bahwa AS tidak akan menarik pasukannya dari Irak.

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah (kubu Sanaa, ibu kota Yaman) menyatakan bahwa sebanyak 350 teroris takfiri ISIS dan Al-Qaeda tewas dalam pertempuran dengan pasukan kubu Sanaa belakangan ini di Provinsi Al-Bayda, Yaman.

Berita Selengkapnya:

Israel Musnahkan Pemakaman Terbesar Kan’an di Palestina

Otoritas Israel memusnahkan situs makam kuno terbesar Kan’an di Palestina, tepatnya di distrik Al-Khidr di selatan Bethlehem.

Direktur Kantor Resistensi Anti-Tembok Pembatas dan Permukiman Yahudi di Betlehem, Hassan Buraijiya, Kamis (15/7), mengatakan, “Berdasarkan laporan-laporan Israel, peralatan berat rezim pendudukan (Israel) telah menyapu situs makam itu saat melakukan perluasan jalan Al-Iltifafi nomor 60 yang menghubungkan antara Quds (Yerussalem) dan Al-Khalil (Hebron) dan terletak di area seluas 4 hektar di kawasan selatan distrik Al-Khidr.”

Buraijiya mengutuk aksi Israel itu dan menyebutnya “agresi secara terbuka terhadap peninggalan sejarah Palestina menurut undang-undang internasional,  dan merupakan kejahatan perang terhadap bangsa dan sejarah Palestina.”

Sejak beberapa bulan lalu Israel menjalankan proyek pengembangan jalan permukiman 60, yang akan menjurus pada perampasan ribuan hektar tanah di Bethlehem dan Al-Khalil di kawasan yang membentang dari Al-Nafq di utara hingga Jabal Nabi Yunus di selatan.

Hassan Buraija mengatakan bahwa Israel melanjutkan proyek pembangunan permukiman pendatang Zionis Yahudi di Bethlehem.

Dia menjelaskan bahwa kaum Zionis telah mendirikan 510 unit hunian baru di Bethlehem dan masih akan membangun 400 unit di daerah permukiman Majdal Auz dan 110 unit permukiman Abu Hanahil di distrik Kisan.

Israel belakangan ini mensahkan sebuah rencana yang mencakup 31 proyek permukiman di Tepi Barat. Kubu resistensi Palestina menyebut proyek itu menunjukkan ekstremitas kabinet Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan berlanjutnya kebijakan perluasan permukiman dan pendudukan tanah-tanah Palestina. (raialyoum/fna)

AS Dikabarkan Enggan Menarik Pasukannya dari Irak karena Dipaksa

Beberapa sumber di Irak mengabarkan bahwa delegasi AS di Irak menyatakan bahwa AS tidak akan menarik pasukannya dari Irak.

Menurut sumber-sumber itu, delegasi mengatakan kepada pemerintah Baghdad bahwa “karena ada keinginan dari pihak-pihak tertentu untuk memaksa Washington meninggalkan Irak makaWashington justru tidak akan menarik pasukannya keluar dari Irak”.

Sumber-sumber itu mengutip pernyataan delegasi AS bahwa AS tidak memerangi Iran namun akan membalas pada saatnya yang tepat jika kepentingan AS diserang oleh milisi Irak yang didukung Iran.

“Mulai sekarang Washington tak akan diam,” ungkap sumber-sumber itu mengutip pernyataan delegasi AS.

Koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Brett McGurk, yang memimpin delegasi AS telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dan Ketua Parlemen Irak Muhammad al-Halbousi di Baghdad, Kamis (15/7).

Kunjungan McGurk itu dilakukan satu hari setelah kedatangan seorang pejabat Iran ke Baghdad.

Ketua Parlemen Irak Muhammad al-Halbousi dan McGurk membicarakan putaran berikutnya dialog strategis antara AS dan Irak.

Kantor Halbousi menyatakan bahwa kedua belah pihak membahas perluasan kerjasama antara kedua negara, serta koordinasi keamanan di bidang memerangi terorisme, dengan memberikan dukungan logistik dan saran kepada pasukan Irak.

Sebelumnya di hari yang sama Penasihat Keamanan Nasional Irak Qassem al-Araji  menyambut McGurk dan membahas kunjungan delegasi Irak yang akan datang ke Washington dan masalah penarikan pasukan asing dari Irak.

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Nasional Iran Mahmoud Alawi hari itu di Baghdad juga mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Irak Abdul Ghani al-Asadi.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Asadi, Alawi menekankan “pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, melalui pertukaran pengalaman dan informasi keamanan, dengan cara yang berkontribusi pada perang melawan terorisme dan narkoba serta pengamanan perbatasan bersama. ”

Sehari sebelumnya, Alawi mengadakan pertemuan dengan Halbousi di Baghdad di mana Alawi menyampaikan belasungkawa atas tragedu kebakaran Rumah Sakit Pendidikan al-Hussein di Dhi Qar, selain membahas masalah yang menjadi perhatian bersama.

Penasihat Perdana Menteri Irak Hussein Allawi Juni lalu mengatakan kepada Rudaw bahwa Al-Khadimi akan melakukan babak baru dialog strategis dengan AS yang diharapkan akan segera terjadi.

April lalu Washington setuju untuk memindahkan pasukan tempurnya yang tersisa dari Irak sembari menyatakan bahwa mereka akan beralih ke peran pelatihan dan nasihat, sehingga tinggal pembicaraan teknis untuk mengembangkan rencana penarikan tersebut, termasuk mengenai jadwalnya.

Saat ini ada sekitar 2500 tentara AS di Irak. Kelompok-kelompok relawan pejuang yang didukung Iran di Irak telah berulang kali menyerang kepentingan dan posisi AS di Irak untuk memaksa mereka angkat kaki dari negara ini. Kelompok-kelompok itu  meningkatkan serangan setelah AS membunuh komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan Jenderal Iran Qasem Soleimani di Baghdad pada tahun lalu.

Dalam peristiwa terbaru, sumber berita lokal melaporkan bahwa konvoi logistik koalisi pimpinan AS menjadi sasaran bom pinggir jalan di Nasiriyah, Irak selatan, Kamis.

Ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. (fna/rudaw/mna)

350 Teroris Takfiri Tewas dalam Pertempuran dengan Ansarullah di Yaman

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah (kubu Sanaa, ibu kota Yaman) menyatakan bahwa sebanyak 350 teroris takfiri ISIS dan Al-Qaeda tewas dalam pertempuran dengan pasukan kubu Sanaa belakangan ini di Provinsi Al-Bayda, Yaman.

Dalam jumpa pers di Sanaa, Kamis (15/7), Jubir Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree menjelaskan rincian hasil operasi militernya yang bersandi “Al-Nasr al-Mubin” (Kemenangan Yang Nyata) di provinsi tersebut.

“Kelompok-kelompok takfiri berusaha merebut beberapa kawasan di Provinsi Al-Bayda dengan melakukan berbagai gerakan dan tindakan. Upaya menghidupkan kembali kelompok-kelompok takfiri dilakukan demi rencana AS untuk menyasar dan menyerahkan Yaman kepada para anteknya dan para takfiri,” ungkap Saree.

Dia menjelaskan bahwa senjata-senjata yang terungkap dalam operasi militer Al-Nasr Al-Mubin “memperlihatkan besarnya dukungan koalisi agresor yang dipimpin Saudi kepada para takfiri”.

“Koalisi mempersenjatai mereka dan menyediakan celah bagi masuknya puluhan takfiri asing. Pertempuran ini kembali mengungkap fakta anasir takfiri ISIS dan Al-Qaida dan keterhubungan mereka dengan rencana AS di kawasan. Berbagai pihak terkait di Yaman mengantongi informasi mengenai pergerakan anasir takfiri di berbagai wilayah pendudukan, termasuk kota Marib,” lanjutnya.

Yahya Saree menyebutkan bahwa para teroris takfiri telah melakukan banyak kejahatan terhadap penduduk Al-Bayda sehingga badan keamanan dan Angkatan Bersenjata Yaman segera turun tangan menindak mereka.

“Dalam operasi Al-Nasr Al-Mubin sebanyak 350 anasir takfiri dan pasukan bayaran terbunuh dan 560 lainnya terluka, sementara anasir sisanya kabur,” tuturnya.

Menurutnya, berbagai kesatuan tentara Yaman dengan dukungan penduduk dan kelompok-kelompok adat setempat telah melancarkan operasi militer secara besar-besaran, termasuk dengan menembakkan sembilan rudal Badr dan Saeer.

Yahya Saree juga menyebutkan bahwa dalam pertempuran itu jet-jet tempur koalisi yang dipimpin Saudi telah melancarkan serangan sebanyak lebih dari 160 kali terhadap pasukan kubu Sanaa demi melindungi kawanan teroris takfiri, namun kubu Sanaa tetap meraih kemenangan dengan merebut kembali beberapa kawasan dengan total luas sekira 100 km persegi di distrik Al-Sumaah dan Al-Zahir serta menghancurkan 29 mobil lapis baja teroris. (alalam)