Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 15 November 2019

hossein salami irgcJakarta, ICMES. Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami, menyebut pembunuhan Israel terhadap komandan senior Gerakan Jihad Islam Palestina Baha Abu al-Ata sebagai tindakan yang justru semakin mendekatkan Israel kepada titik ajalnya.

Presiden Suriah Bashar Assad berkomentar mengenai motif di balik pembunuhan pemimpin kelompok teroris ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan pemimpin jaringan teroris Al-Qaeda Osama Bin Laden.

Komandan umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi menyerukan kepada negara-negara Arab kawasan Teluk Persia untuk tidak percaya lagi kepada kekuatan-kekuatan asing, dan menegaskan bahwa sudah saatnya pasukan asing di usir dari kawasan ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa setelah Rusia mulai turut memerangi terorisme di Suriah, 90 persen wilayah negara ini berhasil dibebaskan dari pendudukan teroris, dan semua misinyapun sudah dilaksanakan.

Berita selengkapnya:

IRGC: Serang Jihad Islam Palestina, Israel  Kian Dekati Kehancurannya

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami, mengutuk pembunuhan Israel terhadap komandan senior Gerakan Jihad Islam Palestina Baha Abu al-Ata, dan menyebutnya sebagai tindakan yang justru semakin mendekatkan Israel kepada titik ajalnya.

“Pembunuhan komandan Gerakan Jihad Islam Baha Abu al-Ata mendekatkan entitas Zionis kepada langkah akhir kebinasaannya yang pasti,” ungkap Salami, Kamis (14/11/2019).

Dia menilai kejahatan kaum Zionis Israel telah menguras kesabaran Dunia Islam.

“Kesabaran Dunia Islam atas kejahatan-kejahatan Zionis sudah hampir habis. Kaum Zionis menyiapkan sendiri kondisi kejatuhannya dengan cara melanjutkan aksi-aksi jahat di kawasan,” terangnya.

Dia menekankan bahwa Hamas, Jihad Islam, dan seluruh elemen bangsa Palestina berhak membela diri di depan keganasan kaum Zionis.

Mengenai kelanjutan proyek rudal Iran Salami memastikan negara republik Islam ini tidak akan pernah berhenti ataupun mundur dalam isu-isu pertahanan, “karena hal ini merupakan garis merah dan harga mati”, “rudal-rudal Iran sudah berpresisi”, dan Angkatan Udara Iran siap mengganjar segala bentuk kesalahan musuhnya.

Lebih jauh, komandan IRGC menegaskan bahwa rudal-rudal balistik Iran telah menggulung mitos kedigdayaan kapal induk AS.

“Armada-armada AS di manapun di dunia sudah tidak aman lagi, dan orang-orang AS mengetahui hal ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara Israel ke Jalur Gaza dan pembunuhannya terhadap Baha Abu al-Ata, dan menegaskan “keharusan memperkarakan rezim pendudukan Israel ke mahkamah internasional atas kehajatan perangnya di Palestina”. (raialyoum)

Bashar Assad Ungkap Mengapa AS Menghabisi Bin Laen dan Al-Baghdadi

Presiden Suriah Bashar Assad berkomentar mengenai motif di balik pembunuhan pendiri organisasi White Helmets James Le Mesurier di Istanbul, Turki, beberapa hari lalu, dan pembunuhan pemimpin kelompok teroris ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dan pemimpin jaringan teroris Al-Qaeda Osama Bin Laden.

Seperti dilaporkan Al-Alam, Kamis (14/11/2019), dalam wawancara dengan Sputnik dan Rusia 24, Assad menilai motif pembunuhan ketiga orang tersebut tidak lepas dari kegiatan spionase Barat yang bekerja untuk kepentingan intelijen AS, dan ketiganya dihabisi ketika masa pemeranan mereka sudah kadaluarsa di saat mereka mengantongi banyak rahasia penting.

“Supaya kita tidak menilai keadaan ini secara terpisah, kita harus memandangnya dalam konteks umum kasus-kasus serupa. Miliarder AS Jeffrey Epstein terbunuh beberapa pekan lalu, dan mereka (Barat) mengatakan bahwa dia bunuh diri di dalam penjara, padahal dia dibunuh karena membawa banyak rahasia yang sangat penting terkait dengan para tokoh penting dalam sistem, atau dalam rezim AS dan Inggris, dan bisa jadi juga negara-negara lain,” tutur Assad.

Dia menjelaskan, “Apa hubungan historis orang ini (Le Mesurier) dengan aksi kemanusiaan yang dikaitkan dengan White Helmets? Kita mengetahui bahwa mereka tentunya adalah bagian dari Al-Qaeda. Saya meyakini bahwa orang-orang itu, bersama keterbunuhan Bin Laden, dan keterbunuhan Al-Baghdadi belakangan ini, mereka semua di bunuh pertama karena membawa rahasia-rahasia penting, menjadi beban, dan peran merekapun sudah berakhir.” (alalam)

Militer Iran Tegaskan Sudah Saatnya Pasukan Asing Dienyahkan dari Teluk Persia

Komandan umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi menyerukan kepada negara-negara Arab kawasan Teluk Persia untuk tidak percaya lagi kepada kekuatan-kekuatan asing, dan menegaskan bahwa sudah saatnya pasukan asing di usir dari kawasan ini.

“Keamanan Selat Hormuz dan Teluk Persia hanya bisa diwujudkan melalui manifestasi keamanan regional, bukan melalui aliansi-aliansi palsu. Karena itu sudah saatnnya pihak-pihak asing diusir dari kawasan ini,” tegasnya di depan wartawan di provinsi Busher di bagian barat daya Iran, Kamis (14/11/2019).

Mousavi melanjutkan, “Sebagian musuh mungkin membuat pernyataan dengan mengandalkan gudang senjata atau nama senjata tertentu, tapi Republik Islam Iran telah membuktikan kemampuannya membela diri. Berkat kepercayaannya kepada para muda mukmin dan inovatifnya, Iran telah mewujudkan swasembada di bidang industri perlengkapan udara, darat, laut, dan rudalnya. Iranlah yang akan menang dalam konfrontasi yang mungkin pecah di masa mendatang.”

Komandan umum Angkatan Bersenjata Iran menegaskan negaranya tidak mungkin akan tunduk dan menyerah kepada musuh-musuhnya.

“Karena wataknya yang arogan, tamak, dan angkuh, musuh-musuh kami mengira kami seperti yang lain; dapat ditundukkan dan dipaksa menuruti kemauan mereka. Mereka hendaknya mengetahui bahwa bangsa Iran dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran selamanya tidak akan pernah menerima kehinaan ataupun dilemahkan kekuatannya, dan tidak akan pernah bersedia menuruti kehendak kekuatan-kekuatan palsu ini,” ungkap Mousavi. (alalam)

Putin Nyatakan 90 Persen Wilayah Suriah Bebas dari Pendudukan Teroris

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa setelah Rusia mulai turut memerangi terorisme di Suriah, 90 persen wilayah negara ini berhasil dibebaskan dari pendudukan teroris, dan semua misinyapun sudah dilaksanakan.

“Wilayah ini kembali berada di bawah kendali pemerintah Suriah. Inilah tujuan kami, dan kami berhasil melakukannya,” kata Putin pada konferensi pers usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasilia, ibukota Brasil, Kamis (14/11/2019).

Presiden Rusia juga menyinggung kontribusi AS, terutama kontribusi Presiden AS Donald Trump, dalam perang melawan terorisme di Suriah.

Putin mengungkapkan harapannya bahwa Komite Konstitusi Suriah akan berhasil menenangkan situasi dan mengoptimalkan hubungan antara Damaskus dan pihak oposisi.

Rusia mulai mengerahkan pasukan udaranya di pangkalan Hmeimim, Suriah, pada September 2015, untuk membantu tentara Suriah memerangi teroris.

Mengenai pasokan sistem S-400 Rusia ke India, Putin mengatakan bahwa proses pengadaan berlangsung sesuai rencana, sehingga menandakan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi tidak meminta percepatan proses ini.

Pada September lalu Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov mengumumkan bahwa India telah membayar penyedia kontrak pasokan S-400 dan bahwa pasokan akan dilakukan sesuai jadwal.

Ibu kota Brasil menjadi tuan rumah KTT BRICS, yang menghimpun Afrika Selatan, India, Rusia, Cina dan Brasil. (raialyoum)