Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 15 Maret 2019

nirawak RQ-170 IranJakarta, ICMES: Iran mengumumkan bahwa Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar “manuver terbesar” drone atau pesawat nirawak bersandi “Menuju Baitul Maqdis 1” di kawasan Teluk Persia.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyerukan “pengerahan kemampuan secara maksimal” untuk menghadapi ancaman musuh.

Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam menyatakan tak bertanggung jawab atas dua roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel.

Kelompok Ansarullah (Houthi) di Sanaa, ibu kota Yaman yang mereka kuasai, telah melakukan prosesi pemakaman belasan jenazah warga sipil yang terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Berita selengkapnya:

Iran Gelar Manuver Terbesar Drone Bersandi “Menuju Baitul Maqdis 1”

Iran mengumumkan bahwa Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar “manuver terbesar” drone atau pesawat nirawak bersandi “Menuju Baitul Maqdis 1” di kawasan Teluk Persia, Kamis (14/3/2019).

Latihan perang itu merupakan pertama kalinya dengan mengerahkan 50 duplikat nirawak siluman penyerang RQ-170, serta berbagai jenis nirawak penyerang lainnya.

Pada tahun 2011 militer Iran mengumumkan keberhasilannya membajak dan mendaratkan nirawak soluman RQ-170 milik Amerika Serikat (AS) yang terbang memasuk wilayah Iran. Dua tahun kemudian, Iran mengumumkan bahwa para ahlinya berhasil menduplikasi nirawak canggih itu.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars, manuver drone ini merupakan yang terbesar pada kategorinya, dalam hal ukuran partisipasi serentak drone dalam operasi ofensif pertempuran, dan dengan jangkauan yang melebihi 1000 kilometer untuk mencapai target buatan.

“Manuver-manuver ini adalah manuver terkuat Pasukan Dirgantara (IRGC),” ungkap Mayjen Gholam Ali Rashid, salah seorang komandan senior IRGC.

Komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh mengatakan bahwa pasukan ini telah mencapai swasembada dalam merancang, memproduksi dan mengoperasikan drone.

Di bawah pengawasan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei IRGC kini  memiliki armada pesawat pembom ofensif terbesar di kawasan.

Hajizadeh menambahkan bahwa nirawak-nirawak itu melesat dari berbagai posisi menuju sasaran yang ditentukan di Pulau Faror, provinsi Hormozgan di Iran selatan serta menghancurkannya.

Pada November lalu Hajizadeh mengatakan negaranya sekarang memiliki koleksi terbesar duplikat drone AS dan Israel yang tertangkap atau jatuh, termasuk AS MQ1, MQ9, Shadow, ScanEagle, dan RQ-170 serta Hermes milik Israel.

Duplikat RQ-170 pernah digunakan Iran untuk menarget posisi teroris kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak. Program nirawak Iran juga memainkan peran penting dalam memantau kapal perang AS di Teluk Persia. (presstv/raialyoum)

Pemimpin Besar Iran Serukan “Pengerahan Maksimal” Untuk Hadapi Ancaman Musuh

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyerukan “pengerahan kemampuan secara maksimal” untuk menghadapi ancaman musuh, sembari mengingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Rezim Zionis Israel juga telah mengerahkan segenap kemampuan mereka dalam memusuhi bangsa Muslim Iran.

“Musuh, yakni AS dan Zionis, sekarang mengerahkan semua sumber daya dan kemampuannya terhadap bangsa Iran, sementara Barat dan Eropa dengan satu dan lain cara juga memusuhi Iran dari pinggiran,” ungkapnya dalam pertemuan dengan Dewan Ahli Kepemimpinan Iran di Teheran, Kamis (14/3/2019).

Mengacu pada berbagai sanksi berat yang pernah dilancarkan Washington terhadap Teheran selama ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Mereka (AS) telah melancarkan serangan secara maksimal terhadap Iran, namun jika kita juga mengerahkan semua sumber daya dan kemampuan kita maka, dengan anugerah Allah, kita akan menyaksikan pukulan terberat terhadap AS sepanjang sejarahnya. ”

Dia menyebutkan pendekatan tersendiri yang dapat diadopsi Iran dalam menghadapi ancaman musuh, dengan menyebutkan bahwa Iran sangat berpengalaman terkait dengan berbagai modus yang digunakan kubu musuh dalam konfrontasinya dengan Iran.

Mengenai keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, Ayatullah Khamenei menyebutnya hanya merupakan satu di antara sekian banyak modus itu, dan menyerukan agar Iran memanfaatkan pengalaman baru yang didapatnya ketika AS telah berkhianat terhadap perjanjian.

“Musuh kita yang sebenarnya adalah AS, dan kita tidak akan salah dalam mengidentifikasi musuh,” tegasnya. (presstv)

Militer Israel Nyatakan Dua Rudal Dilesatkan Dari Gaza Ke Tel Aviv

Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam menyatakan tak bertanggung jawab atas dua roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel.

Brigade Qassam dalam pernyataan yang dimuat di situsnya, Kamis malam waktu setempat (14/3/2019), menyatakan, “Kami menegaskan bahwa kami tidak bertanggungjawab atas rudal yang ditembakkan malam ini terhadap musuh, apalagi rudal itu diluncurkan pada saat pertemuan diadakan antara para pemimpin Hamas dan delegasi keamanan Mesir mengenai kesefahaman khusus di Jalur Gaza.”

Sore hari sebelumnya, sistem pertahanan udara Israel Kubah Besir (Iron Dome) membunyikan sirene di kota Tel Aviv dan sekitarnya karena ada penembakan rudal ke kota ini.

Militer Israel menyatakan bahwa dua roket itu telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Tel Aviv, namun tidak menimbulkan korban manusia maupun kerusakan.

Tepat sebelum militer Israel mengumumkan hal itu di Twitter, sirene berbunyi di Tel Aviv dan sekitarnya.

Kementerian Luar Negeri Israel memublikasi video yang disebutnya sebagai rekaman peristiwa di mana  Kubah Besi telah merontokkan salah satu rudal “di atas wilayah Tel Aviv.”

Rekaman itu juga menunjukkan adanya dua rudal yang melesat di angkasa dan di atas gedung-gedung tinggi sehingga sirene berbunyi.

Hamas dilaporkan telah mengosongkan pusat-pusat keamanan di Jalur Gaza menyusul peristiwa itu untuk mengantisipasi serangan Israel, sementara Israel juga membuka tempat-tempat penampungan pengungsi untuk mengantisipasi dampak serangan para pejuang Palestina.

Kantor berita Maan mengutip pernyataan sumber-sumber Israel bahwa pembunyian sirene di kawasan Tel Aviv merupakan pertama kalinya sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada tahun 2014. (raialyoum)

Ribuan Orang Makamkan Belasan Korban Sipil Serangan Udara Pasukan Koalisi Pimpinan Saudi

Kelompok Ansarullah (Houthi) di Sanaa, ibu kota Yaman yang mereka kuasai, telah melakukan prosesi pemakaman belasan jenazah warga sipil yang terbunuh oleh serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Prosesi  yang dihadiri oleh ribuan orang itu diwarnai slogan-slogan kecaman terhadap pembantaian yang dilakukan oleh pasukan agresor (Saudi dan sekutunya).

Konflik di Yaman berlanjut antara Ansarullah yang didukung Iran secara politik di satu pihak dan pasukan loyalis presiden tersingkir Abd Rabbo Mansour Hadi yang didukung secara militer oleh Saudi dan sekutunya di pihak lain.

Kantor berita Saba menyebutkan bahwa sebanyak 17 warga sipil, termasuk wanita dan anak kecil, telah dimakamkan setelah dishalati di sebuah masjid di Sanaa, Kamis (14/3/2019)

PBB menyatakan 10 anak kecil dan 12 wanita tewas dalam serangan pada 9 dan 10 Maret lalu di daerah Kashr, provinsi Hajjah, di barat laut Sanaa. PBB tidak menyebutkan pelaku serangan itu, namun Ansarullah memastikannya sebagai serangan udara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa konflik di Yaman telah menewaskan 10.000 orang yang sebagian besar adalah warga sipil sejak Saudi dan sekutunya memulai intervensi militer di Yaman pada Maret 2015 untuk mendukung Mansour Hadi.

Namun, menurut berbagai LSM, jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih besar, dan bahkan mencapai lima kali lipat jumlah yang disebutkan oleh WHO. (raialyoum)