Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 13 Maret 2020

khameneiJakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei  menyatakan adanya dugaan wabah virus corona sebagai serangan biologis, China secara resmi mengungkap dugaan militer AS membawa virus itu ke Wuhan.

Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19) akibat menerima delegasi Iran.

Berita selengkapnya:

Perangi Corona, Ayatullah Khamenei Instruksikan Pembentukan ‘Basis Kesehatan dan Perawatan’

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei  memerintahkan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri  agar membentuk ” basis kesehatan dan perawatan” dalam perang melawan wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda negara republik Islam ini.

Ayatullah Khamenei juga mengapresiasi layanan yang sejauh ini telah diberikan kepada rakyat Iran oleh Angkatan Bersenjata dalam upayanya membendung penyebaran virus corona.

“Sembari memuji layanan yang sejauh ini telah berikan oleh Angkatan Bersenjata kepada warga negara Iran yang mulia dan sambil menekankan perlunya layanan tersebut untuk terus berkembang dan berlanjut, perlu kiranya bahwa layanan ini diatur dalam bentuk basis kesehatan dan perawatan,”tulis Ayatullah dalam surat perintahnya yang dirilis pada hari Kamis (12/3/2020).

Dia menambahkan, “Selain membangun fasilitas perawatan seperti rumah sakit lapangan, rumah sakit, dan lain-lain, harus pula fokus pada pencegahan penyebaran penyakit ini lebih lanjut melalui berbagai metode lain yang juga diperlukan.”

Ayatullah Khaemenei juga menyatakan, “Mengingat adanya beberapa indikasi yang menimbulkan dugaan bahwa peristiwa ini merupakan ‘serangan biologis’ maka langkah-langkah ini bisa juga berupa latihan pertahanan biologis, yang akan menambah kemampuan dan kekuatan nasional.”

Pusat penelitian utama Iran yang didanai militer sedang mengembangkan obat-obatan serta vaksin untuk virus corona demi menunjang upaya pemerintah untuk memerangi wabah tersebut.

Awal Maret lalu Kepala Universitas Ilmu Kedokteran Baqiyatallah (BMSU), yang berafiliasi dengan Koprs Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menyatakan bahwa tiga tim peneliti di pusat akademik ini bahwa salah satu kelompok telah membuat obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini.

“Salah satu obat telah lulus tes laboratorium dan kami berharap kami bisa mendapatkan hasil positif dalam tahap klinis,” ungkap Brigjen Alireza Jalali, yang memimpin BMSU.

Rabu lalu Iran menampilkan model pertama kamera pencitraan termal  yang diproduksi oleh SAIran, sebuah perusahaan elektronik yang dijalankan oleh Kementerian Pertahanan Iran. Menurut SAIran, perangkat infra-merah ini sebanding dengan produk asing dalam hal ketepatan dalam mendiagnosis demam.

Pihak berwenang yang menghadiri upacara itu mengatakan kamera itu akan memasuki tahap produksi massal dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China secara resmi mengungkap dugaan militer AS membawa epidemi corona (COVID-19) ke Wuhan, China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyinggung pernyataan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Robert Redfield, bahwa beberapa warga negara AS yang disebut-sebut meninggal karena influenza bisa jadi sebenarnya meninggal karena COVID-19.

“Kapan pasien nol dimulai di AS? Berapa banyak orang yang terinfeksi? Apa nama rumah sakitnya? Mungkin Angkatan Bersenjata AS yang membawa epidemi ke Wuhan. Bersikaplah transparan! Ceritakan data Anda! AS berutang penjelasan kepada kami!” cecar Zhao di Twitter, Kamis (12/3/2020).

Dalam cuitannya, Zhao juga menuntut pengungkapan berapa banyak di antara jutaan infeksi dan ribuan kematian selama musim flu terbaru yang mungkin sebenarnya terkait dengan COVID-19.

Virus corona pertama kali diketahui muncul di pusat kota Wuhan pada akhir tahun lalu, dan sejak itu, pandemi ini merenggut nyawa ribuan orang yang sebagian besar penduduk China.

Pada akhir Februari lalu, Zhong Nanshan, seorang ahli epidemiologi terkemuka China, mengatakan, “COVID-19 pertama kali ditemukan di Cina tidak berarti berasal dari Cina.”

Zhao menekankan hal yang sama dalam jumpa belum lama ini.

“Belum ada kesimpulan tentang asal-usul virus,” katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan, “Apa yang kita alami sekarang adalah fenomena global dengan sumbernya masih belum ditentukan.”

Sejauh ini, teori konspirasi virus korona yang populer di China menyebutkan bahwa atlet militer AS yang berpartisipasi dalam Pertandingan Dunia Militer di Wuhan tahun lalu diduga telah membawa virus mematikan itu ke Cina. (businessinsider)

Sayid Nasrallah Diisukan Terjangkit Virus Corona, Para Hater Hizbullah Bersuka Ria

Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19) akibat menerima delegasi Iran. Namun kabar itu berasal dari berbagai akun dan media Israel, termasuk channel 13, sementara rezim Zionis ini  dikenal sangat memusuhi kelompok pejuang Libanon tersebut.

Kabar demikian lantas viral di tengah netizen negara-negara Arab Teluk Persia dengan keterangan bahwa kondisi Sayid Nasrallah parah dan diisolasi namun dirahasiakan.  Kabar tersebut, yang juga diviralkan oleh para awak media Arab Saudi, lantas berubah menjadi ajang sukaria virtual dari para hater Hizbullah.

Hizbullah tidak secara resmi tidak atau belum menanggapi rumor tersebut,  namun Jawad Nasrallah, putra Hassan Nasrallah, menanggapinya dengan komentar bahwa berita itu hanyalah angan-angan belaka.

Surat kabar Libanon al-Nahar melaporkan bahwa Sayid Nasrallah akan tampil di depan publik Libanon pada Jumat (13/3/2020) sore waktu setempat. Menurut narasumber al-Nahar, hal ini menunjukkan kepalsuan kabar mengenai kondisi kesehatan Nasrallah tersebut. Sumber itu mengatakan bahwa dari gestur Nasrallah nanti akan terlihat bagaimana kondisi dia sebenarnya untuk menilai apakah dia terpapar virus itu atau tidak.

Sebuah tagar berbahasa Arab yang berarti “sayid dalam keadaan baik” muncul sebagai tanggapan atas rumor tersebut.

Hassan Nasrallah sudah berulangkali diterpa rumor mengenai kondisi kesehatannya, dan biasanya Hizbullah memang tidak menanggapi rumor itu, atau terbantah dengan sendirinya ketika dia menyampaikan pidato atau orasi kepada publik mengenai berbagai perkembangan terkini.

Sementara itu Rumah Sakit Rafiq Hariri milik pemerintah Lebanon dalam laporan hariannya tentang perkembangan terakhir epidemi corona di negara, Kamis, mengumumkan bahwa jumlah infeksi baru meningkat menjadi 75 kasus setelah ditemukan tujuh kasus positif baru. (raialyoum/alalam)