Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 12 Juni 2020

Muhammad Al-IssaJakarta, ICMES. Liga Muslim Dunia, yang bermarkas di kota suci Mekkah al-Mukarromah, Arab Saudi, melalui Twitter membantah telah berpartisipasi  dalam konferensi dialog dengan para pejabat Israel, namun berbangga atas penghargaan yang didapat sekjennya terkait dengan kampanye pemberantasan anti-Semitisme.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi menyatakan bahwa dialog strategis antara Irak dan Amerika Serikat (AS) akan bergantung pada pendapat otoritas keagamaan tertinggi serta parlemen dan kebutuhan Irak.

Lebih dari 16.000 rakyat Libya terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang terjadi antara kubu GNA yang diakui PBB sebagai pemerintah Libya melawan kubu LNA yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar.

Berita selengkapnya:

Ulama Saudi Ini Bangga Mendapat Penghargaan Kampanye Pemberantasan Anti-Semitisme

Liga Muslim Dunia, yang bermarkas di kota suci Mekkah al-Mukarromah, Arab Saudi, melalui Twitter, Kamis (11/6/2020), membantah kabar pihaknya telah berpartisipasi  dalam konferensi dialog dengan para pejabat Israel, namun berbangga atas penghargaan yang didapat sekjennya terkait dengan kampanye pemberantasan anti-Semitisme.

Sebelumnya, sebuah organisasi yang aktif memerangi anti-Semitisme mengaku menghormati ulama Saudi yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad Al-Issa, atas kontribusinya dalam perang melawan anti-Semitisme, dalam sebuah pertemuan virtual.

Dalam sesi pertama yang didedikasikan untuk para pemimpin dan tokoh Muslim berpengaruh yang terlibat dalam perang anti-Semitisme, Gerakan Anti-Semitisme dan Federasi Sephardi Amerika telah menganugerahkan penghargaan khusus kepada Al-Essa.

Bantahan tersebut dinyatakan Liga Muslim Dunia setelah Israel menyoraki pernyataan al-Issa mengenai anti-Semitisme.

Kementerian Luar Negeri Israel di beberapa cuitan di akun resmi Twitter-nya pada Kamis malam dan Rabu lalu menyoraki pernyataan Al-Issa, terutama mengenai seruannya untuk membangun kembali jembatan dialog dan relasi kemitraan antara Yahudi dan Arab.

Al-Issa sendiri pernah melakukan tindakan kontroversial dengan mengunjungi kamp Auschwitz pada 23 Januari lalu manakala Israel sedang memperingati 75 tahun apa yang disebut kaum Zionis sebagai Tragedi Holocaust.

Dalam sebuah wawancara dengan AFP Rabu lalu ulama Saudi itu mengatakan bahwa memerangi anti-Semitisme merupakan prinsip, norma, dan pendirian Islam, serta menekankan keharusan mengesampingkan perselisihan kebijakan politik.

Pada Selasa lalu Gerakan Anti-Semitisme dan Federasi Sephardi Amerika memberinya penghargaan yang tergolong pertama kalinya diberikan kepada tokoh Muslim yang berpartisipasi dalam kampanye pemberantasan anti-semitisme.

Al-Issa merasa bangga atas penghargaan tersebut sembari mengatakan, “Kami bekerja untuk memerangi anti-Semitisme dan Islamfobia dan segala bentuk permusuhan lainnya, tapi kami harus menggunakan kekuatan lunak, bukan yang lain.”

Liga Muslim Dunia adalah salah satu organisasi Islam non-pemerintah terbesar di dunia. Organisasi ini didirikan di Mekkah pada tahun 1962 dan telah memiliki 60 anggota dari 22 negara Muslim.

Saudi secara resmi tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, namun keduanya sepakat memandang Iran sebagai musuh bersama dan menuding Teheran berusaha memperluas pengaruh di Timteng serta berambisi meraih senjata nuklir.

Pada Januari lalu Israel mengizinkan warganya melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk tujuan keagamaan dan komersial. (raialyoum)

PM Irak: Dialog dengan AS Bertumpu Pada Pandangan Otoritas Keagamaan dan Kebutuhan Irak

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi menyatakan bahwa dialog strategis antara Irak dan Amerika Serikat (AS) akan bergantung pada pendapat otoritas keagamaan tertinggi serta parlemen dan kebutuhan Irak.

Dalam konferensi pers di Baghdad, Kamis, (11/6/2020), Al-Kadhimi memastikan “pemerintah bergantung pada pelestarian kedaulatan Irak dalam dialog dengan Amerika”.

Dia menjelaskan bahwa pihak Irak dalam dialog itu akan fokus pada masalag kedaulatan. Dia juga menekankan keharusan Irak menjadi pentas perdamaian, bukan ajang konflik antarkekuatan eksternal, seakan menyinggung konflik antara AS dan Iran di Irak dan kawasan Timteng secara umum.

Perdana Menteri Irak menyebutkan bahwa mencapai kedaulatan dan mempertimbangkan kepentingan negara adalah salah satu prioritas dalam dialog dengan AS. (alalam)

Sekutu AS Kurangi Jumlah Pasukannya di Irak Hingga Separuh

Harian terbitan AS, New York Times, melaporkan, saat ini jumlah serdadu AS di Irak sekitar 5.200 orang. Namun Pentagon meyakini bahwa misi AS di negara itu bisa dilaksanakan oleh separuh dari jumlah serdadu tersebut.

Seraya mengungkit keinginan Washington untuk mempertahankan pasukannya di Irak, New York Times menulis,”Pentagon tak ingin mempertahankan pasukannya di Irak lebih dari jumlah minimal yang dibutuhkan.”

Menurut harian ini, alasan dari keputusan Pentagon ini adalah dijadikannya serdadu AS sebagai target serangan di Irak. Dalam satu kasus di bulan Maret lalu, 3 orang tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangan. 2 orang dari yang tewas itu adalah serdadu AS.

Karena Pentagon percaya bisa menjalankan tugasnya dengan separuh jumlah serdadu sekarang, pasukan AS di Irak akan dipangkas menjadi 2.500 hingga 3.000 orang. Namun hingga kini Pentagon belum menentukan jadwal waktu pengurangan pasukannya.

New York Times juga melaporkan, 29 negara yang tergabung dalam Koalisi Internasional telah mengurangi jumlah pasukan mereka hingga separuh. Kini jumlah serdadu sekutu AS di Irak hanya 1.200 orang.

PBB: Serangan di Tripoli Sebabkan 16.000 Warga Sipil Mengungsi

Lebih dari 16.000 rakyat Libya terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang terjadi antara kubu GNA yang diakui PBB sebagai pemerintah Libya melawan kubu LNA yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar.

Misi khusus PBB untuk Libya (UNSMIL) mengatakan, “ Pergerakan militer yang baru-baru ini terjadi di Tripoli (ibukota Libya) telah melahirkan gelombang baru pengungsi yang jumlahnya mencapai 16.000 orang, dalam waktu beberapa hari.”

GNA yang mendapat dukungan penuh dari Turki yang berbasis di Tripolo telah merebut kembali sejumlah pos-pos penting yang sebelumnya dikuasai oleh loyalis Haftar di Libya barat. Pos-pos itu termasuk kota Tarhuna dan Tripoli bagian tenggara.

Pasukan LNA yang dipimpin Haftar berbasis di Libya timur. Kubu ini mulai melancarkan serangan massif pada April lalu untuk merebut ibukota Tripoli dari GNA. Ratusan tewas sementara PBB memperkirakan 200.000 orang lebih terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran itu. Jumlah ini belum termasuk angka 16.000 yang terhitung dalam beberapa hari terakhir.

Pada 6 Juni lalu, Mesir di bawah komande Presiden El-Sisi telah mengerahkan pasukannya ke Libya. Mesir mengklaim akan mengakhiri pertempuran di Libya. Inisiatif ini disambut baik oleh Haftar, sekutu Mesir di Libya. (allafrica)