Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 2 Oktober 2020

perjanjian damai UEA dan Bahrain dengan israelJakarta, ICMES. Asisten khusus ketua parlemen Iran urusan internasional Hossein Amir Abdollahian kembali angkatan bicara mengenai normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA)-Israel dengan menyatakan bahwa pengkhianatan terhadap Palestina itu dilakukan oleh Emirat Abu Dhabi saja.

Komandan unit pasukan drone Vali-e Asr dari Pasukan Darat Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Shahram Hassannejad menyebut negaranya masuk dalam lima besar negara produsen drone terbaik di dunia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia dapat diterapkan di Nagorno-Karabakh namun dengan satu syarat, yaitu pasukan Armenia angkat kaki dari wilayah yang dipersengketakan tersebut.

Penyelidik utama kasus ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, ibu kota Libanon, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dua orang Rusia yang masing-masing berstatus sebagai kapten dan pemilik kapal yang membawa ribuan ton amonium nitrat ke Beirut tujuh tahun silam.

Berita selengkapnya:

Pejabat Iran Sebut Yang Berkhianat Hanya Abu Dhabi, Bukan Bagian Lain UEA

Asisten khusus ketua parlemen Iran urusan internasional Hossein Amir Abdollahian kembali angkatan bicara mengenai normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA)-Israel dengan menyatakan bahwa pengkhianatan terhadap Palestina itu dilakukan oleh Emirat Abu Dhabi saja.

“Normalisasi hubungan UEA dengan para Zionis (Israel) berkaitan semata dengan pengkhianatan Emirat Abu Dhabi, bukan emirat-emirat lainnya,” cuitnya di Twitter, Kamis (1/10/2020).

Mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran ini juga menyinggung kunjungan Direktur Badan Intelijen Israel (MOSSAD) Yossi Cohen ke Manama, ibu kota Bahrain.

“Dalam kunjungan direktur MOSSAD ke Manama, keluarga Al-Khalifa Bahrain dan keluarga Salman Saudi telah menjadi hanya sebagai boneka mainan Washington dan London,” tulisnya.

Dia juga menyebutkan, “Israel dewasa ini sedang merancang rencana disintegrasi Saudi.”

Kantor berita Bahrain, BNA, Kamis, melaporkan bahwa Cohen mengadakan pembicaraan di Bahrain dengan dua pejabat senior keamanan dan intelijen Bahrain  setelah kedua negara sepakat untuk menormalisasi hubungan.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 15 September lalu meneken dua perjanjian normalisasi hubungan, masing-masing bersama Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian, UEA dan Bahrain masing-masing menjadi negara ketiga dan keempat yang meneken perjanjian damai dengan Israel setelah Mesir pada tahun 1979 dan Yordania pada tahun 1994. Sebagaimana Israel, dua negara Arab Teluk Persia itu memusuhi Iran yang juga sangat dimusuhi oleh AS. (alalam/railayoum)

Iran Masuk Lima Besar Negara Dunia Berteknologi Drone  

Komandan unit pasukan drone Vali-e Asr dari Pasukan Darat Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Shahram Hassannejad menyebut negaranya masuk dalam lima besar negara produsen drone terbaik di dunia.

“Kami adalah salah satu dari lima negara unggul di dunia di bidang (teknologi) drone,” katanya, seperti dikutip situs pemberitaan Fars milik Iran, Kamis (1/10/2020).

“Saat ini, semua drone yang digunakan oleh Tentara dan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran diproduksi sepenuhnya di dalam negeri dan tidak ada bagian yang diimpor,” tambahnya.

Iran merupakan negara yang terus meraksasa dari segi militer meskipun terus menerus dihantam badai sanksi dan embargo. Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh September lalu menyatakan negaranya sekarang masuk dalam 10 besar negara dunia di bidang produksi rudal dan drone serta teknologi luar angkasa.

Dia menambahkan, “Hari ini, kami telah naik dari tingkat regional, kami menikmati posisi global di berbagai bidang rudal, rudal jelajah, pertahanan udara, drone, dan area luar angkasa, dan kami termasuk di antara 5 hingga 10 teratas di dunia.”

Dalam hal ini dia antara lain menyebutkan contoh keberhasilan IRGC mengorbitkan satelit militer pertama Iran “ Nour 1” pada April lalu.

“Hari ini, kita dapat melihat titik mana pun di dunia yang kita inginkan melalui satelit ini dari ketinggian 430 km,” ujarnya.

Bulan lalu Iran membekali Angkatan Laut IRGC dengan ratusan drone dan helikopter baru buatan dalam negeri serta tiga pesawat tinggal landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang baru dikembangkan.

Dalam upacara penyerahan itu dilakukan peluncurkan tiga unit drone yang masing-masing dinamai Sepehr, Shahab 2 dan Hodhod 4. (fna)

 

Erdogan: Gencatan Senjata Bisa Terapkan di Karabakh dengan Syarat

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia dapat diterapkan di Nagorno-Karabakh namun dengan satu syarat, yaitu pasukan Armenia angkat kaki dari wilayah yang dipersengketakan tersebut.

Dalam pidatonya di depan parlemen Turki, Rabu (30/9/2020), Erdogan mengkritik Rusia, Amerika Serikat (AS) dan Prancis, tiga negara yang berpartisipasi dalam Kelompok Minsk Karabakh yang bernaung di bawah Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa.

Presiden Turki menganggap Moskow, Washington dan Paris bertanggung jawab karena mengabaikan kasus Karabakh selama tiga dekade. Dia juga menegaskan bahwa upaya Kelompok Minsk sekarang untuk  meredakan situasi di kawasan itu “tak dapat diterima”.

Erdogan mengaku sudah mendiskusikan masalah Karabakh dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tetapi tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Menurut Presiden Turki, kini sudah tiba saatnya untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan Azerbaijan telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan sendiri masalah Nagorno-Karabakh.

Erdogan mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah itu bergantung pada “penarikan Armenia dari semua tanah Azerbaijan yang didudukinya.”

Dia menyebut Armenia sebagai “negara nakal” yang telah ”memfitnah” Turki. Dia lantas menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung Azerbaijan dengan semua fasilitas yang dimilikinya dan dengan prinsip “satu bangsa di dua negara”. (alalam)

Soal Ledakan Beirut, Libanon Minta Interpol Tangkap Dua Orang Rusia

Penyelidik utama kasus ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, ibu kota Libanon, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dua orang Rusia yang masing-masing berstatus sebagai kapten dan pemilik kapal yang membawa ribuan ton amonium nitrat ke Beirut tujuh tahun silam. Demikian dilaporkan kantor berita Libanon, NNA, Kamis (1/10/2020).

Seperti diketahui, sebanyak hampir 2.700 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut meledak pada tanggal 4 Agustus 2020, menewaskan 193 orang, melukai sekitar 6.500 orang, dan menyebabkan kehancuran yang luas sehingga hampir 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Hakim Fadi Sawwan merujuk kasus tersebut ke kejaksaan negara yang meminta Interpol untuk menahan dua warga Rusia tersebut.

NNA tidak menyebutkan nama kedua orang Rusia itu, namun diketahui bahwa Boris Prokoshev adalah kapten yang melayarkan Kapal MV Rhosus dari Turki ke Beirut pada tahun 2013, sementara Igor Grechushkin adalah seorang pengusaha Rusia yang tinggal di pulau Mediterania di Siprus dan membeli kapal kargo itu dari Cypriot pengusaha Charalambos Manoli pada tahun 2012.

Grechushkin diinterogasi oleh polisi atas permintaan kantor Interpol Lebanon pada Agustus lalu.

Puluhan orang yang sebagian besar adalah petugas pelabuhan dan bea cukai ditahan setelah terjadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar tersebut. (aljazeera)