Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 20 Juni 2022

Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayid Ali Khamenei menyatakan  masalah utama dalam krisis Ukraina terletak pada obsesi Barat untuk ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, menyatakan bahwa negaranya memiliki 3% dari kemampuan nuklir dunia, tapi lebih dari 25% inspeksi telah dilakukan di Iran.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyatakan bahwa Israel sedang mempersiapkan opsi ofensif terhadap Iran jika diperlukan.

Pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina berusia 53 tahun di dekat tembok pemisah di kota Qalqilya, Tepi Barat.

Berita Selengkapnya:

Ayatullah Khamenei: Ekspansionisme NATO Picu Krisis Ukraina

Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayid Ali Khamenei menyatakan  masalah utama dalam krisis Ukraina terletak pada obsesi Barat untuk ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Masalah utama terkait dengan Ukraina adalah upaya Barat memperluas NATO, Barat tak segan-segan  memperluas pengaruhnya  di mana pun mereka  dapat  melakukannya,” ujar Ayatullah Khamenei dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Teheran, ibu kota Iran, Ahad (19/6).

Dia menekankan bahwa perkembangan itu harus dipantau dengan seksama dan cermat, mengingat fakta bahwa Amerika Serikat (AS) dan Barat selalu berusaha untuk memperluas pengaruh mereka di berbagai kawasan Asia Timur maupun Asia Barat (Timur Tengah), dan membidik kemerdekaan dan kedaulatan negara lain.

Mengenai hubungan Iran- Kazakhstan, dia menyinggung ikatan sejarah dan budaya yang sudah lama terjalin antara kedua negara, dan menyerukan perluasan kerjasama di berbagai bidang, terutama dalam format kerjasama regional.

Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa Farabi (Alpharabius), filsuf Muslim asal Kazakstan yang karyanya telah diteliti dan dipelajari di Iran selama seribu tahun, dapat dianggap sebagai dasar kerjasama budaya dan pendirian komite ilmiah bersama antara kedua negara.

Di pihak lain, Presiden Tokayev, mengaku telah mengadakan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, dan menyebutkan bahwa dokumen-dokumen yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dapat meletakkan dasar bagi perluasan lebih lanjut hubungan antara kedua negara.

Presiden Kazakh menyebut kesamaan sejarah dan budaya antara Iran dan Kazakhstan sebagai hal yang mengakar, dan menyambut baik usulan Ayatullah Khamenei untuk membentuk komite ilmiah tentang Farabi.

Dia juga mengungkapkan pandangannya tentang isu-isu regional seperti situasi di Ukraina dan menjelaskan kondisi negaranya setelah upaya kudeta yang gagal pada Januari tahun lalu.

Presiden Iran Ebrahim Raisi juga menghadiri pertemuan Ayatullah Khamenei dengan delegasi Kazakhstan. (irna)

Buka Rahasia, Iran Mengaku Kuasai 3% Kemampuan Nuklir Dunia

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, menyatakan bahwa negaranya memiliki 3% dari kemampuan nuklir dunia, tapi lebih dari 25% inspeksi telah dilakukan di Iran.

Eslami menegaskan bahwa organisasi internasional tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan mereka.

“Yang penting bagi dunia adalah mengetahui bahwa Iran hanya memiliki tiga persen dari pangsa nuklir dunia, tetapi lebih dari 25 persen inspeksi IAEA (Badan Energi Nuklir Internasional) sedang dilakukan di Iran,” kata kepala Eslami di Natanz, Ahad (19/6).

Dia menyoal berapa banyak negara pembuat kegaduhan isu nuklir Iran yang diperiksa oleh para ahli IAEA.

Menyinggung pakta keamanan trilateral antara Australia, Inggris, dan AS yang dikenal sebagai AUKUS, di mana AS dan Inggris akan membantu Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, Eslami mengatakan, “Bukankah mereka ( IAEA) sensitif terhadap negara-negara ini?”

Pada September 2021, mantan duta besar Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Kazem Gharibabadi, pada sesi reguler IAEA ke-65, mengecam apa yang dia sebut standar ganda Barat karena getol menuduh Iran mengejar teknologi nuklir non-sipil tapi di saat yang sama membiarkan kesepakatan pembangunan kapal selam berbahan bakar uranium tingkat senjata ke negara lain.

“Sangat disesalkan bahwa negara-negara yang memarahi Iran karena memperkaya uranium hingga 60 persen untuk tujuan kemanusiaan dan damai sekarang telah memutuskan untuk menjual ke Australia kapal selam nuklir militer yang akan menggunakan uranium yang diperkaya ke tingkat lebih dari 90 persen,” terangnya.

Kepala AEOI melanjutkan bahwa tindakan nuklir timbal balik Iran sejalan dengan kebijakan “tekanan psikologis dan politik” dan kampanye “tekanan maksimum” terhadap bangsa Iran.

“Musuh, dalam nafas terakhir mereka, mengambil ujian terakhir mereka dan membawa kasus Iran ke Dewan Gubernur (IAEA), yang kami tanggapi dengan cara yang sepenuhnya legal, dan jika mereka ingin mematuhi perjanjian maka apa pun yang telah disepakati akan dilaksanakan, tidak lebih atau tidak kurang,”pungkas Eslami. (tasnim)

Ini Ancaman Gantz Jika Iran Serang Orang Israel di Turki

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyatakan bahwa Israel sedang mempersiapkan opsi ofensif terhadap Iran jika diperlukan.

Ketegangan antara Israel dan Iran telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan membuat Israel mengimbau warganya di Turki untuk segera meninggalkan negara ini dalam beberapa hari terakhir, karena kekhawatiran terhadap apa yang diklaim Israel sebagai rencana agen Iran membunuh atau menculik orang Israel di sana.

Imbauan itu muncul di tengah laporan pers yang belum diverifikasi bahwa intelijen Israel dan Turki berhasil menggagalkan beberapa serangan yang direncanakan oleh jaringan luas agen Iran, dan menangkap beberapa tersangka.

Gantz dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 News, Ahad (29/6), bersumbar, “Kami berhubungan dengan otoritas Turki yang relevan, dan kami tentu saja terutama mempersiapkan kemampuan ofensif, jika dan ketika dibutuhkan. Saya menyarankan agar Iran tidak menguji kemampuan ini.”

Sehari sebelumnya, pada pembukaan rapat kabinet mingguan di kota Quds (Yerusalem), Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan ihwal apa yang disebutnya upaya Iran mengatur serangan teror terhadap orang Israel di luar negeri. Dia mengancam bahwa siapa pun yang mencoba akan membayar mahal.

“Kami saat ini menyaksikan upaya Iran untuk menyerang Israel di berbagai lokasi di luar negeri,” kata Bennett.

Dia menambahkan, “Aturan baru kami: Siapa pun yang mengirim, membayar. Kami akan terus menyerang mereka yang mengirim teroris.”

Seorang pejabat senior keamanan Israel mengklaim adanya sel-sel Iran yang berkeliaran di  wilayah Turki dan dipimpin oleh kepala Badan Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang orang Israel.

Pada awal pekan lalu terdapat sekitar 5000 orang Israel di Turki, namun pada akhir pekan itu jumlah tersebut surut menjadi sekitar 2.000 orang.

Dalam beberapa hari terakhir Iran telah berulang kali menegaskan membalas pembunuhan Kolonel IRGC Hassan Sayyad Khudaei pada 22 Mei lalu. (raialyoum)

Pasukan Israel Bunuh Pria Palestina di QalQilya

Pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina berusia 53 tahun di dekat tembok pemisah di kota Qalqilya di utara Tepi Barat, Ahad (19/6).

Kementerian kesehatan Palestina mengumumkan bahwa korban adalah Nabil Ahmed Ghanem, penduduk kota Nablus yang ditembak mati dan  dikenai “eksekusi lapangan” di dekat desa Jaljulia.

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa Ghanem telah tertembak ketika mencoba melintasi pagar pemisah. Dia adalah satu di antara puluhan ribu warga Palestina Tepi Barat yang secara teratur mencari pekerjaan di Israel.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan Israel telah menembak “seorang tersangka yang merusak pagar keamanan”, yang oleh Palestina dan banyak organisasi HAM dijuluki sebagai “dinding apartheid”.

Pengadilan Internasional di Den Haag memerintahkan Israel untuk meruntuhkan tembok itu setelah menyebutnya ilegal. Namun demikian, tembok ituyang sangat membatasi gerakan Palestina masih tetap berdiri kokoh. (aljazeera)