Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan dengan delapan unit pesawat nirawak terhadap beberapa target Israel di wilayah pendudukan Palestina pada hari Ahad (7/09).

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyerukan kepada negara-negara Islam agar memutus hubungan perdagangan dan diplomatiknya secara total dengan Israel, dan mengucilkan rezim Zionis ini.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan akan mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa Israel telah menerima persyaratannya seiring dengan berlanjutnya serangan brutal di wilayah Palestina tersebut.
Berita selengkapnya:
Gempur Israel dengan 8 Drone, Yaman Minta Semua Maskapai Penerbangan Tinggalkan Palestina Pendudukan
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan dengan delapan unit pesawat nirawak terhadap beberapa target Israel di wilayah pendudukan Palestina pada hari Ahad (7/09).
Berikut ini adalah pernyataan lengkap Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Demi membela bangsa tertindas Palestina dan para pejuangnya yang mulia, dan sebagai tanggapan atas kejahatan genosida dan pelaparan yang dilakukan oleh musuh, Zionis, terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza, serta sebagai penegasan atas pendirian Yaman dalam Perang Kemenangan Yang Dijanjikan dan Jihad Suci, Pasukan Nirawak Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan operasi militer luas dengan sejumlah drone yang menyasar sejumlah target di kawasan Negev, Eilat, Ashkelon, Ashdod, dan Jaffa.
Operasi ini terbagi sebagai berikut;
– Satu unit drone terhadap Bandara Ramon, dan telah mengena bandara ini secara langsung, berkat pertolongan Allah, dan telah menyebabkan penon-aktifan bandara ini dan terhentinya gerakan navigasi di sana.
– Tiga unit drone terhadap dua target militer sensitif dengan Negev.
– Satu unit drone terhadap target vital di Ashkelon.
– Satu unit drone terhadap Bandara Lod (Ben Gurion).
– Dua unit drone terhadap target vital di kawasan Ashdod.
Operasi ini sukses merealisasikan tujuannya, berkat pertolongan Allah, dan sistem intersepsi Israel dan AS gagal memantau dan mengungkap beberapa di antaranya.
Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan operasi militernya, tidak akan pernah mundur dari pendiriannya mendukung Gaza, bagaimana pun dampak dan akibatnya, dan bahwa Yaman, berkat anugerah Allah, meningkatkan performa senjatanya hingga lebih berdampak dan efektif.
Angkatan Bersenjata Yaman juga menegaskan kepada semua maskapai penerbangan bahwa bandara-bandara di wilayah Palestina pendudukan tidaklah aman, akan diserang secara kontinyu, dan Angkatan Bersenjata ini tidak bertanggungjawab atas dampak apapun dalam hal ini. Karena itu, mereka harus segera meninggalkan Palestina pendudukan, dan tidak kembali ke bandara-bandara itu karena memang sudah tidak aman.
Kepada kaum Zionis kami menegaskan: Angkatan Bersenjata Yaman akan membuktikan kepada kalian bahwa pemimpin bodoh kalian membodohi kalian dengan jaminan kepada kalian. Sebab, kami memiliki apa menimpa sistem-sistem perlindungan dan target-target vital, dan pada beberapa hari mendatang, dengan izin Allah, hal itu akan terungkap bagi kalian.
“Orang-orang yang zalim kelak akan mengetahui ke mana mereka akan kembali.” (QS. Al-Syu’ara’ : 227)
Allah Maha Benar lagi Maha Agung.
Yaman akan terus melanjutkan operasi dukungannya (kepada Gaza) sampai agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Cukuplah Allah sebagai pelindung, dan Dia adalah sebaik-baik maula dan sebaik-baik penolong.
Hidup Yaman lagi bebas, mulia dan merdeka.
Kemenangan bagi Yaman, dan bagian segenap kaum merdeka umat Islam.
Sanaa, 15 Rabiul Awwal 1447 H/7 September 2025
Demikian dirilis oleh Angkatan Bersenjata Yaman.
Beberapa video beredar terkait dampak serangan Yaman tersebut. (alalam)
Ayatullah Khamenei Minta Negara-Negara Islam Putuskan Hubungan dengan Israel
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyerukan kepada negara-negara Islam agar memutus hubungan perdagangan dan diplomatiknya secara total dengan Israel, dan mengucilkan rezim Zionis ini.
“Tragedi yang disebabkan oleh rezim penjahat Zionis di Gaza harus dilawan… Negara-negara yang dewasa ini berargumentasinya hendaklah memutuskan hubungan perdagangannya secara total dengan Rezim Zionis, bahkan memutuskan hubungan diplomatik, dan mengucilkannya,” tegas Ayatullah Khamenei, Ahad (7/9).
Dia menambahkan, “Rezim Zionis adalah pemerintahan yang paling terkucil dan dibenci di dunia, tapi jalur-jalur komunikasi harus ditutup lebih dari itu. Ini merupakan tanggungjawab semua pemerintah.”
Pemimpin Besar ran juga mengatakan, “Menurut saya, salah satu fokus terpenting diplomasi kita ialah mendorong berbagai pemerintah agar memutuskan hubungan dengan entitas Zionis; pertama di bidang perdagangan, kemudian di bidang diplomatik.”
Mengenai kondisi di Iran sendiri terkait konfliknya dengan Israel dan Amerika Serikat, dia mengatakan, “Kita harus mengutamakan spirit kerja dan jerih payah pada situasi tidak perang dan tidak pula damai… Kita harus memperkuat spirit kerja, upaya, dan pembangunan serta mengutamakan spirit ini atas kondisi yang hendak dipaksakan oleh musuh terhadap kita ini, yaitu tidak perang dan tidak pula damai. Kondisi ini merupakan salah satu bahaya nyata bagi negara ini. Ini adalah situasi ambigu dan melelahkan, yang menghalangi peluang untuk maju, dan membuat suasana umum masyarakat tetap ragu dan tidak stabil.”
Ayatullah Khamenei juga mengatakan, “Untuk mengatasi kondisi ini, kita harus menanamkan semangat inisiatif, antusiasme, harapan, tindakan, dan inovasi dalam masyarakat, bukan hanya dalam kata-kata, melainkan melalui implementasi, pencapaian hasil, dan menunjukkan dampak nyata dari kemajuan. Di mana pun semangat ini berjaya, negara ini maju; dan saat ini pun, jalan untuk mengatasi tantangan didasarkan pada kemauan dan tekad nasional yang sama.” (alalam)
Trump Isyaratkan Pengajuan Proposal Gencatan Senjata Baru untuk Gaza
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan akan mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa Israel telah menerima persyaratannya seiring dengan berlanjutnya serangan brutal di wilayah Palestina tersebut.
Dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Minggu (7/9), Trump memperingatkan Hamas agar menerima persyaratannya, dengan mengaku telah memberi tahu kelompok pejuang tersebut perihal “konsekuensi” penolakan terhadap tawaran tersebut.
Sepanjang perang 23 bulan di Jalur Gaza, para pejabat AS telah berulang kali mengklaim bahwa Israel telah menerima upaya gencatan senjata , padahal para pemimpin Israel secara terbuka bersumpah untuk mengintensifkan serangan mereka, sehingga kelompok-kelompok HAM dan cendekiawan terkemuka menyebutnya sebagai genosida.
“Semua orang ingin para sandera PULANG. Semua orang ingin perang ini berakhir!” tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial.
“Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya Hamas juga menerima. Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada peringatan lain! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” lanjutnya.
Masih belum jelas apa isi persyaratan Trump.
Namun, Trump sebelumnya telah mengeluarkan peringatan lisan serupa kepada Hamas dan meramalkan bahwa perang akan segera berakhir. Pada 25 Agustus, Trump mengaku memperkirakan perang akan mencapai “akhir yang konklusif” dalam waktu tiga minggu. (aljazeera/raialyoum)







