Rangkuman Berita Utama Senin 6 Oktober 2025

Jakarta, ICMES. Petinggi Hamas, Mahmoud Mardawi, membantah klaim yang dipublikasikan oleh Al-Hadath TV dan sejumlah media lain mengenai kemajuan negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza dan sikap Hamas terkait perlucutan senjata.

Jurnalis Maroko Younes Ait Yassin, seorang peserta gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) pada hari Minggu mengatakan bahwa para aktivis kemanusiaan GSF yang ditahan oleh Israel saat berlayar menuju Gaza menjadi sasaran “serangan verbal, fisik, dan psikologis” selama penahanan mereka.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan akan mendukung setiap keputusan dan perlawanan rakyat Palestina terkait usulan AS untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, sembari memperingatkan masyarakat internasional mengenai dimensi berbahaya usulan tersebut serta sejarah itikad buruk Israel.

Angkatan Bersenjata  Yaman kubu gerakan Ansarullah mengumumkan bahwa pihaknya telah menyerang “target-target sensitif di wilayah Al-Quds (Yerusalem) dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2.”

Berita selengkapnya:

Hamas Bantah Rumor Kesediaannya Meletakkan  Senjata

Petinggi Hamas, Mahmoud Mardawi, membantah klaim yang dipublikasikan oleh Al-Hadath TV dan sejumlah media lain mengenai kemajuan negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza dan sikap Hamas terkait perlucutan senjata.

Mardawi pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, menegaskan bahwa apa yang dipublikasikan tersebut tidak berdasar dan bertujuan untuk mendistorsi situasi serta membingungkan opini publik.

Dia mengimbau media untuk “memeriksa akurasi dan kredibilitas dalam melaporkan pernyataan, dan tidak terpengaruh oleh rumor dan sumber anonim,” dan mendesak semua orang untuk mendapatkan informasi dan pernyataan dari platform resmi Hamas yang terpercaya.

Bantahan ini dinyatakan di tengah kontinyuitas serangan dan pembantaian yang dilakukan tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza, meskipun ada seruan gencatan senjata dan antisipasi putaran negosiasi tidak langsung di ibu kota Mesir, Kairo.

Pada 3 Oktober 2025, Hamas mengumumkan persetujuannya untuk “membebaskan semua tawanan Israel, baik yang hidup maupun yang mati, sesuai dengan formula pertukaran yang tercantum dalam proposal Presiden AS Donald Trump, dan dengan syarat bahwa persyaratan lapangan untuk proses pertukaran terpenuhi, yang akan menghasilkan penghentian agresi dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.”

Hamas juga menegaskan kesiapannya untuk segera berunding, melalui para mediator, guna membahas masalah ini secara detail.

Mengenai isu-isu lain yang termasuk dalam proposal Trump terkait masa depan Jalur Gaza dan hak asasi rakyat Palestina, Hamas menyatakan, “Hal ini terkait dengan pendirian nasional yang komprehensif, berdasarkan hukum dan resolusi internasional yang relevan, dan akan dibahas dalam kerangka kerja nasional Palestina yang komprehensif, di mana Hamas akan menjadi bagiannya dan akan berkontribusi secara bertanggung jawab.”

Pernyataan Peserta Gerakan GSF

Jurnalis Maroko Younes Ait Yassin, seorang peserta gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) pada hari Minggu mengatakan bahwa para aktivis kemanusiaan GSF yang ditahan oleh Israel saat berlayar menuju Gaza menjadi sasaran “serangan verbal, fisik, dan psikologis” selama penahanan mereka.

Pernyataan itu disampaikan ketika berlangsung sambutan masyarakat di Bandara Casablanca atas kepulangan tiga aktivis Maroko melalui Istanbul, Turki, setelah dibebaskan oleh otoritas Israel.

Sejak Rabu malam, Israel menyita 42 kapal milik GSF saat berlayar di perairan internasional menuju Gaza. Mereka menangkap ratusan aktivis internasional di atas kapal-kapal tersebut dan menggelandang mereka ke Penjara Ketziot (selatan), sebelum mengumumkan dimulainya deportasi mereka pada hari Jumat. (alalam/raialyoum)

Iran Dukung Keputusan Palestina mengenai Gencatan Senjata

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan akan mendukung setiap keputusan dan perlawanan rakyat Palestina terkait usulan AS untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, sembari memperingatkan masyarakat internasional mengenai dimensi berbahaya usulan tersebut serta sejarah itikad buruk Israel.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menyatakan bahwa Iran selalu mendukung inisiatif yang bertujuan menghentikan kejahatan perang dan pembersihan etnis di Jalur Gaza serta menjamin penentuan nasib sendiri Palestina, sembari mengutip Konvensi PBB 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida dan tanggung jawab hukum serta moral negara-negara dunia mendukung perjuangan sah rakyat Palestina untuk meraih kebebasan.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa keputusan mengenai gencatan senjata atau penyelesaian politik harus berada di tangan rakyat Palestina sendiri, termasuk perlawanan bersenjata.

Disebutkan pula bahwa Teheran menyambut baik setiap keputusan yang “melibatkan penghentian genosida terhadap warga Palestina, penarikan pasukan pendudukan Zionis dari Gaza, penghormatan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, masuknya bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza.”

Teheran juga memperingatkan bahwa penghentian permusuhan tidak menggugurkan kewajiban khalayak internasional menuntut pertanggungjawaban hukum.

Kementerian itu menekankan bahwa penghentian kekerasan harus disertai dengan tindakan “hukum dan peradilan” untuk meminta pertanggungjawaban rezim Zionis, dan untuk “mengidentifikasi dan mengadili para komandan dan pelaku kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza, dengan tujuan mengakhiri impunitas rezim Zionis yang telah berlangsung selama puluhan tahun.”

Kementerian itu berharap pengaturan akan dibuat untuk pengiriman bantuan kemanusiaan segera kepada warga sipil Gaza dan mengumumkan kesiapan Teheran untuk berpartisipasi dalam upaya bantuan.

Pernyataan tersebut menyoroti rencana gencatan senjata untuk Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang menuntut pembebasan segera para tawanan Israel di Gaza, penarikan pasukan Israel secara bertahap, dan pembentukan pemerintahan transisi.

Pada hari Jumat, Hamas menyampaikan tanggapannya terhadap proposal 20 poin yang diajukan oleh Trump. Hamas kelompok mengaku setuju untuk menyerahkan pengelolaan wilayah yang terkepung kepada para teknokrat Palestina dan membebaskan semua tawanan Israel.

Hamas mengaku bersedia untuk “segera memasuki” perundingan damai melalui para mediator.

Dalam pidato video setelah pernyataan Hamas, Trump mengaku yakin Hamas siap untuk “perdamaian abadi” dan meminta Israel untuk “segera menghentikan pengeboman Gaza.”

Mesir pada hari Sabtu mengumumkan bahwa perundingan damai tidak langsung antara negosiator Israel dan Hamas mengenai implementasi kesepakatan 20 poin Trump dijadwalkan akan dimulai di kota pelabuhan resor Mesir, Sharm el-Sheikh, pada hari Senin (6/10). (presstv)

Pasukan Yaman Nyatakan Serangan Rudal Hipersoniknya Mengena Target Vital di Al-Quds

Angkatan Bersenjata  Yaman kubu gerakan Ansarullah mengumumkan bahwa pihaknya telah menyerang “target-target sensitif di wilayah Al-Quds (Yerusalem) dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2.”

Juru bicara Angkatan Bersenjata  Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Minggu (5/10), dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya

Dia menambahkan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan sejumlah besar warga sipil Israel mengungsi ke tempat-tempat perlindungan.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa pasukan Yaman sedang memantau perkembangan terkait serangan di Gaza dan ada koordinasi pihaknya dengan faksi-faksi perlawanan. Dia menekankan bahwa tanggapan pasukan Yaman “akan konsisten dengan perkembangan di lapangan untuk memastikan terpenuhinya tuntutan rakyat Palestina.”

Saree menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa Yaman akan terus melakukan “operasi dukungan hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut.”

Seperti diketahui, karena memburuknya perang genosida di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023, pasukan Yaman menerapkan blokade maritim strategis yang bertujuan menghalangi pengiriman sumber daya militer ke wilayah-wilayah Palestina yang diduduki Israel, sekaligus mendesak masyarakat global untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

Bersamaan dengan itu, mereka kerap melancarkan sejumlah serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap target-target utama yang terletak di wilayah-wilayah pendudukan Palestina, sebagai bentuk dukungan kepada  terhadap warga dan pejuang Palestina di Gaza.

Angkatan Bersenjata Yaman berulang kali menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan operasi mereka hingga Israel mengakhiri serangan darat dan udaranya di Gaza.

Kekejaman Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (alalam)