Rangkuman Berita Utama Senin 6 Januari 2025

Jakarta, ICMES. Petinggi Hizbullah Wafiq Safa dalam pidatonya pada peringatan hari ke-100 sejak gugurnya Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa Hizbullah akan tetap hadir di gelanggang perjuangan dan dalam rekonstruksi.

Iran memperingatkan bahwa serangan baru koalisi AS-Inggris terhadap Yaman akan memicu “ketidakamanan dan ketidakstabilan” di kawasan Asia Barat (Timteng).

Media Israel mengungkapkan bahwa Israel bekerja sama dengan Inggris dan AS, berupaya memperluas operasi agresifnya terhadap Yaman.

Berita selengkapnya:

Hizbullah Umumkan Rencana Prosesi Pemakaman Syahid Hassan Nasrallah

Petinggi Hizbullah Wafiq Safa dalam pidatonya pada peringatan hari ke-100 sejak gugurnya Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa Hizbullah akan tetap hadir di gelanggang perjuangan dan dalam rekonstruksi.

Wafiq Safa, pejabat Unit Koordinasi dan Komunikasi Hizbullah, menyatakan bahwa pemakaman mantan sekjen Hizbullah, Syahid Sayyid Hassan Nasrallah, akan dilangsungkan  di kawasan Dahieh, pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, setelah 60 hari (masa gencatan Hizbullah-Israel).

Wafiq Safa mengunjungi tempat gugurnya Syahid Hassan Nasrallah, dan mengatakan, “Sang Sayyid eksis dalam perlawanan, dan para mujahidinnya, orang-orang perlawanan, dan Hizbullah lebih kuat dan solid dari sebelumnya, dan inilah yang disaksikan musuh.”

Mengenai urusan dalam negeri, dia mengatakan, “Kami sudah mengatakan sebelumnya   bahwa Hizbullah tidak memiliki hak veto atas pencalonan panglima militer sebagai presiden republik.”

Dia menambahkan, “Nabih Berri akan melakukan pembicaraan dengan (Utusan Khusus AS untuk Lebanon, Amos) Hockstein tentang pelanggaran Israel.”

Sementara itu, menyusul pernyataan Wafiq Safa tersebut, lima organisasi mahasiswa Iran dalam sebuah pernyataan bersama mengusulkan penyelenggaraan prosesi pemakaman Syahid Nasrallah di Iran.

Dalam pernyataan para mahasiswa yang ditujukan kepada Sekjen Hizbullah, Syeikh Naeem Qassem, mereka menyatakan, “Yang Mulia Syeikh Hujjatul Islam, Syekh Naeem Qassem, duka lara hati kami atas gugurnya Sayyid Hassan Nasrallah tidak akan tersembuhkan kecuali apabila diselenggarakan prosesi secara besar-besaran oleh para pecintanya di Iran, dan pelaksanaan shalat atas jenazah sucinya dengan diimami oleh Pemimpin Besar Imam Ali Khamenei.”

Mereka menambahkan, “Karena itu, kami memohon keikhlasan hati Yang Mulia untuk mengkondisikan prosesi pemakaman Sang Syahid di wilayah Iran.”

Syahid Hassan Nasrallah serta beberapa petinggi Hizbullah lainnya gugur akibat serangan udara besar-besaran Israel terhadap kawasan Dahieh  pada 27 September 2024 di tengah pertempuran sengit antara kedua pihak, yang berlangsung selama sekitar dua bulan. (alalam/mna)

Iran Peringatkan Ihwal Dampak Serangan AS dan Inggris terhadap Yaman

Iran memperingatkan bahwa serangan baru koalisi AS-Inggris terhadap Yaman akan memicu “ketidakamanan dan ketidakstabilan” di kawasan Asia Barat (Timteng).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (5/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengutuk keras serangan udara koalisi terhadap infrastruktur di kota Sa’dah di barat laut Yaman, beberapa hari setelah pemboman udara mereka di provinsi pesisir barat Hudaidah.

Baghaei mengatakan agresi militer AS, Inggris, dan rezim Zionis Israel terhadap Yaman merupakan pelanggaran terbuka terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Yaman, dan menyalahi hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kantor berita resmi Yaman, Saba, mengutip keterangan sumber anonim lokal bahwa koalisi militer Barat melakukan tiga serangan udara di sebelah timur ibu kota provinsi Sa’dah pada Minggu pagi.

Belum ada laporan mengenai korban dan kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh serangan udara tersebut

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam berlanjutnya genosida Israel terhadap rakyat tertindas Palestina dengan dukungan militer dan politik AS dan Inggris.

Baghaei mengatakan dukungan AS dan Inggris terhadap rezim Tel Aviv menunjukkan keterlibatan langsung keduanya dalam kejahatan internasional terhadap rakyat Gaza.

Dia memuji pendirian rakyat Yaman dan negara-negara bebas lainnya dalam menyatakan dukungan dan solidaritas kepada Palestina.

Baghaei menyerukan kepada masyarakat internasional dan negara-negara Muslim, terutama dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), agar mengambil tindakan yang lebih serius  untuk mengakhiri genosida di Palestina dan membantu penduduk Gaza yang terlunta-lunta.

Rakyat Yaman terus menyatakan dukungannya kepada perjuangan Palestina sejak Israel mengobarkan perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Perang ini telah menggugurkan sedikitnya 45.805 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, serta melukai 109.064 orang lainnya di Gaza.

Dukungan Yaman ditunjukkan dengan aksi nyata militer negara ini melalui serangan rudal dan drone terhadap aset-aset Israel di wilayah pendudukan Palestina dan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, AS, dan Inggris demi memaksa mereka agar menghentikan perang di Gaza. (presstv)

Israel Berharap Negara-Negara Arab Ikut Serang Yaman

Media Israel mengungkapkan bahwa Israel bekerja sama dengan Inggris dan AS, berupaya memperluas operasi agresifnya terhadap Yaman.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa negara-negara Arab diharapkan akan bergabung dalam operasi tersebut, dan ada pembicaraan mengenai operasi darat serta pendaratan tentara di pantai Yaman, dan pengerahan milisi yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan UEA dalam rangka memobilisasi kubu-kubu internal di Yaman.

Di pihak lain, kubu Sanaa mengulangi peringatannya ihwal partisipasi Arab ataupun penggunaan tentara bayaran di dalam negeri Yaman.

Sanaa bersumpah akan menggagalkan agresi apa pun, dan membuatnya bernasib seperti agresi sebelumnya yang telah gagal total meski berlangsung selama sembilan tahun.

Dalam perkembangan terbaru militer Yaman yang mendukung Gaza, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan operasi rudal yang menyasar pembangkit listrik Orot Rabin di selatan Jaffa dengan rudal hipersonik.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan rudal hipersonik jenis  Palestina 2. (alalam)