Jakarta, ICMES. Belakangan ini beredar laporan tentang Khorramshahr-5, yang disebut-sebut sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) berkapasitas tinggi, yaitu berjarak jangkau 12.000 kilometer, berkecepatan 16 mach, dan berhulu ledak 2 ton.

Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan adanya opsi eskalasi negaranya terhadap Israel terkait perang genosida dan kelaparan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Berita selengkapnya:
Rudal Khorramshahr-5, Rudal Balistik Antarabenua (ICBM) Iran?
Belakangan ini beredar laporan tentang Khorramshahr-5, yang disebut-sebut sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) berkapasitas tinggi, yaitu berjarak jangkau 12.000 kilometer, berkecepatan 16 mach, dan berhulu ledak 2 ton.
Berbeda dengan pengumuman resmi sebelumnya mengenai berbagai capaian militer besar Iran, yang biasanya diumumkan oleh Kementerian Pertahanan atau Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kabar Khoramshahr-5 berasal dari sumber informal.
Beberapa media secara keliru melaporkan bahwa uji coba rudal itu telah dilakukan, sembari membagikan rekaman uji coba Khorramshahr-4 tahun 2023. Hanya saja, kemungkinan bahwa rudal tersebut telah siap tidak dapat dikesampingkan.
Iran selalu menegaskan bahwa program rudalnya bersifat defensif, mematuhi batas jangkauan yang ditetapkan sendiri sebesar 2.000 km, sebagaimana dinyatakan oleh para pejabat senior pada tahun 2015 dan ditegaskan kembali pada tahun-tahun berikutnya.
Para pemimpin Iran, termasuk dari Garda Revolusi Iran (IRGC), sebelumnya membantah tengah mengembangkan ICBM, dengan alasan bahwa rudal yang ada sudah cukup untuk menetralisir ancaman dari rezim Israel dan pangkalan AS di kawasan sekitar.
Namun demikian, transformasi regional belakangan ini di mana Israel dan AS nekat mengagresi Iran tanpa alasan yang kuat, tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan sikap negara republik Islam tersebut.
Apa itu ICBM
ICBM adalah rudal berpemandu jarak jauh yang dirancang untuk mengirimkan berbagai jenis hulu ledak lintas benua, dengan jangkauan minimal 5.500 kilometer.
Dengan massa hulu ledak yang lebih kecil, beberapa ICBM dapat memiliki jangkauan maksimum hingga 16 atau bahkan 18 ribu kilometer, mencakup hampir setiap daratan planet Bumi.
ICBM terdiri dari dua atau tiga fase, dan biasanya berdimensi besar, dengan tinggi 20 hingga 30 meter dan diameter 2-3 meter, meskipun ada juga versi miniatur canggih dengan ukuran hampir setengahnya.
Rudal-rudal ini diluncurkan dari silo, peluncur bergerak, atau kapal selam, dan menggunakan fase pertama, terkadang dengan pendorong roket, untuk keluar dari atmosfer.
Melintasi ruang angkasa dalam busur parabola, rudal-rudal ini dapat mencapai kecepatan lebih dari 20 mach (lebih dari 24.000 km/jam) dan melepaskan beberapa hulu ledak (MIRV) atau umpan untuk menghindari pertahanan udara.
Hulu ledak terjun dengan kecepatan ekstrem (15.000–24.000 km/jam), dilindungi oleh perisai panas. Sistem panduan presisi seperti navigasi inersia dan GPS memastikan akurasi target. Waktu terbang jarak penuh yang umum adalah 30–40 menit.
Peran strategis utama ICBM aktif dalam melayani kekuatan dunia adalah mengirimkan senjata nuklir, sebagai salah satu elemen triad nuklir, bersama dengan pesawat pengebom dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).
Meskipun jarang digunakan sejauh ini, hulu ledak ICBM dapat berupa konvensional atau berisi wahana luncur hipersonik (HGV) yang dapat bermanuver dan meluncur dengan kecepatan hipersonik.
ICBM merupakan salah satu senjata terkuat yang pernah diciptakan, membentuk kembali geopolitik global sejak debutnya pada Perang Dingin. Sistem pertahanan udara modern dapat menembak jatuh ICBM, tapi mencegat ICBM di tengah penerbangan tetap sangat menantang.
Spesifikasi Khorramshahr 5
Menurut beberapa laporan media, Khorramshahr 5 adalah ICBM dengan jangkauan operasional hingga 12.000 kilometer, jarak yang menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat (AS). Angka ini sangat melampaui rudal balistik jarak jauh Iran saat ini, khususnya Khorramshahr (1-4), yang diperkirakan memiliki jangkauan hingga 4.000 kilometer.
Wahana pembawa satelit Simorgh milik Iran memiliki jangkauan serupa jika dikonversi menjadi rudal balistik, dan jangkauan antarbenua juga dicapai oleh roket pembawa Soroush-1 dan Soroush-2 yang telah dikonversi, keduanya saat ini sedang dikembangkan, dengan muatan masing-masing 10 hingga 20 kali lebih besar daripada Simorgh.
Namun, kecil kemungkinan ICBM potensial akan mengacu pada roket sipil pembawa satelit tersebut, yang berukuran besar, lambat dalam pengisian bahan bakar, sehingga menjadi sasaran empuk bagi musuh jika terjadi perang besar.
Kecepatan rudal Khorramshahr-5 dilaporkan mencapai Mach 16 (sekitar 20.000 km/jam), tipikal ICBM pada pertengahan atau akhir penerbangan.
Kecepatan tersebut membutuhkan wahana masuk kembali (tahap akhir) yang mampu menahan panas ekstrem dan gaya masuk kembali atmosfer saat kembali ke Bumi, mengirimkan muatan secara akurat ke targetnya. Iran telah menunjukkan kemampuan teknologi ini dengan menguji rudal hipersonik Fattah yang mencapai kecepatan Mach 15, memiliki bahan tahan khusus, dan panduan kompleks.
Fitur menarik ketiga dari ICBM Khorramshahr-5, menurut laporan, adalah hulu ledaknya yang berbobot 2 ton, yang konon sebanding dengan daya ledak bom penghancur bunker AS.
Tidak jelas jangkauan spesifik yang dimaksud angka ini, karena muatan berbanding terbalik dengan jangkauan dan dapat menurun sepuluh kali lipat dari jangkauan minimum ke maksimum.
Terlepas dari apakah yang dimaksud adalah 5.500 atau 12.000 kilometer, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh pada bulan Juni melaporkan bahwa hulu ledak dua ton yang memecahkan rekor telah diuji pada kecepatan hipersonik.
Namun, dia tidak menyebutkan hulu ledak ini dalam konteks rudal balistik antarbenua, melainkan mengatakan bahwa hulu ledak tersebut dapat digunakan untuk rudal balistik jarak menengah (MRBM) dan rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang sudah ada, seperti Emad dan Khorramshahr.
Fitur lain yang dilaporkan di media, seperti tinggi 12 meter dan massa 14-15 ton, tidak dapat diandalkan karena tidak sesuai dengan klaim propulsi bahan bakar cair dan hulu ledak 2 ton. (ptv)
Umumkan Eskalasi Baru, Pasukan Yaman Siap Ganyang Kapal Manapun yang Bertransaksi dengan Israel
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah Brigjen Yahya Saree, mengumumkan adanya opsi eskalasi negaranya terhadap Israel terkait perang genosida dan kelaparan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam (27/7), Saree mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk meningkatkan operasi dukungan militer mereka kepada Gaza dan memulai pelaksanaan fase keempat blokade laut Israel.
Saree menjelaskan bahwa fase ini mencakup penargetan semua kapal milik perusahaan mana pun yang bertransaksi dengan pelabuhan Israel, terlepas dari kewarganegaraan perusahaan tersebut, dan di tempat mana pun yang berada dalam jangkauan pasukan Yaman.
Pasukan Yaman memperingatkan semua perusahaan agar menghentikan transaksi mereka dengan pelabuhan-pelabuhan Israel sejak pernyataan ini dikeluarkan
“Kapal-kapal mereka, ke mana pun tujuannya, akan menjadi sasaran di mana pun mereka dapat dijangkau atau berada dalam jangkauan rudal dan drone kami,” tegas Saree.
Pasukan Yaman juga meminta semua negara bahwa jika mereka ingin menghindari eskalasi ini maka hendaklah menekan Israel agar menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Jalur Gaza.
Saree memastikan bahwa tindakan yang akan diambil oleh Angkatan Bersenjata Yaman tersebut mencerminkan komitmen moral dan kemanusiaan mereka di depan penderitaan rakyat Palestina, dan bahwa semua operasi militer akan segera dihentikan segera setelah agresi dan blokade terhadap Gaza dihentikan.
Dia menegaskan bahwa keputusan ini diambil mengingat perkembangan pesat di Palestina pendudukan, khususnya di Jalur Gaza, terlebih perang genosida yang sedang berlangsung dan gugurnya ribuan warga Palestina akibat agresi dan blokade yang berlangsung selama berbulan-bulan, di tengah kebungkaman yang memalukan dari pihak Arab, dunia Islam, dan masyarakat internasional.
Yahya Saree menegaskan bahwa dalam menghadapi kelanjutan pembantaian brutal dan mengerikan ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern, Yaman merasa mengemban tanggung jawab keagamaan, moral, dan kemanusiaan di depan kaum tertindas yang menjadi sasaran pembantaian dan penghancuran setiap hari, sepanjang waktu, melalui pemboman udara, darat, dan laut, dan kelaparan dan kehausan sebagai akibat dari blokade yang menyesakkan dan parah, sesuatu yang tidak dapat diterima oleh manusia mana pun. (raialyoum)







