Rangkuman Berita Utama  Senin 19 Mei 2025

Jakarta, ICMES. Jalur Gaza diwarnai peningkatan operasi militer Israel, yang telah menjatuhkan sejumlah besar korban sipil, termasuk lima jurnalis, di berbagai daerah.

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan peluncuran dua rudal menuju Bandara Ben Gurion Israel di dekat kota Jaffa, Minggu (18/5), sementara tentara Israel mengaku telah mencegat satu diantaranya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis retorika provokatif Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan Teheran tidak akan pernah mundur dari program nuklir damainya, seberapapun besarnya tekanan dan ancaman AS.

Berita selengkapnya:

Kekejaman Israel Makin Menggila di Gaza, 153 Orang Palestina Gugur

Jalur Gaza diwarnai peningkatan operasi militer Israel, yang telah menjatuhkan sejumlah besar korban sipil, termasuk lima jurnalis, di berbagai daerah.

Sumber-sumber medis menyebutkan jumlah korban gugur akibat serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada hari Ahad (18/5) mencapai sekitar 153 orang, sementara ratusan lainnya terluka.

Dilaporkan bahwa tentara Israel kini mempraktikkan bentuk paling brutal dalam pembersihan etnis dan genosida, membantai warga Palestina di Gaza utara dan selatan, dan menyerang rumah-rumah warga sipil dan seluruh keluarga yang ada di dalamnya.

Sumber media menyebutkan lima jurnalis, termasuk jurnalis Nour Qandil, suaminya, dan putri mereka, gugur dalam serangan udara Israel di rumah mereka di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

Para jurnalis yang terbunuh itu diketanuhi bernama Abdul Rahman Al-Abdallah, Khaled Abu Seif, Aziz Al-Hajjar, Ahmed Al-Zinati, dan Nour Qandil.

Tentara pendudukan Israel mengumumkan dimulainya serangan darat skala besar di Jalur Gaza utara dan selatan.

Juru bicara militer mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa pasukan militer telah memulai operasi darat skala besar di seluruh Jalur Gaza utara dan selatan “sebagai bagian dari pembukaan Operasi Gideon.”

Disebutkan bahwa Angkatan Udara melancarkan serangan pembuka minggu lalu, “menyerang lebih dari 670 target” untuk mengganggu persiapan perlawanan di Jalur Gaza dan “dalam rangka mendukung operasi darat.”

Eskalasi ini terjadi meskipun seruan makin menguat di Israel untuk penghentian perang dan penyelesaian perjanjian pertukaran tawanan yang komprehensif.

Seorang pejabat militer senior Israel kepada Yedioth Ahronoth mengatakan , “Kita tidak punya pilihan selain bernegosiasi dengan Hamas dan mencapai kesepakatan jika kita ingin mengembalikan para tawanan hidup-hidup.”

Pejabat itu menjelaskan, “Operasi yang direncanakan di Jalur Gaza tidak memiliki rencana apa pun yang terkait dengan tawanan, dan hanya sekadar pernyataan umum. Israel telah berupaya selama berbulan-bulan untuk memulangkan para tahanan melalui tekanan militer, tapi tidak berhasil.” (anadolu/almayadeen)

Pasukan Yaman Lesatkan Dua Rudal Balistik ke Bandara Ben-Gurion Israel

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan peluncuran dua rudal menuju Bandara Ben Gurion Israel di dekat kota Jaffa, Minggu (18/5), sementara tentara Israel mengaku telah mencegat satu diantaranya.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengatakan, “Pasukan rudal angkatan bersenjata Yaman melakukan operasi militer kualitatif yang menargetkan Bandara Lod, yang dikenal di Israel sebagai Bandara Ben Gurion, dengan dua rudal balistik. Operasi ini mencapai tujuannya.”

Dia menegaskan serangan demikian  akan terus berlanjut “hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade terhadapnya dicabut.”

Dia menyebutkan bahwa rudal yang digunakan pasukan Yaman dalam serangan terbarunya adalah rudal hipersonik Palestine 2 dan rudal Dzulfiqar.

Menurutnya, operasi tersebut menyebabkan jutaan penduduk Zionis berhamburan ke tempat perlindungan, dan menghentikan lalu lintas udara di bandara selama sekitar satu jam.

Dalam pernyataan yang sama, dia melaporkan pihaknya telah menyerang bandara yang sama pada Sabtu pagi menggunakan pesawat nirawak Yafa.

Pada Jumat malam, pasukan Yaman mengumumkan bahwa pelabuhan Hodeidah dan Salif menjadi sasaran serangan udara Israel, sementara Tel Aviv mengancam akan membunuh pemimpin Ansarullah Sayyid Houthi Abdul-Malik al-Houthi jika pasukan Yaman terus menembakkan rudal ke Israel.

Ancaman itu tak membuat Yaman gentar. Wakil kepala kantor media Ansarullah, Nasruddin Amer, balik mengancam akan memperluas operasi militer terhadap Israel sebagai tanggapan atas serangannya.

Melalui platform X dia menyatakan: “Angkatan bersenjata Yaman akan memperluas operasi sebagai respon terhadap perluasan operasi di Gaza dan kontinyuitas agresi terhadap pelabuhan Yaman.”

Tentara Israel pada hari Minggu mengumumkan pihaknya telah mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, sehari setelah Israel melancarkan serangan terhadap dua pelabuhan di wilayah yang dikuasai pemerintah Sanaa.

Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman berhasil dicegat, yang memicu pengaktifan sirene di beberapa wilayah.”

Militer Israel pada hari Jumat mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan ke pelabuhan Hodeidah dan Salif, dan mengaku telah “membidik dan menghancurkan infrastruktur teroris” milik Ansarullah.

Saluran 12 Israel melaporkan bahwa zona udara Bandara Ben Gurion telah ditutup bagi lepas landas dan pendaratan, dan beberapa ledakan terdengar di Al-Quds (Yerusalem) dan Tel Aviv.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Yaman mengumumkan penargetan Bandara Ben Gurion Israel dengan rudal balistik hipersonik, sementara tentara Israel menargetkan infrastruktur Yaman di pelabuhan Hodeidah dan Salif. (raialyoum)

Presiden Iran Tegaskan Negaranya Tidak akan Menghentikan Proyek Nuklir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis retorika provokatif Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan Teheran tidak akan pernah mundur dari program nuklir damainya, seberapapun besarnya tekanan dan ancaman AS.

“Kami tidak akan pernah meninggalkan program nuklir damai kami, dan tidak peduli apa yang mereka lakukan, kami tidak akan menyerah,” tegas Pezeshkian pada edisi keenam Forum Dialog Teheran, Ahad (19/5).

Beberapa waktu lalu, Trump mengatakan pihaknya harus memastikan Iran tak bermaksud memperoleh senjata nuklir, sembari mengancam akan melancarkan serangan terhadap program nuklir Iran.

Presiden Iran menegaskan, “Sebagai manusia, saya tidak akan menerima paksaan. Tidak peduli seberapa besar mereka menekan kami. Saya menolak pemaksaan.”

Dia memastikan Iran tidak takut pada apa pun, termasuk sanksi. “Mereka ingin memberi sanksi kepada kami? Kami telah berada di bawah sanksi seumur hidup,” katanya dengan nada mengejek.

Presiden Pezeshkian menekankan bahwa sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), Iran berhak untuk menggunakan teknologi nuklir damai dan melakukan penelitian nuklir untuk berbagai keperluan, termasuk kesehatan, pertanian, industri, dan sektor vital lainnya. (presstv)