Rangkuman Berita Utama Senin 13 Januari 2025

Jakarta, ICMES. Apa yang terjadi di AS? Apakah kebakaran hebat di Los Angeles merupakan suatu kebetulan kosmik atau kutukan ilahi? Pertanyaan kontroversial ini menyeruak di tengah publik Dunia Arab.

Militer Iran menggelar latihan perang di zona pertahanan udara barat dan utara negara itu termasuk Fordow dan Khondab yang menjadi tempat pengayaan uranium dan fasilitas air berat.

Berita selengkapnya:

Kebakaran di Los Angeles di Para Tokoh Arab: Kebetulan atau Kutukan?

Apa yang terjadi di AS? Apakah ini suatu kebetulan kosmik atau kutukan ilahi? Pertanyaan kontroversial ini menyeruak di tengah publik Dunia Arab.

Kebakaran yang mengerikan di Los Angeles, kota terbesar di negara bagian California, AS, terjadi sejak hari Selasa (7/1) dan hingga masih terus berkobar dan meluas.

Kebakaran tersebut telah menewaskan belasan orang, dan sebanyak ratusan ribu orang terpaksa mengungsi.

Bagaimana tanggapan terhadapnya dan bagaimana penjelasannya di dunia Arab?

Jawabannya cukup mengejutkan, karena tak sedikit orang bersukacita atas peristiwa itu, terlebih karena bencana itu terjadi hanya selang sehari setelah Donald Trump mengancam akan membakar Timur Tengah jika tawanan Israel tidak dibebaskan oleh Hamas, dan ketika pengiriman senjata senilai $8 milia terus mengalir dari AS ke Israel.

Tentu saja tidak jelas apakah Trump akan dapat mengambil pelajaran dari  bencana kebakaran itu, atau dia masih akan melanggang dengan tampang beringas tanpa memetik hikmah di balik bencana.

Anwar Al-Hawari, mantan pemimpin redaksi surat kabar Al-Masry Al-Youm dan Al-Wafd, mengatakan bahwa Trump memperingatkan, mengancam dan bersumbar akan menjadikan Timur Tengah seperti neraka, dan neraka itu ternyata berkobar di negaranya sendiri.

Dr. Mamdouh Hamza, aktivis dan politisi Mesir, berterus terus terang mengatakan,“Saya jahat karena saya senang atas kebakaran di  Amerika.”

Dr. Alia Al Mahdi, mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Mesir, sepakat dengan tafsiran yang mendukung asumsi pembalasan ilahiah. Dia menegaskan bahwa ada orang yang sombong dan merasa dirinya hebat, tapi kemudian terbukti bahwa Allah lebih kuat dan Maha Kuat.

Ilmuwan ruang angkasa AS asal Mesir, Essam Heggy, mengatakan kebakaran yang melanda beberapa wilayah di Los Angeles juga menjalar ke area permukimannya di dekat Hollywood Hill, api mendekati rumahnya, area tersebut dikosongkan, dan kegiatan di NASA dan Universitas California bahkan dihentikan.

Sementara itu, Ahmed Abdel Aziz, anggota tim kepresidenan mendiang Presiden Dr. Mohamed Morsi, mengatakan bahwa di Los Angeles, ada salinan neraka yang disumbarkan Trump terhadap Gaza jika Hamas tidak membebaskan tawanan Israel  tanpa syarat.

Abdul Aziz menambahkan bahwa gerbang neraka itu memang dibuka, namun di Los Angeles.

Menanti Komentar Al-Azhar

Kebakaran yang terjadi di AS membuat sebagian orang bertanya-tanya bagaimana pendapat Al-Azhar tentang kebakaran tersebut, dan apakah Al-Azhar akan mengeluarkan fatwa atau komentar tentang kebakaran tersebut? Komentar Al-Azhar dinantikan di banyak orang karena lembaga ini merupakan salah satu otoritas keagamanaan Islam berskala dunia.

Penulis Abbas Mansour setuju dengan teori pembalasan ilahi, dan membenarkan bahwa neraka yang dideklarasikan oleh “si bodoh” Trump di Timur Tengah meletus di Los Angeles, AS, di tengah musim dingin!

“Tuhanmu mampu melakukan segalanya,” ungkap Mansour.

Pengacara Adly Hussein, yang juga mantan gubernur Qalyubia, Mesir, mengatakan bahwa malapetaka di Los Angeles bisa jadi merupakan pesan dari langit.

Di sisi lain, sebagian orang enggan menafsirkan bencana itu sebagai azab atau pembalasan ilahi, dan menyatakan tidak seharusnya orang bersukacita atas apa yang terjadi pada orang lain yang tak bersalah, apalagi banyak warga AS yang berdemonstrasi untuk mendukung Gaza dan mengutuk  kejahatan genosida Israel di Gaza. (raialyoum)

Iran Gelar Latihan Perang lagi Untuk Lindungi Fasilitas Nuklir

Militer Iran menggelar latihan perang di zona pertahanan udara barat dan utara negara itu termasuk Fordow dan Khondab yang menjadi tempat pengayaan uranium dan fasilitas air berat.

Latihan bersandi Eqtedar (kekuatan) itu dimulai pada hari Minggu (12/1) di lingkungan medan perang yang benar-benar nyata di mana pasukan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata memainkan peran utama di bawah komando jaringan pertahanan udara terpadu.

Latihan ini menampilkan misi ofensif dan defensif dengan rudal, radar, peperangan elektronik, intelijen elektronik dan unit pengintaian, serta sistem pengecohan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata, bersama dengan pesawat berawak dan nirawak Angkatan Udara. Dalam latihan ini Pasukan Pertahanan Udara akan mempertahankan lokasi kritis terhadap serangan udara dan rudal yang disimulasikan.

Mereka juga akan melakukan operasi pengintaian, identifikasi, intersepsi, dan pertempuran melawan musuh tiruan dan menangkis serangan ofensif.

Pada tahap pertama latihan, Pasukan Pertahanan Udara menghancurkan pesawat nirawak penyerang menggunakan sistem 15 Khordad  dan Talash.

Mereka juga berlatih skenario pertahanan pasif dan gerakan taktis sistem pertahanan, selain menguji mobilitas dan taktik tembakan sistem rudal.

Operasi intersepsi udara berlangsung menggunakan pesawat berawak milik Angkatan Udara.

Latihan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas operasional dan kesiapan tempur sistem pertahanan udara terhadap serangan potensial musuh.

Mereka juga berusaha untuk menilai kinerja taktis dan teknis dalam kondisi medan perang, serta praktik pertahanan pasif untuk sistem pertahanan udara.

Latihan tersebut merupakan bagian dari latihan nasional, yang tahap pertamanya dimulai minggu lalu di zona pertahanan udara fasilitas nuklir Natanz di bawah perintah komandan markas pertahanan udara.

Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melakukan pertahanan total di lokasi tersebut “terhadap sejumlah besar ancaman udara dalam kondisi peperangan elektronik yang sulit”.

Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naeini mengatakan latihan tersebut, yang juga akan mencakup wilayah lain di Iran hingga pertengahan Maret, dilakukan sebagai respons terhadap “ancaman keamanan baru”. Beberapa cabang IRGC, termasuk angkatan laut dan pasukan relawan Basij, juga akan ambil bagian dalam latihan tersebut.

Bulan lalu, situs berita AS Axios melaporkan bahwa penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan telah memberi Presiden Joe Biden sejumlah opsi untuk kemungkinan serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran sebelum 20 Januari, saat Donald Trump menjabat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam laporan tersebut, dengan mengatakan ancaman terhadap fasilitas nuklir negara itu merupakan “pelanggaran berat terhadap hukum internasional”.

Anggota pemerintahan Trump yang akan datang telah berjanji untuk melanjutkan kampanye “tekanan maksimum” Trump terhadap Iran. Menurut Jenderal Naeini, sekitar 30 latihan darat, udara, dan laut telah dimulai di enam provinsi barat dan selatan dan akan berlanjut hingga pertengahan Maret.

“Jumlah latihan hampir dua kali lipat tahun ini dibandingkan tahun lalu, sebagai respons terhadap lanskap ancaman yang terus berkembang,” kata Naeini.

“Latihan-latihan ini secara signifikan lebih besar dalam cakupan dan kecanggihannya, yang menampilkan persenjataan baru dan perluasan partisipasi brigade-brigade yang terlibat dalam operasi-operasi realistis,” sambungnya.

Latihan maritim terbesar, menurutnya, akan dilaksanakan di Selat Hormuz, sebuah titik sempit strategis yang dilalui oleh sepertiga pasokan minyak dunia.

“Musuh menunjukkan antusiasme palsu sambil memberikan tafsiran yang salah atas situasi, mencoba menggambarkan Republik Islam sebagai negara yang lemah,” ujar Naeini kepada wartawan.

Dia menambahkan, “Iran telah mempersiapkan diri untuk konflik-konflik yang kompleks dan berskala besar dan tetap yakin dengan kemampuan pencegahannya.”

Pada hari Jumat, 110.000 anggota pasukan Basij berbaris di Teheran.

“Kami telah mempertimbangkan semua kemungkinan skenario dan melakukan latihan-latihan yang realistis dan proporsional. Republik Islam tidak akan memulai perang apa pun di kawasan itu tetapi akan menanggapi dengan tegas setiap ancaman,” pungkasnya. (alalam/presstv)