Rangkuman Berita Utama  Rabu 4 Juni 2025

Jakarta, ICMES. Pasukan Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya kembali melancarkan operasi militer terhadap Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel tengah, dengan rudal hipersonik.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengonfirmasi bahwa 27 orang Palestina gugur dalam penembakan yang terjadi pada dini hari di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungannya ke Lebanon, telah berziarah ke makam mantan Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah (SHN), di Beirut.

Berita selengkapnya:

Yaman Serang lagi Bandara Ben-Gurion, Pesawat Kargo AS Tak Jadi Mendarat

Pasukan Yaman kubu Ansarullah pada Selasa malam (3/6) mengumumkan pihaknya kembali melancarkan operasi militer terhadap Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel tengah, dengan rudal hipersonik.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di akun X miliknya menjelaskan bahwa pasukan Yaman telah melakukan “operasi militer kualitatif” terhadap Bandara Ben Gurion dengan rudal balistik hipersonik “Palestina 2”.

Menurutnya, operasi militer tersebut merupakan serangan”untuk hari kedua berturut-turut, menyebabkan jutaan orang mengungsi ke tempat perlindungan, menghentikan operasi bandara, dan mencegah pesawat kargo militer AS mendarat.”

Dia menambahkan bahwa operasi militer ini dilakukan untuk mendukung para pejuang Gaza, mendukung hak-hak Palestina, membela keteguhan jiwa rakyat Gaza di depan penindasan, dan mengancam musuh dengan eskalasi dan perluasan operasi militer lebih lanjut.

“Kami akan terus meningkatkan dan memperluas operasi militer kami terhadap Israel hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut,” tegas Saree.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengaku telah mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman setelah mengaktifkan sistem pertahanan udaranya.

Menurut Radio Militer Israel, sirene serangan udara diaktifkan di seluruh negeri, terutama di Gush Dan, Al-Quds/Yerusalem (tengah), dan Nof HaGalil (utara).

Secara khusus, sirene serangan udara berbunyi di lebih dari 139 lokasi di seluruh Israel, menurut Komando Front Dalam Negeri miiter Israel, IDF.

Kementerian Pertahanan Israel melaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa jutaan orang Israel berlarian ke tempat perlindungan setelah sirene berbunyi.

Pada hari Senin, pasukan Yaman mengaku menyerang Bandara Ben Gurion dengan rudal balistik Dzulfiqar.

“Tujuan operasi ini telah tercapai, memaksa 4 juta Zionis mengungsi ke tempat perlindungan dan menghentikan lalu lintas udara bandara,” ujar Saree kala itu.

Pasukan Yaman bersikeras untuk terus menembakkan roket ke Israel selagi Tel Aviv masih melanjutkan perang genosida di Jalur Gaza.

Menurut Channel 12, total 49 roket telah ditembakkan dari Yaman ke Israel sejak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza pada tanggal 18 Maret. (raialyoum/alalam)

Palang Merah Konfirmasi 27 Orang Gugur Dekat Pusat Distribusi Bantuan di Gaza Selatan

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Selasa malam (3/6) mengonfirmasi bahwa 27 orang Palestina gugur dalam penembakan yang terjadi pada dini hari di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.

Sebelumnya, jumlah itu telah dilaporkan oleh Pertahanan Sipil Gaza, sementara tentara Israel mengaku telah melepaskan tembakan peringatan kepada orang-orang yang “mencurigakan”.

Sekjen PBB António Guterres mengutuk penembakan itu dengan mengatakan “tidak dapat diterima jika warga sipil kehilangan nyawa mereka hanya lantaran mereka mencari makanan.”

Dia kembali menyerukan penyelidikan independen atas insiden tersebut. Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka “sedang menyelidiki kebenaran” laporan tentang penembakan dan kematian di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.

Juru Bicara Kepresidenan AS Caroline Levitt mengatakan, “Bertentangan dengan apa yang dilaporkan beberapa media, kami tidak sepenuhnya mempercayai klaim Hamas.”

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Volker Türk pada hari Selasa mengatakan, “Serangan mematikan terhadap warga sipil yang putus asa dan berusaha mengakses bantuan pangan dalam jumlah yang sedikit di Gaza tidak dapat diterima. Serangan yang ditujukan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kejahatan perang.”

Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan 19 warga Palestina gugur akibat serangan lainnya manakala Israel terus mengintensifkan operasinya, melancarkan serangan udara, penembakan, dan penghancuran di seluruh Jalur Gaza.

Komite Internasional Palang Merah menyatakan,  “Dini hari ini, rumah sakit lapangan Palang Merah di Rafah (selatan), yang memiliki kapasitas 60 tempat tidur, menerima 184 korban luka. 19 dari mereka dinyatakan meninggal saat tiba di sana, dan delapan lainnya meninggal karena luka-luka mereka tak lama kemudian. Sebagian besar yang terluka telah ditembak.”

Juru bicara Pertahanan Sipil Mahmoud Basal mengatakan, “Pasukan pendudukan Israel melepaskan tembakan dari tank dan pesawat nirawak terhadap ribuan warga yang berkumpul sejak dini hari ini di dekat Bundaran Al-Alam. Mereka sedang dalam perjalanan ke pusat bantuan Amerika di Rafah untuk menerima bantuan pangan.” (raialyoum)

Berziarah ke Makam Sayyid Nasrallah, Menlu Iran: Israel akan Kalah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungannya ke Lebanon, telah berziarah ke makam mantan Sekjen Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah (SHN), di Beirut, Selasa (3/6).

Dalam kesempatan itu, Araghchi menegaskan bahwa kekalahan entitas Zionis Israel tidak akan terhindarkan, dan bahwa darah SHN akan menjamin kemenangan atas Israel.

Araghchi yang tiba di Lebanon setelah kunjungannya ke Mesir menyebut SHN sebagai pahlawan di dunia Arab, simbol perlawanan terhadap pendudukan, dan pelopor gerakan perlawanan di dunia Islam.

“Syahid Nasrallah menghabiskan hidupnya yang penuh berkah untuk melawan rezim pendudukan Zionis, dan telah mewujudkan kemenangan-kemenangan besar bagi bangsa Lebanon,” lanjutnya.

Dia menjelaskan,”Berkat perjuangannya yang berkesinambungan, Lebanon selatan terbebas dari pendudukan Zionis, dan beliau telah mengorbankan hidupnya yang berharga demi cita-cita suci ini.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran di Beirut menandatangani bukunya yang berjudul “Kekuatan Negosiasi.”

Dalam sebuah dialog, dia menekankan bahwa Iran siap membangun kepercayaan dengan komunitas internasional dan memberikan jaminan yang diperlukan untuk memastikan bahwa program nuklirnya tidak digunakan untuk tujuan militer, dan bahwa pengayaan uranium Iran tidak akan diarahkan untuk produksi senjata nuklir.

Dia menyebutkan bahwa kemampuan pertahanan Iran dan pengembangan program nuklirnya merupakan faktor yang membuat Iran diperhitungkan dalam negosiasi.

“Seandainya kami tidak memiliki kemampuan ini, tidak akan ada faktor untuk negosiasi dengan kami,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Teheran telah menerima usulan dari AS, yang dia sebut “tidak jelas dan sangat ambigu.”

Dia lantas mengatakan bahwa tanggapan akan segera diberikan dalam beberapa hari mendatang, dengan cara yang konsisten dengan kepentingan Iran.

Araghchi memastikan pengayaan uranium akan terus berlanjut di Iran, dan menyebutkan  bahwa reaktor Teheran memproduksi obat-obatan penting bagi sekitar satu juta warga Iran, dan bahwa operasinya tidak dapat dihentikan.

Menteri luar negeri Iran menegaskan Teheran tidak memerlukan izin siapa pun untuk melanjutkan pengayaan uranium, karena ini merupakan hak kedaulatan Iran. (alalam)