Rangkuman Berita Utama Selasa 25 Februari 2025

Jakarta, ICMES. Mantan Sekjen Hizbullah  Sayid Hashem Safieddine dimakamkan saat para pelayat dari seluruh dunia berkumpul di kampung halamannya di Lebanon selatan.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, akan dengan tegas melanjutkan jalan perjuangan untuk mengakhiri pendudukan kaum Zionis Israel.

Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), faksi pejuang terbesar Palestina setelah Hamas, menuduh Israel berupaya untuk “mencaplok Tepi Barat secara paksa” setelah mengusir penduduk tiga kamp Palestina di Tepi Barat tanpa celah kemungkinan untuk kembali ke sana.

Berita selengkapnya:

Para Pelayat Padati Lokasi Pemakaman Sayid Safieddine di Lebanon Selatan

Mantan Sekjen Hizbullah  Sayid Hashem Safieddine dimakamkan saat para pelayat dari seluruh dunia berkumpul di kampung halamannya di Lebanon selatan.

Gerakan warga Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa Safieddine, yang sebelum gugur sebagai martir, pernah menjadi kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, dimakamkan di kampung halamannya di Deir Qanoun al-Naher di Lebanon selatan pada hari Senin (24/2).

Perwakilan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayid Ali Khamenei, Syeikh Mohammad Hassan Akhtari, dalam pidatonya di depan para pelayat  menegaskan kembali dukungan bangsa dan pemerintah Iran bagi rakyat Lebanon dan kubu pejuang perlawanan.

Syeikh Akhtari menyatakan bahwa Iran berjanji untuk terus mendukung rakyat Lebanon dalam menghadapi rezim Israel.

Para pelayat berkumpul di sebuah stadion di ibu kota Lebanon pada hari Ahad untuk menghadiri upacara pemakaman dua mantan pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dan Safieddinel.

Sekira 1,4 juta orang, termasuk delegasi dari sekira 70 negara telah berpartisipasi dalam prosesi pemakaman tersebut.

Israel membunuh Nasrallah pada tanggal 27 September 2024, dan Safieddine pada tanggal 3 Oktober di tahun yang sama.

Kelompok-kelompok perlawanan regional mengatakan bahwa “pembunuhan pengecut” Israel terhadap para pemimpin Hizbullah hanya memperkuat tekad untuk melanjutkan jalannya di Palestina, Lebanon, dan sekitarnya.

Dalam pernyataan terpisah pada hari Ahad, Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem memuji Sayid Nasrallah sebagai sosok yang telah “menghidupkan kembali perjuangan Palestina”. Dia juga  mengatakan bahwa kelompok perlawanan Lebanon itu “akan menjaga kepercayaan ini dan akan terus menapaki jalan ini.”

Kelompok pejuang Hamas Palestina mengenang  “pendirian heroik dan terhormat dari Syahid Nasrallah, sikapnya yang tegas dan berprinsip terhadap perjuangan Palestina, dan desakannya untuk membentuk front dukungan dengan rakyat kami di Jalur Gaza.” (presstv)

IRGC: Pemakaman Sayid Nasrallah adalah Gema Perlawanan Global

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, akan dengan tegas melanjutkan jalan perjuangan untuk mengakhiri pendudukan kaum Zionis Israel.

IRGC menyatakan demikian sehari setelah upacara pemakaman Sayid Hassan Nasrallah, mantan pemimpin Hizbullah, dan wakil  sekaligus penggantinya Sayid Hashem Safieddine di Beirut, tempat jutaan pelayat dari dalam dan luar negeri berkumpul untuk mengucapkan salam perpisahan kepada keduanya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (24/2), IRGC menyebut upacara dan prosesi pemakaman tersebut, yang diadakan di tengah aksi intimidari jet tempur rezim Israel, telah berubah menjadi “gema perlawanan global anti-Zionis.”

“Peristiwa bersejarah yang hebat di dunia Muslim dan di Beirut ini menunjukkan bahwa Hizbullah, kubu perlawanan Lebanon nan heroik , meraih kemanangan, dan bahwa umat Islam terus bergerak maju dengan vitalitas, kekuatan, dan tekad untuk membongkar pendudukan al-Quds al-Sharif dan tanah Islam,” bunyi pernyataan itu.

IRGC memandang prosesi pemakaman yang “mulia dan epik” untuk dua ikon Hizbullah di Beirut itu sebagai manifestasi vitalitas Hizbullah dan doktrin perlawanan umat Islam anti-Zionis.

IRGC menambahkan bahwa upacara tersebut menjadi manifestasi kekuatan Islam dan persatuan nasional Lebanon yang komprehensif serta globalisasi perlawanan anti-Zionis sehingga kontras dengan keinginan dan hasrat jahat musuh.

Menurut IRGC, ratusan ribu pelayat yang berdatangan dari berbagai negara dengan agama, suku, dan partai politik yang beragam memperbarui kesetiaan mereka kepada para martir perlawanan dan memberikan tanggapan yang kuat kepada musuh Poros Resistensi.

IRGC memperingatkan “para gembong rezim kriminal Zionis, pembunuh anak, rasis, dan teroris” bahwa tidak ada jalan keluar dari nasib yang tak terelakkan dan petaka yang menanti mereka.

Dalam sebuah pesan yang dibacakan selama upacara pemakaman kedua martir Hizbullah, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan musuh bahwa perlawanan abadi terhadap penindasan dan kesombongan akan terus berlanjut hingga mencapai tujuan utamanya.

Seperti diketahui, Israel telah menggunakan bom penghancur bunker yang dipasok AS dalam membunuh Sayid Nasrallah pada serangan udara di Beirut selatan pada September 2024. Bulan berikutnya, rezim penjahat itu membunuh Sayid Safieddine, kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, dengan serangan serupa. (presstv)

Jihad Islam Palestina: Israel Berusaha Caplok Tepi Barat dengan Cara Paksa

Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), faksi pejuang terbesar Palestina setelah Hamas, menuduh Israel berupaya untuk “mencaplok Tepi Barat secara paksa” setelah mengusir penduduk tiga kamp Palestina di Tepi Barat tanpa celah kemungkinan untuk kembali ke sana.

“Penggunaan tank oleh pasukan pendudukan (Israel) sebagai alat kebrutalan tambahan dalam eskalasi yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami di Tepi Barat, dan keputusan untuk pengosongan tiga kamp Palestina, merupakan langkah agresif baru yang bertujuan untuk mencabut rakyat kami dari tanah mereka, dan mengonfirmasi rencana rezim pendudukan untuk mencaplok Tepi Barat dengan paksa,” ungkap PIJ dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (24/2).

PIJ  juga menyebut Israel mencoba “memperkuat hegemoni militer dengan menciptakan poros permukiman yang memperkuat pemisahan kota dan kamp di Tepi Barat.”

PIJ menilai  rencana penggusuran tersebut tidak ada kaitannya dengan Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, melainkan merupakan bagian dari strategi yang didasarkan pada pembersihan etnis, genosida, dan pencurian tanah Palestina.

Sehari sebelumnya, Israel mengumumkan bahwa mereka telah mengusir puluhan ribu warga Palestina dari kamp pengungsi Jenin, Tulkarm dan Nur Shams di Tepi Barat utara. Kamp-kamp itu dimasuki tentaranya saat mereka melanjutkan operasi militer skala besar di daerah tersebut selama sebulan.

Untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Intifada Kedua, yang terjadi antara tahun 2000 dan 2005, tentara Israel mengerahkan tank di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz pada hari Ahad mengatakan, “Saya telah menginstruksikan (kepada tentara) agar mempersiapkan diri untuk tinggal lama di kamp-kamp yang dikosongkan, setahun dari sekarang, dan tidak membiarkan kembalinya penduduk mereka dan kembalinya terorisme.”

Sejak 21 Januari, 48 jam setelah gencatan senjata berlaku di Gaza, pasukan Israel melancarkan operasi militer ekstensif di bagian utara Tepi Barat utara, khususnya di wilayah Jenin, Tubas dan Tulkarm.

Operasi bersandi “Dinding Besi” itu sejauh ini telah menggugurkan 51 warga Palestina, termasuk tujuh anak, serta menewaskan tiga tentara Israel, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga mencatat bahwa “puluhan ribu penduduk kamp masih mengungsi” sebulan setelah dimulainya operasi.

Menurut Klub Tahanan Palestina, pasukan Israel telah menangkap 365 orang dari provinsi Jenin dan Tulkarm sejak didirikan. (raialyoum)