Rangkuman Berita Utama  Selasa 20 Mei 2025

Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan Haifa di bagian selatan Palestina pendudukan, sebagai tanggapan atas “perluasan agresi” terhadap Jalur Gaza dalam aksi genosida Israel terhadap orang Palestina.

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa 84 warga Palestina gugur akibat serangan Israel di beberapa daerah sejak dini hari Senin.

Surat kabar Washington Post mengutip pernyataan seorang narasumber “berpengetahuan” bahwa orang-orang dekat Presiden AS Donald Trump memberitahu Israel sesuatu yang intinya ialah bahwa mereka akan meninggalkan Israel jika Rezim Zionis ini tidak menghentikan perang di Jalur Gaza.

Berita selengkapnya:

Pasukan Yaman Umumkan Blokade terhadap Pelabuhan Haifa Israel

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan Haifa di bagian selatan Palestina pendudukan, sebagai tanggapan atas “perluasan agresi” terhadap Jalur Gaza dalam aksi genosida Israel terhadap orang Palestina.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, Senin (19/5) menyatakan pihaknya “berkat pertolongan Allah, telah menetapkan pelaksanaan arahan pimpinan untuk mulai bekerja memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Haifa.”

Dia menambahkan, “Kami ingin memberitahukan kepada semua perusahaan pemilik kapal di atau menuju pelabuhan ini bahwa, pada saat pernyataan ini dikeluarkan, pelabuhan ini telah dimasukkan dalam daftar sasaran, dan mereka harus mempertimbangkan apa yang dinyatakan di dalamnya dan apa yang akan dinyatakan kemudian.”

Saree menjelaskan, “Keputusan ini diambil setelah kami berhasil memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat, Israel selatan) dan menghentikan operasinya.”

Saree memperingatkan, ” Dengan pertolongan Allah, kami tidak akan ragu mengambil langkah-langkah tambahan yang diperlukan demi membela rakyat tertindas Palestina dan perlawanan mereka.”

Dia menambahkan, “Semua tindakan dan keputusan Angkatan Bersenjata yang terkait dengan Israel, mulai dari operasi dukungan hingga larangan navigasi udara dan laut, akan berhenti dilaksanakan setelah agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut.”

Ansarullah menegaskan bahwa pihaknya meluncurkan rudal ke Israel “demi membela warga Palestina di Gaza,” dan akan terus melakukannya selama Tel Aviv melanjutkan perang genosidanya di Jalur Gaza.

Pada hari Minggu, tentara Israel mengumumkan peluncuran serangan darat di beberapa wilayah di Jalur Gaza, sebagai bagian dari apa yang disebutnya Operasi Gideon’s Wagons, yaitu serangan berskala besar dalam perang genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Pada awal bulan Mei, Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana operasi tersebut, dan pemerintah kemudian memulai persiapannya dengan memanggil puluhan ribu tentara cadangan.

Menurut Otoritas Penyiaran resmi Israel, operasi ini kemungkinan akan berlanjut selama berbulan-bulan.

Operasi itu mencakup “relokasi seluruh semua penduduk Gaza dari zona pertempuran, termasuk Gaza utara, ke wilayah di Jalur Gaza selatan,” dan tentara akan “tetap” berada di wilayah mana pun yang “didudukinya”.

Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan kejahatan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan lebih dari 174.000 orang gugur.

Pada hari ke-79, Israel melanjutkan kebijakannya untuk secara sistematis membuat sekitar 2,4 juta warga Palestina di Gaza kelaparan dengan menutup titik-titik penyeberangan bagi bantuan yang menumpuk di perbatasan, sehingga menyebabkan Jalur Gaza dilanda kelaparan dan menjatuhkan banyak korban jiwa. (raialyoum)

Israel Serang Rumah Sakit dan Tenda Pengungsi di Gaza, 84 Orang Gugur

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan bahwa 84 warga Palestina gugur akibat serangan Israel di beberapa daerah sejak dini hari Senin (19/5).

Sumber medis mengatakan bahwa enam warga Palestina gugur dalam serangan udara brutal Israel di Khan Yunis, sementara puluhan korban luka dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa tujuh warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, gugur dan beberapa lainnya terluka akibat pemboman Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah. Para korban jiwa dan korban luka dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Awda.

Artileri Israel menembaki Rumah Sakit Rehabilitasi dan Prostesis Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani di barat laut Kota Gaza, hingga menyebabkan kerusakan material.

Selama berbulan-bulan terjadinya genosida, rumah sakit dan sekitarnya menjadi sasaran serangan dan penembakan Israel, hingga menyebabkan operasinya terhenti untuk jangka waktu yang panjang dan terputus-putus.

Di Jalur Gaza utara, tiga warga Palestina gugur akibat serangan pesawat nirawak Israel terhadap warga Palestina di beberapa daerah.

Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa lima warga Palestina gugur dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menyasar warga terlantar di dekat pasar al-Faluja, sebelah barat kamp Jabalia. Tim penyelamat mengangkut jenazah para syuhada dan korban luka ke Rumah Sakit Kamal Adwan.

Pesawat nirawak Israel juga menjatuhkan bom ke rumah dan tenda warga terlantar di proyek Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa 92% rumah telah hancur atau rusak di Gaza, dan warga pun menghadapi “kehancuran yang luar biasa” akibat agresi Israel di Jalur Gaza.

Badan tersebut memastikan banyak sekali warga yang telah mengungsi berkali-kali karena kurangnya tempat berlindung.

Menurut data terbaru dari Kantor Media Pemerintah di Gaza, yang dirilis pada 8 Mei, 38 rumah sakit, 81 pusat kesehatan, dan 164 fasilitas kesehatan dihancurkan, dibakar, atau dihentikan layanannya selama perang genosida yang dikobarkan Israel. (aljazeera)

Trump Dikabarkan akan Mengabaikan Israel Jika tidak Menghentikan Perang di Gaza

Surat kabar Washington Post mengutip pernyataan seorang narasumber “berpengetahuan” bahwa orang-orang dekat Presiden AS Donald Trump memberitahu Israel sesuatu yang intinya ialah bahwa mereka akan meninggalkan Israel jika Rezim Zionis ini tidak menghentikan perang di Jalur Gaza.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, “secara politik, seperti di masa lalu, sebagai mayoritas besar di Knesset dan Israel, mampu melakukan hal itu namun tidak memiliki kemauan politik yang diperlukan” sehingga tidak melakukannya.

Laporan tersebut mengemuka setelah Netanyahu mengatakan bahwa “titik kelaparan tidak dapat dicapai di Gaza karena alasan praktis dan diplomatik,” namun di saat yang sama menegaskan bahwa “Israel berencana mengendalikan seluruh Jalur Gaza.”

Menurut Washington Post, penggunaan istilah “garis merah” oleh Netanyahu dimaksudkan untuk menggambarkan “potensi terjadinya kelaparan massal di Gaza, yang dapat menyebabkan Israel kehilangan dukungan AS,” sementara Associated Press menilai tidak jelas apakah hal itu mengacu pada situasi di Gaza ataukah pada potensi hilangnya dukungan.

Israel mengumumkan masuknya sejumlah kecil truk ke Gaza, namun tentaranya menyerang Khan Yunis, di bagian selatan Jalur Gaza, dengan penembakan dan serangan udara, yang “membuat logistik untuk masuk kembali ke truk menjadi jauh lebih sulit,” menurut keterangan seorang pejabat bantuan kepada Washington Post.

Di Jalur Gaza, kantor media pemerintah mengonfirmasi bahwa “tidak ada bantuan nyata yang masuk ke Jalur Gaza, mengingat blokade ketat Israel dan kelaparan yang semakin parah, selama lebih dari 80 hari.”

Israel mengaku telah “membolehkan masuknya sembilan truk,” dan kantor pemerintah Gaza pun mengkonfirmasi bahwa truk-truk tersebut berisi suplemen gizi terbatas untuk anak-anak. Truk-truk ini merupakan bagian dari 44.000 truk yang seharusnya masuk dalam waktu 80 hari, dan dengan demikian, truk-truk ini hanya merepresentasikan tidak lebih dari 0,02% kebutuhan. (almayadeen)