Rangkuman Berita Utama Selasa 18 Februari 2025

Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa pawai akbar rakyat di seantero Iran pada peringatan HUT ke-46 kemenangan revolusi Islam yang berlangsung pada 10 Februari lalu membuktikan kegagalan ancaman musuh Iran. Dia juga memastikan tak ada perlu dikuatirkan terkait dengan kemampuan Iran melawan intimidasi militer musuh.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku “berkomitmen” terhadap gagasan Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih Jalur Gaza dan menggusur penduduk Palestina di sana.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengonfirmasi bahwa salah satu komandan seniornya telah gugur syahid akibat serangan pesawat nirawak Israel di Lebanon selatan.

Berita selengkapnya:

Ayatullah Khamenei: Tak Ada yang Perlu Dikuatirkan Soal Kemampuan Iran Melawan Ancaman Militer

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa pawai akbar rakyat di seantero Iran pada peringatan HUT ke-46 kemenangan revolusi Islam yang berlangsung pada 10 Februari lalu membuktikan kegagalan ancaman musuh Iran. Dia juga memastikan tak ada perlu dikuatirkan terkait dengan kemampuan Iran melawan intimidasi militer musuh.

Dalam kata sambutannya saat ditemui oleh ribuan masyarakat provinsi Azerbaijan Timur di Teheran, Senin (17/2)  pada peringatan kebangkitan penduduk Tabriz pada 18 Februari 1978, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Ancaman sistematis dan (berbasis perangkat) lunak ialah tindakan mempermainkan opini publik, penyebaran pertikaian, penciptaan keraguan di mahkamah revolusi Islam, dan pembangkitan keraguan mengenai keteguhan di depan musuh.”

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Masoud Pezeshkian itu, Ayatullah menambahkan, “Mereka melakukan hal ini, namun – berkat pertolongan Allah- mereka tak berhasil sampai sekarang, dan tipu daya mereka tak dapat mengguncang hati bangsa kita dan menghentikan para para pemuda kita dari kehendak dan pergerakan.”

Dia juga menyerukan keterlibatan berbagai pihak dalam perlawanan terhadap propaganda Barat anti Iran.

“Pesan saya ialah jangan sampai membiarkan tipu daya musuh  – yang masih berkelanjutan- berpengaruh, di masa mendatangpun,” katanya.

Dia melanjutkan, “Para pengelola media, para pencerah, para penulis, para seniman, para cendikiawan, para pegiat di institusi-institusi resmi pendidikan, media dan seni sama-sama mengemban tanggungjawab. Segenap kaum muda kita, yang terhubung dengan media sosial, sepak terjang mereka hendaklah menyorot dan memerhatikan poin apa  yang diandalkan dan diusung oleh musuh; dari jalur apa musuh hendak menyuntikkan pengaruhnya  pada pada pikiran masyarakat dan opini publik. Mereka hendaklah membendung jalur  itu, bangkit menghadang musuh,  membuat konten, dan memroduksi pemikiran. Dengan kegiatan ini, para intelektual dapat melakukan pertahanan  yang bahkan lebih penting daripada pertahanan berbasis perangkat keras.”

Ayatullah Khamenei juga mengatakan, “Revolusi Islam dapat menjaga dirinya sebagai suatu identitas independen dan pangkalan yang besar dan memberikan harapan bagi bangsa-bangsa kawasan sekitar (Timur Tengah) dan bahkan di luar kawasan sekitar. Amarah kaum arogan dan imperialis dunia serta elemen-elemen kotor – yang sedang melakukan kejahatan dengan kedok label-label baik-  terhadap Republik Islam (Iran) adalah karena negara ini mampu bertahan, berdiri dan menunjukkan kepalan tinju kuatnya terhadap mereka.”

Dia lantas memastikan kesiapan dan ketangguhan Iran dari segi “perangkat keras” (senjata militer) di depan ancaman musuh.

“Saudara dan saudari sekalian, berkat jerih payah kaum muda kita, para ilmuwan kita, para teknisi handal kita, saat ini dari segi pertahanan berbasis perangkat keras, dan dari segi ancaman berbasis perangkat keras musuh, tak ada yang perlu kita kuatirkan. Alhamdulillah, saat ini kita sendiri mengetahui, para sahabat kita mengetahui, dan musuh-musuh kita juga mengetahui bahwa Republik Islam Iran dari segi kemampuan melawanan ancaman militer berada pada level yang tinggi. Rakyat merasa aman dari segi ini,” tegasnya. (alalam)

Netanyahu: Israel Berkomitmen pada Rencana Trump untuk Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku “berkomitmen” terhadap gagasan Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih Jalur Gaza dan menggusur penduduk Palestina di sana.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (17/2), Netanyahu mengatakan, “Saya berkomitmen terhadap rencana Presiden AS Trump untuk menciptakan Gaza yang berbeda”.

Dia bersumbar bahwa “baik Hamas maupun Otoritas Palestina” tidak akan memerintah daerah itu pada akhir perang selama 15 bulan, yang telah menggugurkan lebih dari 48.000 warga Palestina dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang mengerikan.

Netanyahu mengatakan demikian sehari setelah dia memuji “visi berani Trump untuk masa depan Gaza”.

Berbagai kelompok peduli HAM di dunia mengecam upaya pemerintahan Trump untuk mengambil alih Gaza dan mengusir warga Palestina. Mereka menyebut upaya itu sebagai pelanggaran hukum internasional yang sama dengan pembersihan etnis.

Usulan tersebut juga telah dikecam secara luas oleh negara-negara Arab, tetapi menjadi agenda selama kunjungan Menlu AS Marco Rubio ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) minggu ini.

Rubio disambut oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada hari Senin di Riyadh, persinggahan terakhir dalam safarinya ke Timur Tengah.

“Menteri Luar Negeri (AS) dan Putra Mahkota (Saudi) menegaskan kembali komitmen mereka untuk melaksanakan gencatan senjata di Gaza dan memastikan bahwa Hamas membebaskan semua sandera, termasuk warga negara Amerika,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dalam pembacaan hasil pembicaraan tersebut.

“Menteri menekankan pentingnya pengaturan untuk Gaza yang berkontribusi pada keamanan regional,” lanjutnya.

Arab Saudi memelopori upaya Arab untuk mengembangkan usulan balasan terhadap rencana Trump untuk Gaza, yang dapat melibatkan dana rekonstruksi yang dipimpin negara-negara Arab Teluk dan kesepakatan untuk menyingkirkan Hamas.

Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan pihaknya menolak segala upaya untuk menggusur warga Palestina dari tanah mereka.

Rubio dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengatakan AS tetap terbuka terhadap usulan alternatif dari pemerintah Arab, tetapi untuk saat ini “satu-satunya rencana adalah rencana Trump”. (aljazeera)

Komandan Senior Hamas Gugur Diserang Israel di Lebanon

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengonfirmasi bahwa salah satu komandan seniornya telah gugur syahid akibat serangan pesawat nirawak Israel di Lebanon selatan.

Brigade Qassam pada hari Senin (17/2) mengumumkan bahwa komandan bernama Mohammad Shaheen, yang juga dikenal sebagai Abu al-Baraa, itu gugur akibat serangan udara di kota pelabuhan Sidon di pantai Mediterania.

Mereka berduka atas keterbunuhan Shaheen serta memuji dedikasinya yang besar untuk perlawanan dan perjuangan melawan pendudukan Israel.

Brigade Qassam menyebutkan bahwa komandan militer yang gugur itu telah memainkan peran kunci dalam Operasi Badai Al-Aqsa terhadap entitas Zionis pada 7 Oktober 2023, dan secara aktif melakukan serangkaian tugas sejak saat itu.

Di pihak lain, militer Israel dan dinas keamanan internal  Shin Bet dalam pernyataan bersama  mengidentifikasi Shaheen sebagai “kepala Departemen Operasional Hamas di Lebanon.”

Mereka menuduhnya merencanakan serangan terhadap pemukim Israel dari Lebanon. Tentara Israel dan Shin Bet juga menyebutnya “sumber pengetahuan penting” untuk serangan roket dari Lebanon.

Saluran berita televisi al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak Israel menargetkan sebuah mobil di pintu masuk Sidon.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan terbakar di jalan raya, dengan kepulan asap hitam darinya. (presstv)