Rangkuman Berita Utama Sabtu 25 Januari 2025

Jakarta, ICMES. Angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menggelar latihan perang besar-besaran dan meliputi berbagai provinsi selatan Iran di perairan pesisir Bushehr dan Khuzestan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menangguhkan semua perjalanan ke wilayah yang dikuasai Ansarullah Yaman setelah lebih banyak stafnya ditahan oleh kelompok pejuang yang didukung Iran tersebut.

Hamas telah mengumumkan nama empat tentara wanita Israel yang akan dibebaskan sebagai ganti tawanan Palestina dalam pertukaran kedua berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Berita selengkapnya:

Gelar Latihan Perang Besar-Besaran, AL IRGC Peringatkan Musuh Iran

Angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menggelar latihan perang besar-besaran dan meliputi berbagai provinsi selatan Iran di perairan pesisir Bushehr dan Khuzestan.

Manuver militer bersandi “Kekuatan Nabi Besar – 19”  tersebut pada hari Jumat (24/1) berlangsung di seluruh bagian utara dan tengah perairan strategis Teluk Persia, dan dihadiri oleh Komandan AL Laksamana Alireza Tangsiri.

Sebuah kapal kargo Inggris sempat mendekati area latihan perang meskipun sudah ada pemberitahuan sebelumnya, tapi kemudian mengubah haluan setelah mendapat peringatan dari AL IRGC.

Saluran televisi IRIB milik Iran memperlihatkan peluncuran torpedo kapal selam IRGC menghantam dan meledakkan target kapal.

“Jarak tempuh serta misi torpedo dan kapal selam pintar yang menembakkannya dirahasiakan. Penembakan itu dilakukan pada hari pertama manuver Nabi Besar 19 AL IRGC, ” lapor IRIB , sembari menyebutkan dimulainya latihan bersandi Hossein Mojezi di perairan Teluk Persia wilayah provinsi Busher dan Khuzestan.

Wartawan IRIB yang meliput latihan itu menyebut,“Peledakan dan penghancuran musuh buatan yang bermaksud mendekati wilayah pantai Republik Islam Iran termasuk bagian terpenting hari pertama latihan perang AL IRGC.”

Sembari menayangkan gambar drone yang diburamkan IRIB menyebutkan bahwa di hari pertama itu sebuah teknologi lain juga telah dioperasikan berupa pesawat nirawak berpresisi tinggi.

“Selanjutnya,  rudal-rudal permukaan ke-permukaan juga ditembakkan,” sambungnya.

Laksamana Alireza Tangsiri mengatakan, “Rudal-rudal yang kita miliki dalam latihan perang ini dengan berbagai jarak jangkaunya, dan yang kita gunakan pada lingkungan peperangan elektronik ini secara faktual mampu menciptakan keamanan perairan internasional untuk lalu lintas kapal-kapal seluruh dunia.”

Dia menambahkan, “Berbagai elemen pertahanan militer AL IRGC kami perlihatkan dalam latihan perang ini.”

Dia menekankan bahwa “menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan” ke negara-negara tetangga dan membangun keamanan di jalur perairan internasional merupakan tujuan utama latihan tersebut.

“Kami mampu memastikan keamanan wilayah Teluk Persia yang sensitif bersama negara-negara tetangga kami dan akan berdiri teguh melawan ancaman apa pun,” tambahnya.

Tangsiri juga menyebutkan bahwa teknologi baru akan diungkap selama latihan

“Setiap tahun, kapal dan teknologi baru dimasukkan ke dalam latihan, dan tahun ini, kami mengerahkan kapal yang mampu berlayar dengan kecepatan 75 dan 90 knot serta menembakkan rudal dan ranjau,” terangnya.

Dia menegaskan, “Negara-negara agresor dan musuh bangsa Iran harus tahu bahwa kami akan melawan intimidasi mereka dengan kekuatan dan keberanian, dan kami akan menggagalkan rencana jahat mereka dengan tangan yang kuat.”

Menurut televisi Iran, operasi yang diperlihatkan oleh para komandan pada latihan itu ialah berbagai tipe lapisan ofensif. Selain itu, pantauan intelijen, pertahanan serta pertahanan udara dari darat dan laut ke udara serta penghentian kapal atau rappel merupakan bagian lain dari latihan perang ini.

Rencananya, pada hari kedua latihan perang itu, posisi-posisi musuh di udara dan laut akan diserang dengan berbagai jenis senjata mutakhir. (irib/presstv)

Stafnya Ditahan di Yaman, PBB Tangguhkan Perjalanan ke Wilayah yang Dikuasai Ansarullah

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangguhkan semua perjalanan ke wilayah yang dikuasai Ansarullah Yaman setelah lebih banyak stafnya ditahan oleh kelompok pejuang yang didukung Iran tersebut.

Hal itu diumumkan PBB dalam sebuah pernyataannya pada hari Jumat (24/1), sehari setelah pasukan Yaman kubu Ansarullah juga menahan orang-orang yang terkait dengan kedutaan besar AS yang ditutup di Sanaa, ibu kota Yaman, dan kelompok-kelompok bantuan.

“Kemarin, otoritas de facto di Sanaa menahan personel PBB tambahan yang bekerja di wilayah yang berada di bawah kendali mereka. Untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh stafnya, PBB telah menangguhkan semua pergerakan resmi ke dan di dalam wilayah yang berada di bawah kendali otoritas de facto,” ,” bunyi pernyataan itu.

PBB tidak menyebutkan berapa banyak orang yang ditahan dalam operasi terbaru oleh Houthi, namun menambahkan bahwa mereka “secara aktif terlibat dengan perwakilan senior” Ansarullah, yang telah menguasai ibu kota Yaman sejak 2014.

Ansarullah telah berperang melawan koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur atas nama pemerintah Yaman yang tersingkirkan sejak 2015.

Kelompok Houthi tidak segera mengakui keputusan PBB, yang muncul saat mereka tengah meredakan serangan terhadap pengiriman dan Israel setelah gencatan senjata dicapai dalam perang Israel-Hamas di Gaza.

Ansarullah juga telah menayangkan gambar orang-orang yang mereka sebut bekerja dengan badan intelijen Barat atau Israel.

Presiden AS Donald Trump Rabu lalu memberlakukan kembali sebutan “teroris” yang pernah dia lakukan terhadap kelompok tersebut selama masa jabatan pertamanya yang kemudian dicabut oleh Presiden Joe Biden. Tindakan Trump ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan Yaman.

Berbagai kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza mengecam tindakan Trump itu dan menyatakan bahwa dijuluki teroris oleh Trump bukanlah kehinaan, melainkan suatu kehormatan bagi Ansarullah Yaman.

Yaman mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 18 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan, menurut PBB. Perang di negara itu juga telah menewaskan lebih dari 150.000 orang. (aljazeera/alalam)

Hamas Umumkan Empat Tawanan Tentara Wanita Israel yang akan Dibebaskan

Hamas telah mengumumkan nama empat tentara wanita Israel yang akan dibebaskan sebagai ganti tawanan Palestina dalam pertukaran kedua berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Mereka adalah Liri Albag, Karina Ariev, Danielle Gilboa dan Naama Levy, menurut pernyataan singkat Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, pada hari Jumat (24/1).

Forum Sandera dan Keluarga Hilang, sebuah kelompok advokasi yang mewakili anggota keluarga warga Israel yang ditawan di Gaza, mengonfirmasi identitas para tawanan yang akan dibebaskan pada hari Sabtu.

Albag berusia 19 tahun saat ditawan, sementara wanita lainnya kini berusia 20 tahun.

Keempatnya ditawan dari pangkalan militer Nahal Oz, hanya satu kilometer dari perbatasan Gaza, selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa daftar tersebut telah diterima dari para mediator dan tanggapan Israel akan disampaikan kemudian.

Pertukaran tersebut, yang diharapkan akan dimulai pada Sabtu sore (25/1), menyusul pembebasan pada Minggu lalu, hari pertama gencatan senjata, tiga wanita Israel dan 90 tahanan Palestina, yang merupakan pertukaran pertama selama lebih dari setahun.

Dalam fase pertama gencatan senjata Gaza yang berlangsung selama enam minggu, Israel telah menyetujui pembebasan 50 tahanan Palestina untuk setiap prajurit wanita yang dibebaskan, kata para pejabat.

Itu berarti bahwa 200 tahanan Palestina akan dibebaskan akhir pekan ini sebagai imbalan atas pembebasan empat warga Israel. (aljazeera)