Rangkuman Berita Utama Rabu 30 Juli 2025

Jakarta, ICMES. Pada hari ke-663 perang genosida Israel di Jalur Gaza, Kementerian Kesehatan di wilayah ini mengumumkan jumlah korban gugur akibat serangan Israel kini melampaui 60.000 jiwa sejak 7 Oktober 2023. Dari angka tersebut, 47% adalah anak-anak dan kaum perempuan.

Ekspor senjata Kanada terus mengalir ke Israel, menurut koalisi Embargo Now, meskipun Ottawa berulang kali mengklaim telah menghentikan pasokan senjata ke Tel Aviv.

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya  telah mengebom Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2, dan bahwa operasi tersebut “berhasil mencapai tujuannya.”

Berita selengkapnya:

Jumlah Syuhada di Gaza Lampaui 60,000, UNRAWA Kecam Penjatuhan Bantuan dari Angkasa

Pada hari ke-663 perang genosida Israel di Jalur Gaza, Kementerian Kesehatan di wilayah ini mengumumkan jumlah korban gugur akibat serangan Israel kini melampaui 60.000 jiwa sejak 7 Oktober 2023. Dari angka tersebut, 47% adalah anak-anak dan kaum perempuan.

Dalam peristiwa terbaru, sedikitnya  81 orang Palestina, termasuk 32 pencari bantuan kemanusiaan, gugur akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak dini hari Selasa (29/7).  

Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat menyatakan pihaknya telah menerima 30 warga yang gugur, sebagian besar dalam kondisi terpotong-potong, setelah penembakan yang menyasar rumah-rumah di area Kamp Baru di utara Nuseirat.

Di antara korban gugur adalah keluarga Abu Ataya dalam serangan mengakibatkan delapan korban gugur dan 11 lainnya luka-luka. Tiga keluarga juga dilaporkan terhapus dari catatan sipil akibat pembantaian tersebut.

Di wilayah Nuseirat, Khan Yunis, dan Kota Gaza bagian barat terjadi pembantaian mengerikan yang menyasar penghuni rumah-rumah warga sipil, dan mengakibatkan puluhan korban gugur dan luka-luka, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.

Blokade Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut, dan bantuan dilarang masuk.

Direktur Kompleks Medis Shifa mengumumkan bahwa Jalur Gaza telah memasuki tahap ketiga kelaparan, sementara Program Pangan Dunia (WFP) mengonfirmasi bahwa kelaparan di Gaza telah melewati dua dari tiga ambang batas.

Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengkritik pengiriman bantuan melalui udara ke Gaza, dengan menyatakan bahwa hal itu “menciptakan sensasi media, padahal tidak berdampak di lapangan.”

Di medan pertempuran, sayap militer Jihad Islam, Brigade al-Quds, menyiarkan rekaman ledakan kendaraan militer Israel di sebelah timur permukiman al-Tuffah dan penyitaan sebuah pesawat nirawak. Brigade al-Quds juga mengumumkan penghancuran kendaraan lain di sebelah barat kamp Jabalia di Jalur Gaza utara.

Perkembangan di Tepi Barat

Di wilayah pendudukan Tepi Barat, pasukan pendudukan Israel menggerebek rumah duka martir Awda al-Hathalin, yang ditembak mati oleh seorang pemukim Zionis di desa Umm al-Khair di daerah Masafer Yatta, selatan Hebron. Pengadilan Israel memerintahkan pembebasan pemukim tersebut dan menjadikannya dalam tahanan rumah.

Pasukan pendudukan Israel menyerbu kamp al-Fawwar, selatan Hebron, kemarin, Selasa, menggerebek puluhan rumah, mendobrak pintu-pintu mereka, dan menembakkan tabung gas air mata ke dalam.

Prancis menganggap kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel di Tepi Barat sebagai aksi teror.

Kanada Diam-Diam Terus Pasok Senjata ke Israel

Ekspor senjata Kanada terus mengalir ke Israel, menurut koalisi Embargo Now, meskipun Ottawa berulang kali mengklaim telah menghentikan pasokan senjata ke Tel Aviv. Koalisi Kanada, yang mencakup kelompok politik dan masyarakat sipil, menjelaskan dalam laporannya yang dirilis Selasa, bahwa mereka menggunakan dua metode baru untuk melacak ekspor senjata Kanada untuk pertama kalinya, dan berhasil mengidentifikasi detail ratusan pengiriman dari Kanada ke Israel sejak awal perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023 hingga Juli ini.

Laporan tersebut mengungkap “manipulasi sistematis” yang menyembunyikan “aliran senjata Kanada yang masif dan berkelanjutan langsung ke Israel,” meskipun ada pernyataan dari pejabat senior Kanada yang mengonfirmasi penghentian pasokan senjata ke Tel Aviv.

Hal ini merupakan bagian dari apa yang disebut oleh laporan itu sebagai pola kebohongan, pengaburan informasi oleh pemerintah, dan distorsi fakta yang konsisten. Temuan ini didasarkan pada data pengiriman komersial dari perusahaan-perusahaan Kanada yang mendokumentasikan pengiriman langsung mereka ke Israel, serta data impor dari Otoritas Pajak Israel. (aljazeera/almayadeen/raialyoum)

Pasukan Yaman Serang Bandara Ben Gurion dengan Rudal Hipersonik

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya  telah mengebom Bandara Ben Gurion di dekat Tel Aviv dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2, dan bahwa operasi tersebut “berhasil mencapai tujuannya.”

“Pasukan rudal angkatan bersenjata Yaman telah melakukan operasi militer kualitatif yang menyasar Bandara Lod (Ben Gurion) di wilayah pendudukan Jaffa dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2,” ungkap jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pada Selasa malam (29/7).

“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, menyebabkan jutaan orang berhamburan ke tempat perlindungan dan melumpuhkan aktivitas bandara,” lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa operasi ini merupakan “pembelaan untuk rakyat tertindas Palestina dan balasan atas genosida Zionis terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza.”

Dia menambahkan, “Yaman, beserta rakyat, para pemimpin, dan tentaranya, terus melanjutkan operasinya untuk mendukung saudara kami orang Palestina yang tertindas dan kelaparan, guna mendukung perlawanan teguh, dan untuk memperkuat kesolidan mereka dalam menghadapi blokade dan agresi ini sendirian, tanpa dukungan atau bantuan.”

Sebelumnya pada Selasa malam, militer Israel mengklaim telah mencegat sebuah rudal Yaman, yang memicu sirene serangan udara di wilayah Tel Aviv dan Al-Quds  sehingga jutaan orang terpaksa masuk ke tempat-tempat perlindungan.

Untuk mendukung Gaza, pasukan Yaman telah melancarkan serangan terus-menerus terhadap Israel menggunakan rudal dan drone, menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel atau yang sedang menuju ke Palestina pendudukan.

Pada hari Minggu, pasukan Yaman memutuskan untuk meningkatkan operasi militer angkatan lautnya terhadap Israel dengan “menyerang semua kapal milik perusahaan mana pun yang bertransaksi di pelabuhan-pelabuhan Israel” untuk mendukung Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran perang genosida sejak 7 Oktober 2023.

Israel, dengan dukungan AS, melanjutkan perangnya di Gaza, hingga menjatuhkan korban jiwa dan luka lebih dari 206.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan kaum perempuan, serta menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang. Selain itu, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan akibat blokade Israel juga telah merenggut banyak nyawa. (raialyoum)