Rangkuman Berita Utama Kamis 31 Juli 2025

Jakarta, ICMES. Kurang dari seminggu setelah Presiden AS mengumumkan gencatan senjata tanpa syarat, yang mengakhiri perang 12 hari antara Iran dan entitas Zionis Israel, pesan-pesan ancaman mulai berdatangan dari para pejabat tinggi Iran, yang memperingatkan Israel agar tidak terlibat dalam petualangan baru apa pun.

Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menegaskan bahwa senjata kelompok pejuang ini tetap dan terus diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional Lebanon dalam menghadapi agresi rezim Zionis Israel, dan karena itu Hizbullah tidak mungkin akan meletakkan senjata.

Angkatan Bersenjata Yaman melesatkan lima unit drone bermuatan bahan peledak dan melewati sistem rudal rezim Israel hingga menghantam tiga target di wilayah Palestina pendudukan.

Berita selengkapnya:

Teheran Nyatakan 800-an Tentara Zionis Tewas dalam Perang Iran VS Israel

Kurang dari seminggu setelah Presiden AS mengumumkan gencatan senjata tanpa syarat, yang mengakhiri perang 12 hari antara Iran dan entitas Zionis Israel, pesan-pesan ancaman mulai berdatangan dari para pejabat tinggi Iran, yang memperingatkan Israel agar tidak terlibat dalam petualangan baru apa pun.

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa Iran akan menanggapi tegas setiap petualangan baru yang mungkin dilakukan entitas Zionis terhadap negaranya.

Dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Venezuela, Nicolas Maduro, Rabu (30/7), Pezeshkian mengatakan bahwa Iran berkomitmen pada jalur diplomasi, tapi pengkhianatan AS  terhadap jalur diplomatik telah membuka jalan bagi agresi entitas Zionis.

Pezeshkian menambahkan bahwa Iran menanggapi agresi tersebut dengan tegas dan akan menghadapi setiap petualangan entitas kriminal ini dengan respons yang tegas pula.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, dalam pidatonya pada pertemuan para ketua parlemen dunia di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, menekankan perlunya menghukum entitas Israel atas agresinya yang didukung AS terhadap Iran.

Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan menoleransi pelanggaran kedaulatannya, dan bahwa Iran merespondengan tegas untuk membela tanah dan rakyatnya.

Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigjen Ali Mohammad Naeini, memperingatkan Israel agar tidak mengulang agresinya. Dia mengatakan bahwa jika Israel mencoba menyerang keamanan Iran lagi atau melakukan kesalahan maka rezim Zionis itu “akan terputus napasnya di wilayah pendudukan.”

Dia menambahkan bahwa geografi respon dan medan perang akan berubah, dan respon itu akan lebih menyakitkan dan keras. Dia mencatat bahwa Iran kendali penuntasan konflik akan ada ke tangan Iran.

Berbagai pernyataan itu mengemuka ketika Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengumumkan informasi baru mengenai kerugian Israel dalam perangnya dengan Iran, terutama kematian sedikitnya 800 tentara Israel, selain kehancuran pusat-pusat vital infrastruktur militer dan intelijen Israel, termasuk Institut Weizmann dan gedung Mossad, serta kematian sedikitnya 13 perwiranya, dan kehancuran pangkalan distribusi bahan bakar utama di Haifa dan pusat utama teknologi militer Israel. (alalam)

Syeikh Qassem: Pantang Menyerah, Hizbullah Tidak akan Meletakkan Senjata

Sekjen Hizbullah Syeikh Naim Qassem menegaskan bahwa senjata kelompok pejuang ini tetap dan terus diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional Lebanon dalam menghadapi agresi rezim Zionis Israel, dan karena itu Hizbullah tidak mungkin akan meletakkan senjata.

Dalam pidato yang disiarkan televisi dari ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Rabu (30/7), Syeikh Qassem menyebut pihak-pihak yang menyerukan pelucutan senjata Hizbullah telah bertindak melayani kepentingan Israel, dan berpihak Zionis.

Dia mengecam upaya pelucutan senjata front perlawanan dan menilainya sebagai bentuk penyerahan diri kepada Israel, dan menekankan perlunya persatuan nasional, pertahanan, dan rekonstruksi.

“Setiap seruan untuk melucuti senjata kami berarti melemahkan kekuatan Lebanon. Melucuti senjata Hizbullah akan memungkinkan Israel memperluas pendudukannya dan menegaskan kendali atas tanah Lebanon,” ungkapnya.

Pemimpin Hizbullah memperingatkan bahwa Lebanon menghadapi tantangan yang semakin besar, baik dari kekuatan regional maupun gejolak internal.

Dia memperingatkan bahwa Lebanon menghadapi ancaman eksistensial bukan hanya dari Israel, melainkan juga dari AS dan kelompok teroris takfiri ISIS, yang berkedok “Timur Tengah Baru”.

Syeikh Qassem memastikan Israel tidak akan berhenti pada pendudukannya di lima wilayah penting di Lebanon selatan, yaitu Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, dan karena itu kini Israel sedang menunggu pelucutan senjata Hizbullah agar dapat memperluas proyek pembangunan permukiman ilegalnya.

Pemimpin Hizbullah tersebut menyatakan bahwa pejabat negara Lebanon tidak akan mampu membangun kembali negara ini di tengah kontinyuitas agresi Israel dan upayanya merampas kekuatan Lebanon.

 “Mereka yang benar-benar ingin membantu Lebanon harus mendukung perekonomian dan rekonstruksinya,” ujarnya.

Syeikh Qassem menekankan bahwa Hizbullah akan bekerja secara simultan di kedua ranah perlawanan dan rekonstruksi negara.

Mengenai krisis kemanusiaan di Gaza, Sekjen Hizbullah menyebut kekejaman yang terjadi di sana sebagai kriminalitas yang terorganisir, brutal, tiada taranya, dan dilakukan tepat di depan mata masyarakat internasional. (presstv)

Nirawaknya Tembus Sistem Rudal Israel, Yaman Seru Umat Islam Bangkit Membela Gaza

Angkatan Bersenjata Yaman melesatkan lima unit drone bermuatan bahan peledak dan melewati sistem rudal rezim Israel hingga menghantam tiga target di wilayah Palestina pendudukan.

Pasukan Yaman mengumumkan operasi tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (30/7), sembari menyebutkan salah satu targetnya berupa situs “sensitif” di Jaffa, selatan kota Tel Aviv.

Dua serangan lainnya masing-masing menghantam target militer di kota Ashkelon di bagian tengah wilayah pendudukan, dan Gurun Negev yang membentang di wilayah selatan.

“Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree.

Sebagaimana dalam pernyataan sebelumnya, pasukan Yaman berjanji melanjutkan serangan mereka selagi rezim Zionis Israel melanjutkan perang genosida yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 di Jalur Gaza, dan memberlakukan blokadenya terhadap wilayah pesisir Palstina tersebut.

Serangan pesawat nirawak menjadi peristiwa rutin dalam operasi dukungan pasukan Yaman kepada Gaza sejak tidak lama setelah Israel mengobarkan perang.

Dalam operasi tersebut, pasukan Yaman juga menembakkan berbagai rudal, termasuk varian balistik hipersonik, terhadap target-target penting, termasuk Bandara Ben Gurion, bandara tersibuk Israel.

Pasukan Yaman juga menyampaikan seruan keras kepada negara-negara Arab dan Muslim di dunia untuk menggelar aksi peduli Palestina dalam beberapa hari mendatang.

“Yaman, para pemimpinnya, rakyatnya, dan tentaranya, menyerukan kepada seluruh rakyat negara Arab dan Islam untuk memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan mereka terhadap rakyat Palestina yang tertindas,” bunyi pernyataan Angkatan Bersenjata Yaman.

Pasukan Yaman menambahkan bahwa pihaknya juga menyerukan aksi tekanan agar Israel mencabut blokade dan mengakhiri kelaparan dan kekurangan”yang diberlakukan terhadap lebih dari dua juta warga Gaza.

Sementara itu, sayap militer  Hamas,  Brigade al-Qassam, mengumumkan pihaknya telah menewaskan dan melukai tentara Israel dua hari lalu ketika mereka menggempur kendaraan militer Israel di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Brigade Qassam menjelaskan bahwa anggotanya telah meledakkan tiga bom barel pada kerumunan kendaraan Israel di selatan wilayah Batn al-Sameen di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, hingga menewaskan dan melukai sejumlah tentara Zionis. (almayadeen/aljazeera)