Rangkuman Berita Timteng Senin 26 November 2018

khameneiJakarta, ICMES: Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) menyebut Arab Saudi sebagai “sapi perah” merupakan penistaan bukan hanya terhadap bangsa negara Saudi melainkan juga terhadap seluruh umat Islam.

Kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra di Idlib, Suriah, telah mendistribusikan sekira 50 rudal yang dilengkapi zat kimia kepada beberapa kelompok teroris lain di sejumlah front.

Dewan Pers Gerakan Ansarullah Yaman mengapresiasi  gelombang protes masyarakat di Tunisia, Aljazair, Mesir dan Mauritania terhadap kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman ke negara-negara Arab tersebut.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter melanda kawasan barat Iran pada kedalaman 10 kilometer dengan getaran yang juga terasa di Baghdad, ibu kota Irak .

Berita selengkapnya:

Ayatullah Khamenei: Trump Menyebut Saudi “Sapi Perah” Adalah Penghinaan Bagi Umat Islam

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam kata sambutannya dalam pertemuan dengan para peserta Konferensi Persatuan Islam ke-31 di Teheran, ibu kota Iran, Ahad (25/11/2018), menegaskan bahwa tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) menyebut Arab Saudi sebagai “sapi perah” merupakan penistaan bukan hanya terhadap bangsa negara Saudi melainkan juga terhadap seluruh umat Islam.

Dalam pidato di sela konferensi bertema “Al-Quds, Poros Persatuan Umat” yang diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw dan dihadiri oleh para peserta dari pelbagai negara ini Sayyid Khamenei memastikan Amerika Serikat (AS) akan kalah di Palestina dan Yaman, dan Timteng sedemikian sensitif bagi negara-negara imperialis adidaya karena kawasan ini menyambut seruan Islam, namun mereka pada akhirnya akan melihat kebangkitan Islam.

“Anda telah mendengar Presiden AS menyebut para penguasa Saudi sebagai sapi perah. Jika dinasti al-Saud menerima penghinaan ini maka biarlah mereka pergi ke neraka. Namun, penghinaan ini ditujukan kepada bangsa negara ini dan bangsa-bangsa Muslim lain. Mengapa sebagian penguasa negara-negara Islam bermitra dengan AS dalam berbagai kejahatan terhadap bangsa Palestina dan Yaman? Tapi para penguasa itu hendaknya mengerti bahwa kemenangan akan menjadi milik bangsa Palestina dan Yaman, sedangkan AS dan ekor-ekornya akan kalah,” ungkap Ayatullah Khamenei.

Dia juga menegaskan percuma AS mengintimidasi dan menerapkan sanksi terhadap Iran, karena sebagaimana yang sudah-sudah, Iran tetap akan berhasil mematahkan segala bentuk upaya AS merongrong negara republik Islam ini.

Di sela konferensi yang sama ulama Palestina Mohammad Nimr Zaghmout mengatakan, “Konferensi ini bukan hanya untuk Iran ataupun Palestina saja, melainkan untuk para insan merdeka umat Arab dan Islam, dan khusus untuk kaum tertindas di dunia. Republik Islam Iran berdiri bersama kaum tertindas di dunia.” (alalam)

Al-Nusra Sebar 50 Rudal Kimia Di Suriah

Kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra di Idlib, Suriah, telah mendistribusikan sekira 50 rudal yang dilengkapi zat kimia kepada beberapa kelompok teroris lain di sejumlah front.

Beberapa sumber mengatakan kepada Sputnik bahwa Hay’at Tahrir al-Sham telah mendistribusi sekira 50 rudal pada dini hari Ahad (25/11/2018), yaitu beberapa hari setelah para pakar Perancis melakukan modifikasi di salah satu markas al-Nusra dekat penjara pusat Idlib, dan pada puluhan rudal itu telah dipasang hulu ledak yang mengandung zat klorin.

Menurut sumber-sumber itu, proses pemindahan dilakukan dalam lima tahap dan disebarkan di bagian timur laut provinsi Idlib di mana kelompok “Ajnad al-Qauqaz” menerima 10 rudal di kawasan Tal al-Sultan. Kelompok “Jaish al-Izzah” menerima sejumlah rudal di antaranya di distrik Kfar Zita di utara kota Hama, dan kelompok “Haras al-Din” yang berafiliasi dengan al-Qaeda menerima sejumlah rudal lalu memindahnya ke kota Murk di pinggiran utara provinsi Hama.

Jabhat al-Nusra juga menyerahkan beberapa rudal kimia itu kepada kelompok “al-Hizb al-Islami al-Turkistani” dan sejumlah kelompok lain yang belum diketahui namanya.

Pada Sabtu malam lalu Jabhat al-Nusra melancarkan serangan rudal kimia klorin ke permukiman al-Nail, al-Khalidiyah, dan al-Shabha al-Jadidah di kota Aleppo hingga menyebabkan puluhan warga sipil menderita sesak nafas dan sebagian di antaranya pingsan.

Beberapa sumber mengatakan bahwa para pakar dari Perancis telah melatih Jabhat al-Nusra memodifikasi rudal agar dapat dilengkapi dengan zat kimia beracun. (raialyoum)

Ansarullah Yaman Apresiasi Penolakan Rakyat Sejumlah Negara Arab Terhadap Bin Salman

Dewan Pers Gerakan Ansarullah Yaman, Ahad (25/11/2018), merilis statemen berisikan apreasi atas gelombang protes masyarakat di Tunisia, Aljazair, Mesir dan Mauritania terhadap kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman ke negara-negara Arab tersebut.

“Kami di Dewan Pers Ansarullah atas nama segenap bangsa Yaman berterima kasih kepada kaum merdeka Tunisia, Aljazair, Mauritania, dan Mesir atas penolakan mereka terhadap kunjungan sosok pembantai anak-anak kecil Yaman dan para jurnalis ini.  Kami mengucapkan selamat atas sikap yang menunjukkan keberanian, kebebasan, dan kehormatan mereka ini,” bunyi statemen tersebut.

Dewan Pers Ansarullah menambahkan, “Kami menghargai kebenaran sikap berbagai partai dan elemen politik serta para insan pers yang telah menampilkan nilai-nilai Islam yang murni dan kearaban sejati di negara-negara Arab bagian barat dengan menolak kunjungan gembong penjahat dunia dan penggerak normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis (Israel) ini.”

Dewan ini kemudian menyerukan kepada semua bangsa agar menunjukkan penolakan mereka terhadap “rezim (Saudi) yang telah membuat terorisme dan fitnah serta mengacaukan stabilitas di semua negara regional dan telah bertindak jauh dalam pembantaian bangsa Yaman.”

Dewan ini mengingatkan bahwa berbagai negara besar dunia, terutama Amerika Serikat (AS), telah menggadaikan nilai-nilai kemanusiaan karena mereka menyokong Saudi semata-mata hanya lantaran Saudi merupakan negara yang kaya raya.

Dewan Pers Ansarullah mengecam keras upaya Presiden AS Donald Trump membela Mohamed bin Salman dalam kasus pembantaian sadis terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.  (alalam)

Gempa Bumi 6.4 SR Landa Iran Barat

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter melanda kawasan barat Iran pada kedalaman 10 kilometer dengan getaran yang juga terasa di Baghdad, ibu kota Irak, Ahad (25/11/2018).

IRNA mengutip keterangan Institut Geofisika Universitas Teheran bahwa gempa itu melanda daerah yang terletak di 17 kilometer barat kota Sarpol-e-Zahab, Provinsi Kermanshah, atau 18 km dari Qasr-e Shirin dan 33 kilometer dari kota Gilan-e Gharb.

Lembaga ini mencatat kekuatan gempa sebesar 6,4 Skala Richter yang diikuti sejumlah gempa susulan berkekuatan mulai dari 5,2-3 Skala Richter.

Gempa ini mengakibatkan lebih dari 500 orang terluka, dan getarannya juga terasa di sebagian besar kota di provinsi Kermanshah, Ilam Iran, Tabriz dan Urmia.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran telah mengirimkan tim bantuan dan penyelamat ke daerah-daerah yang terdampak, dan pejabat setempat telah melaporkan adanya beberapa warga yang cidera.

Kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat penduduk terpaksa keluar ke jalan-jalan dan taman-taman di tengah cuaca dingin.

Seperti dikutip Fars, Wakil Gubernur Provinsi Kermanshah mengatakan bahwa sejumlah orang yang sebagian besar berada di dua kota Sarpol-e-Zahab dan Gilan-e-Gharb dirawat karena cedera.

Pejabat itu menambahkan bahwa pasokan listrik terputus di beberapa daerah yang terkena dampak di Provinsi Kermanshah, dan tim teknis segera berupaya memulihkan pasokan listrik.

Sementara itu, Survei Geologi Irak menyatakan gempa itu dirasakan di Baghdad dan Erbil, namun Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan belum ada laporan mengenai adanya kerusakan ataupun korban akibat gempa.

November lalu, Provinsi Kermanshah dilanda gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter, yang menyebabkan  ratusan orang meninggal dunia. (presstv)