Rangkuman Berita Timteng Senin 17 Desember 2018

bashar assad dan omar al-bashir sudan2Jakarta, ICMES: Presiden Sudan Omar Al-Bashir tiba Damaskus, di ibukota Suriah, dan ini menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin Arab ke Suriah sejak negara pimpinan Presiden Bashar Assad ini dilanda perang akibat pemberontakan dan terorisme pada tahun 2011.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan terhadap Hamas menyusul terjadinya serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan terhadap Hamas menyusul terjadinya serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffith, Ahad (16/12/2018), menyerukan kepada semua kelompok yang bertikai di Yaman agar mematuhi perjanjian gencatan senjata, menyusul pecahnya pertempuran baru di kota Hudaydah

Berita selengkapnya:

Presiden Sudan Jadi Pemimpin Arab Pertama Yang Berkunjung Ke Suriah

Presiden Sudan Omar Al-Bashir tiba Damaskus, di ibukota Suriah, Ahad (16/12/2018), dan ini menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin Arab ke Suriah sejak negara pimpinan Presiden Bashar Assad ini dilanda perang akibat pemberontakan dan terorisme pada tahun 2011.

Bashar Assad menyambut kedatangan al-Bashir di bandara Damaskus, seperti terlihat dalam foto resmi.

Kunjungan ini menarik karena banyak negara Arab mengucilkan Assad sejak Suriah dilanda perang tersebut.

Alasan kunjungan al-Bashir itu tidak segera jelas. Tapi setelah perang Suriah mereda dan pasukan pemerintah berhasil merebut kembali berbagai kota dan daerah, sebagianj pejabat Arab memperlihatkan minatnya untuk memulihkan hubungan dengan pemerintah Damaskus.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Kuwait padalan Oktober lalu Assad mengatakan bahwa Suriah telah mencapai “kesefahaman besar” dengan negara-negara Arab setelah sekian tahun permusuhan.

Tanpa menyebutkan nama negara dia mengatakan bahwa delegasi Arab dan Barat mulai mengunjungi Suriah untuk mempersiapkan pembukaan kembali misi diplomatik dan lain-lain.

Dia juga menegaskan kesiapan Sudan untuk memberikan dukungan bagi integritas teritorial Suriah .

Saat itu juga terjadi pertemuan hangat dan mengejutkan antara menteri luar negeri Suriah dan rekannya dari Bahrain di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada September lalu. Keduanya terlihat saling berpelukan.

Pertemuan ini tak pelak mengundang pertanyaan apakah negara-negara Teluk yang sebagian besarnya memusuhi Iran yang notabene sekutu Assad sedang mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan Suriah.

Saat menerima kunjungan al-Bashir, Assad berterima kasih atas kunjungan ini dan menyatakan bahwa hal ini akan memberikan momentum untuk mengembalikan hubungan kedua negara “ke jalan sebelum perang di Suriah.”

Di pihak lain, al-Bashir bahkan mengepresiasi Suriah sebagai negara perjuangan (daulah muwajihah) sehingga “melemahkannya adalah melemahkan urusan Arab” dan “apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidaklah lepas dari realitas ini.”

Dia berharap Suriah serta peranannya di kawasan segera pulih dan rakyatnyapun dapat menentukan nasib negerinya sendiri tanpa campur tangan asing.

Foto-foto yang dirilis SANA menunjukkan kedua pemimpin Arab ini berjabat tangan di bandara di depan sebuah pesawat Rusia yang tampaknya telah membawa al-Bashir ke Suriah. (sana/alalam/anj)

Israel Beri Peringatan Keras Terhadap Hamas

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan terhadap Hamas menyusul terjadinya serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat.

“Saya menyampaikan pesan yang jelas kepada Hamas – kami tidak akan menerima situasi gencatan senjata di Gaza dan teror di Yudea dan Samaria (Tepi Barat)… Kami akan menuntut harga tinggi atas mereka,” katanya, Ahad (16/12/2018).

Peringatan ini dinyatakan Netanyahu setelah dua tentara Zionis tewas di sebuah terminal bus di Tepi Barat dekat pemukiman Zionis pada 9 Desember lalu. Dalam serangan terpisah, satu warga Zionis tewas dan satu lainnya meninggal terkena tembakan pejuang Palestina.

Hamas mengaku bertanggung jawab atas penembakan pada 9 Desember itu dan penembakan lain di Tepi Barat pada 7 Oktober yang menewaskan dua warga Israel.

Pejabat Israel mengatakan bahwa dua orang Palestina pelaku serangan itu ditembak mati oleh pasukan Israel dalam penggerebekan pekan lalu.

Pasukan keamanan Israel mengaku telah menangkap sedikitnya 37 anggota Hamas sehubungan dengan kekerasan yang terjadi belakangan ini.

Gejolak di Tepi Barat terjadi tak lama setelah Israel dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza menyepakati gencatan senjata  yang menyudahi konfrontasi terburuk antara keduanya pasca perang pada tahun 2014.

Para politisi garis keras Israel menentang perjanjian gencatan senjata tersebut dan juga mengkritik Netanyahu atas kekerasan di Tepi Barat.

Ratusan pemukim Zionis menggelar aksi protes di depan kantor Netanyahu di Baitul Maqdis (Yerusalem) untuk meminta pemerintah meningkatkan langkah-langkah keamanan serta pembangunan pemukiman.

Aksi protes ini diikuti oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Kehakiman Ayelet Shaked yang berasal dari partai Rumah Yahudi. (raialyoum)

Israel Mengaku Temukan Terowongan Keempat Hizbullah

Rezim Zionis Israel mengaku berhasil menemukan terowongan keempat galian kelompok pejuang Hizbullah di dekat perbatasan Lebanon.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan pihaknya telah menemukan terowongan lintas batas keempat yang digali oleh kelompok pejuang Lebanon tersebut di sepanjang perbatasan dengan Israel.

Dalam sebuah statemennya pada Ahad (16/12/2018) IDF menjelaskan bahwa terowongan itu kini berada “di bawah kendali militer dan tidak menimbulkan ancaman lagi”.

“Terowongan itu diledakkan persis seperti yang terjadi pada terowongan sebelumnya, dan siapa pun yang masuk dari wilayah Lebanon akan berada dalam bahaya,” bunyi statemen itu.

Sejak awal bulan ini IDF melancarkan operasi militer bersandi Perisai Utara untuk “mengekspos” dan “menggagalkan” terowongan yang digali Hizbullah.

Tidak ada komentar dari Hizbullah terkait klaim Israel tersebut.

Sementara itu, Presiden Lebanon Michel Aoun pada Selasa lalu mengaku tidak melihat adanya risiko terhadap perdamaian dari operasi militer Israel tersebut.

“Kami tentu serius memperhatikan masalah ini – keberadaan terowongan di perbatasan – dan Israel melalui Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak memiliki tujuan agresif, dan itu akan terus bekerja di wilayahnya,” kata Aoun dalam konferensi pers.

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri pada 5 Desember lalu mengatakan bahwa Israel tidak memberikan bukti adanya terowongan serangan lintas perbatasan, sehari setelah Israel meluncurkan operasi militer tersebut.

Berri, sekutu politik Hizbullah, mengatakan Libanon telah meminta kepada Israel koordinat geografis terowongan tetapi tidak mendapatkannya.

Israel pernah terlibat perang hebat dengan Hizbullah pada tahun 2006 hingga sedikitnya 1200 orang yang sebagian besar adalah warga sipil Lebanon terbunuh. (aljazeera)

Perang Berkecamuk Lagi Di Hudaydah, Utusan Khusus PBB Sampaikan Seruan

Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffith, Ahad (16/12/2018), menyerukan kepada semua kelompok yang bertikai di Yaman agar mematuhi perjanjian gencatan senjata, menyusul pecahnya pertempuran baru di kota Hudaydah antara kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) dan pasukan loyalis mantan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

“Utusan Khusus mengharapkan kedua pihak menghormati kewajiban mereka di bawah surat dan semangat Perjanjian Stockholm dan untuk terlibat dalam pelaksanaan segera ketentuan perjanjian,” seru Griffith dalam pernyataan singkat melalui akun Twitter-nya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dengan pemerintah Yaman dan Ansarullah untuk memastikan implementasi yang cepat dan lengkap dari ketentuan perjanjian,” lanjutnya dalam cuitan kedua.

Di Hudaydah, Yaman barat, bentrokan sporadis pecah pada Ahad kemarin setelah menyusul terjadinya konfrontasi di kota dan daerah lain yang berada di dekatnya pada malam sebelumnya. Bentrokan itu tertatat paling sengit sejak kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di bawah pengawasan PBB dan berlaku mulai berlaku pada Kamis malam lalu itu. Kedua pihak saling tuding melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sekjen PBB Antonio Guterres, Ahad, mengingatkan bahwa situasi di Yaman akan “lebih buruk” pada 2019 jika perdamaian tidak tercapai. (raialyoum)