Rangkuman Berita Timteng Senin 12 November 2018

jenderal qasem soleimaniJakarta, ICMES: Perwira tinggi Arab Saudi Mayjen Ahmed al-Assiri pernah andil dalam pertemuan di Riyadh pada tahun 2017 mengenai rencana untuk membunuh Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qassem Soleimani.

Ketua Asosiasi Media Turki-Arab Turan Kislakci menyatakan bahwa rencananya shalat ghaib akan digelar untuk Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang terbunuh di konsulat negara ini pada 2 Oktober lalu. Namun, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta shalat digelar terutama di kota suci Madinah al-Munawwarah.

Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Mohammad al-Bukhaiti menyatakan bahwa pasukan koalisi agresor memusatkkan pasukannya di wilayah yang terbatas dengan tujuan menciptakan terobosan dan kemenangan di level propaganda di kawasan Hudaydah.

Menlu Yaman kubu Ansarullah, Hisham Sharaf, menyambut baik seruan Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet, agar eskalasi militer di provinsi Hudaydah segera diakhiri demi menyudahi penderitaan warga sipil dan menghormati hukum kemanusiaan internasional dan instrumen HAM internasional.

Berita selengkapnya:

NY Times: Pembunuh Kashoggi Pernah Berencana Meneror Jenderal Soleimani

Perwira tinggi Arab Saudi Mayjen Ahmed al-Assiri yang telah dipecat terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis  Saudi Jamal Khashoggi pernah andil dalam pertemuan di Riyadh pada tahun 2017 mengenai rencana untuk membunuh Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qassem Soleimani dan menyabotase ekonomi Iran. Demikian dilaporkan The New York Times (NYT) berdasarkan keterangan tiga sumber yang mengetahui masalah ini.

Laporan yang dirilis Ahad (12/11/2018) itu menyebutkan bahwa pertemuan yang berlangsung pada Maret 2017 itu melibatkan para pebisnis yang “memasang rencana senilai $ 2 miliar untuk menggunakan operasi intelijen swasta guna menyabotase ekonomi Iran.”

“Pejabat tinggi intelijen Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Mohamed bin Salman pada tahun lalu menanyakan kepada sekelompok kecil pengusaha ihwal penggunaaan perusahaan swasta untuk membunuh musuh-musuh Kerajaan (Saudi),” tulis NYT.

Pertemuan itu terjadi ketika bin Salman mengkonsolidasikan kekuasaannya di Kerajaan, dan laporan itu menyimpulkan bahwa rencana pembunuhan, seperti yang dilakukan terhadap jurnalis pembangkang Khashoggi, dimulai “sejak awal naiknya Pangeran Muhamed.”

NYT juga menyebutkan bahwa para pembantu utama Assiri juga “ditanya tentang pembunuhan” Jenderal Soleimani karena para peserta mencoba “memenangkan pendanaan Saudi untuk rencana mereka.” (presstv)

Tunangan Khashoggi Minta Shalat Ghaib Diselenggarakan Di Madinah al-Munawwaroh

Ketua Asosiasi Media Turki-Arab Turan Kislakci menyatakan bahwa rencananya shalat ghaib akan digelar untuk Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang terbunuh di konsulat negara ini pada 2 Oktober lalu. Namun, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, meminta shalat digelar terutama di kota suci Madinah al-Munawwarah.

Penyelenggaraan shalat ghaib ini direncanakan setelah banyak kalangan sudah kehilangan harapan akan ditemukannya jenazah Khashoggi, apalagi setelah otoritas Turki mengumumkan penghentian upaya pencariannya.

Hatice Cengiz meminta umat Islam di mana saja agar mendirikan shalat ghaib untuk arwah Khashoggi. Dia kemudian mengajukan permintaan yang sama namun secara khusus kepada umat Islam yang berada di Masjid Nabawi di kota Madinah al-Munawwarah, tanah kelahiran Khashoggi dan tempat yang dia berwasiat agar di makamkan di sana.

Di halaman Twitternya Hatice Cengiz berpesan:

“Saya mengajak kepada segenap Muslimin untuk mendirikan shalat ghaib atas ruh Jamal Khashoggi di masjid-masjid umum di dunia Islam dan Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah usai shalat Jumat mendatang, 16 November, dan hendak berdoa sembari menengadahkan tangan mereka.” (alkhaleejonline)

Pertempuran Masih Berada Di Lokasi Yang Berjarak 10 Km Dari Hudaydah

Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Mohammad al-Bukhaiti menyatakan bahwa pasukan koalisi agresor memusatkkan pasukannya di wilayah yang terbatas dengan tujuan menciptakan terobosan dan kemenangan di level propaganda di kawasan Hudaydah.

Al-Bukhaiti, Ahad (11/11/2018), menjelaskan bahwa pasukan agresor semula mampu melakukannya, tapi pasukan Yaman kemudian kembali menguasai dan menimpakan kerugian besar pada mereka, dan seandainya tidak demikian niscaya mereka sudah lama berhasil memasuki Hudeydah.

Menurutnya, tentara dan Komite Rakyat Yaman berhasil menggagalkan semua upaya pergerakan maju mereka, berhasil mengepung mereka di jalur Sanaa-Hudeydah, memutus jalur pasokan melalui Mokha.

Al- Bukhaiti mengatakan bahwa pertempuran sudah berjalan dua minggu dan masih berlangsung di kawasan sejauh sekira 10 km dari Hudaydah, namun pihak agresor dapat menciptakan beberapa terobosan di kawasan antara kilometer 16 dan kilometer 10 serta menguasai sekira 5-6 kilometer dari jalur Sanaa-Hudaydah.

Dia menambahkan bahwa pertempuran di selatan Hodeidah di kawasan pertahanan udara masih berada di luar kawasan Hudaydah. Demikian pula di kota Soleh yang juga sama jarak dari Hudaydah, dan kota ini kosong dari penduduk karena belum rampung dibangun.

Sementara itu, juru bicara resmi militer Yaman Brigjen Yahya Sarie menyatakan bahwa klaim kubu agresor bahwa mereka berhasil mencetak kemenangan di front pesisir barat dan lain-lain hanyalah upaya penyesatan publik seperti yang sudah sering mereka lakukan ketika mereka gagal mencapai kemajuan apapun dalam operasi militernya, dan malah menderita banyak kerugian jiwa dan materi. (alalam)

Ansarullah Sambut Baik Seruan PBB Untuk Mengakhiri Eskalasi Di Hudaydah

Menlu Yaman kubu Ansarullah, Hisham Sharaf, menyambut baik seruan Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet, agar eskalasi militer di provinsi Hudaydah segera diakhiri demi menyudahi penderitaan warga sipil dan menghormati hukum kemanusiaan internasional dan instrumen HAM internasional.

Hisham Sharaf juga menyambut baik seruan Bachelet agar aliansi pimpinan Arab Saudi segera menghapus pembatasan akses secara aman dan cepat bantuan kemanusiaan dan lain-lain, demikian pula peringatan  Bachelet agar semua negara berkomitmen menjamin penghormatan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik sesuai Konvensi Jenewa, termasuk penetapan syarat, atau pembatasan, atau pencegahan pengiriman senjata kepada pihak-pihak yang bertikai.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Sharaf meminta Bachelet berkunjung ke Yaman untuk mempelajari realitas kejahatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi selama empat tahun berturut-turut.

Sharaf  menyebutkan bahwa eskalasi militer di Hudaydah oleh pasukan koalisi berpotensi menimbulkan bencana kemanusiaan besar, dan merusak upaya perdamaian utusan khusus Sekjen PBB untuk Yaman.

Dia menegaskan komitmen Republik Yaman untuk melindungi dan menjunjung HAM, menghormati hukum humaniter internasional, dan instrumen HAM internasional.

Sharaf menekankan kesiapan Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman berpartisipasi dalam perundingan damai yang disponsori PBB untuk mencapai perdamaian yang adil, terhormat, serta melestarikan persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas Yaman.

Terakhir, Sharaf menyerukan pembentukan tim investigasi internasional independen untuk menyelidiki pelanggaran dan kejahatan terhadap Yaman, mengakhiri impunitas,  dan menyajikan keadilan bagi para korban. (alalam)