Rangkuman Berita Timteng Selasa 27 November 2018

konferensi persatuan islam 2018Jakarta, ICMES: Konferensi Persatuan Islam ke-32 di Teheran, ibu kota Iran, berakhir Senin (26/11/2018) dengan merilis deklarasi berisi penegasan bahwa Palestina merupakan isu utama bagi umat Islam dan bahwa Israel merupakan musuh nomor wahid yang harus dilawan dengan segenap kemampuan.

Berbagai organisasi masyarakat di Tunisia menentang kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) ke Tunisia.

Polisi Turki mendatangi dan menggeledah dua villa di provinsi Yalova, Turki barat laut, terkait dengan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul.

Komandan Brigade Infanteri ke-300 militer Israel mendesak rezim Tel Aviv agar menggunakan kebijakan “pembunuhan terarah” terhadap Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dengan dalih bahwa pembunuhan ini akan memberikan pukulan telak bagi gerakan perlawanan Lebanon.

Berita selengkapnya:

Deklarasi Konferensi Persatuan Islam Serukan Perlawanan Terhadap Israel

Konferensi Persatuan Islam ke-32 di Teheran, ibu kota Iran, berakhir Senin (26/11/2018) dengan merilis deklarasi berisi penegasan bahwa Palestina merupakan isu utama bagi umat Islam dan bahwa Israel merupakan musuh nomor wahid yang harus dilawan dengan segenap kemampuan.

Deklarasi yang dibacakan oleh tokoh Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Osama Hamdan itu menyerukan penyatuan barisan dan diakhirinya konflik antarnegara Islam dan keharusan identifikasi musuh secara akurat.

Deklarasi ini menolak prakarsa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyelesaikan perkara Palestina, menentang pencabutan hak kepulangan para pengungsi Palestina, dan menolak Judaisasi Al-Quds (Yerussalem) serta  pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke al-Quds.

Deklarasi konferensi internasional yang dihadiri oleh para ulama dan cendekiawan Islam dari berbagai negara ini menyerukan dukungan penuh kepada bangsa Palestina dalam perlawanan terhadap kejahatan Rezim Zionis Israel, termasuk blokade terhadap Jalur Gaza.

Deklarasi ini juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk normalisasi hubungan diplomatik, perdagangan, kebudayaan, dan olah raga negara-negara Islam dengan Israel.

Lebih lanjut, melalui deklarasi ini para peserta konferensi tahunan itu juga menekankan keharusan diakhirinya perang dan blokade Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman. Mereka menyerukan keharusan penyelesaian krisis Yaman melalui jalur politik yang tetap mempertahankan integritas negara ini.

Konferensi Persatuan Islam diadakan di Iran setiap tahun bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw.

Dalam pidatonya pada konferensi ini pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Sabtu lalu menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel harus dipandang sebagai kejahatan.

Dia juga menilai konferensi ini “menyokong resistensi dan melanggar semua garis merah (yang ditetapkan oleh AS dan Israel)”. (alalam/almayadeen)

Berbagai Organisasi Di Tunisia Menolak Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi

Berbagai organisasi masyarakat di Tunisia menentang kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) ke Tunisia.

Komisi 50 Pengacara Tunisia, Senin (26/11/2018), mengajukan pengaduan untuk mencegah kedatangan MbS ke Tunisia di tengah penolakan keras terhadap rencana kunjungan itu oleh berbagai organisasi masyarakat.

Nizar Bujalal, koordinator komisi tersebut dalam siaran persnya pihaknya telah menuntut adanya penyelidikan terhadap dugaan berbagai tindak kejahatan yang dilakukan oleh MbS.

“Penyelidikan itu mencakup pembunuhan jurnalis (Saudi) Jamal Khashoggi serta penumpahan darah di Yaman, Suriah, dan Irak. Kami memandang rezim Saudi bertanggungjawab atas semua itu,” tegas Bujalal di depan gedung pengadilan di Tunis, ibu kota Tunisia.

Dia menambahkan bahwa pengaduan atas MbS meskipun tidak akan efektif secara hukum namun sangat berarti secara simbolik.

“Pengaduan ini merupakan hasil keyakinan kami bahwa Putra Mahkota Saudi terlibat dalam beberapa kejahatan, termasuk kejahatan yang membuat anak-anak Yaman memakan daun pepohonan,” ujar Bujalal.

Sementara itu, surat kabar Tunisia al-Musawar di hari yang sama melaporkan bahwa Saudi akan memberikan deposito sebesar US$ 2 miliar kepada Bank Central Tunisia serta suplai minyak kepada Tunisia dengan harga diferensial sekira US$ 400 juta per tahun.

Al-Musawar juga menyebutkan bahwa Saudi juga akan memberikan bantuan militer kepada tentara Tunisia antara lain berupa sejumlah jet tempur dan helikopter, dan dalam kunjungan itu MbS akan membahas pengembangan investasi Saudi di Tunisia. (raialyoum)

Mencari Jenazah Khashoggi, Polisi Turki Periksa Dua Villa

Polisi Turki mendatangi dan menggeledah dua villa di provinsi Yalova, Turki barat laut, terkait dengan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul.

Media Turki, Senin (26/11/2018), melaporkan bahwa sesuai instruksi kantor kejaksaan Istanbul polisi memeriksa dan properti di daerah yang berjarak sekira 100 kilometer tenggara Istanbul tersebut.

Kedua vila itu memiliki kebun dan sumur besar. Anjing polisi dan drone digunakan dalam pencarian, dan mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan di lokasi.

Kantor itu menyatakan bahwa salah satu villa tersebut adalah milik seorang pengusaha Saudi bernama Mohammed Ahmed Alfaouzan yang memiliki relasi dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Reporter Aljazeera Tony Birtley mengatakan, “Menurut jaksa Turki, panggilan telepon ke villa itu dilakukan sehari sebelum Khashoggi terbunuh, dan dalam perincian percakapan itu dibahas bagaimana cara membuang mayat Khashoggi… Itu adalah satu hari sebelumnya, sehingga menunjukkan tingkat perencanaan. ”

Menurut media Turki, Alfaouzan menerima panggilan telepon dari Mansour Othman Abahussain, seorang perwira militer Saudi dan salah satu dari 15 orang tersangka dalam kasus pembunuhan Khashoggi. (aljazeera)

Militer Israel Serukan Pembunuhan Sekjen Hizbullajh

Komandan Brigade Infanteri ke-300 militer Israel mendesak rezim Tel Aviv agar menggunakan kebijakan “pembunuhan terarah” terhadap Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah dengan dalih bahwa pembunuhan ini akan memberikan pukulan telak bagi gerakan perlawanan Lebanon.

Sebagaimana dilaporkan situs Walla milik Israel, Kolonel Roy Levy dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah Ma’arakhot berbahasa Ibrani yang berafiliasi dengan tentara Israel menuliskan bahwa “pembunuhan terarah” itu harus dilakukan, dan bahwa Sayyid Hassan Nasrallah harus dibunuh oleh pasukan komando yang didukung oleh Angkatan Udara.

“Kepribadian dan pengalaman militernya telah mengubahnya menjadi pusat gravitasi. Semua organisasinya  mulai dari komandan senior sampai tentara berpangkat rendah  dan kemudian semangat juang musuh akan dirugikan begitu dia ditargetkan, “tulis Levy.

Dia kemudian merekomendasikan operasi militer Israel ke kedalaman wilayah Lebanon, dan menegaskan bahwa serangan ini akan menghasilkan banyak manfaat meskipun ada risiko yang terkait dengan mereka.

Komandan militer Israel juga menyerukan “pengaturan posisi yang tepat dari unit komando tempur dengan tujuan menundukkan musuh.”

Pada 28 November 2017 juru bicara militer Israel Ronen Manelis menyatakan Nasrallah akan menjadi target pembunuhan dalam perang apa pun antara Israel dan Hizbullah.

Dia menambahkan bahwa militer Israel sedang melakukan perang psikologis dan media melawan Hizbullah. (presstv)