Rangkuman Berita Timteng Rabu 12 Desember 2018

rudal iran jarak sedangJakarta, ICMES: Iran mengumumkan pihaknya belakangan ini telah mengujicoba rudal balistik jarak menengah sehingga menandai tekadnya  untuk terus melanjutkan pengembangan rudal balistiknya meskipun mendapat kecaman dari negara-negara Barat.

Militer Israel mengaku telah menemukan terowongan ketiga galian Hizbullah, Selasa (11/12/2018), dan perdana menteri rezim Zionis ilegal ini, Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman keras terhadap Hizbullah.

Turki sedang dalam pembicaraan dengan PBB mengenai penyelidikan kasus  pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Tentara Suriah telah menemukan sejumlah besar amunisi dan rudal anti-tank buatan Amerika Serikat (AS) di sebuah gudang senjata kelompok teroris takfiri di provinsi Dara’a.

Berita selengkapnya:

Iran Ujicoba Rudal Balistik “Signifikan”

Iran mengumumkan pihaknya belakangan ini telah mengujicoba rudal balistik jarak menengah sehingga menandai tekadnya  untuk terus melanjutkan pengembangan rudal balistiknya meskipun mendapat kecaman dari negara-negara Barat.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Selasa (11/12/2018), menyebut rudal balistik yang baru diuji Iran itu sebagai “signifikan,” dan memastikan bahwa negara republik Islam ini akan terus melanjutkan ujicoba rudal sesuai dengan doktrin militernya untuk mencegah serangan musuhnya.

“Kami akan terus melakukan uji coba rudal, dan yang terbaru ini sangat signifikan,” katanya.

Mengenai reaksi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo terhadap ujicoba rudal Iran tersebut, Hajizadeh mengatakan, “Reaksi seperti itu membuktikan bahwa masalah ini sangat penting bagi mereka (AS) sehingga berteriak.”

Jenderal Iran ini menambahkan bahwa negaranya melakukan lebih dari 50 ujicoba rudal setiap tahun.

“Bahwa orang Amerika bereaksi terhadap ujicoba tertentu adalah indikasi (banyaknya) tekanan pada mereka,” ujarnya tanpa mengidentifikasi jenis rudal yang baru diujicoba.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Twitter pada 1 Desember, Pompeo mengklaim bahwa Iran “baru menguji coba rudal balistik jarak menengah” dan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 mendukung perjanjian nuklir internasional yang diteken Iran bersama enam negara terkemuka dunia, termasuk AS, pada tahun 2015.  Namun, AS kemudian keluar dari perjanjian yang dinamai “Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA)” ini dengan dalih bahwa JCPOA tidak mencakup program rudal Iran.

Teheran menolak klaim Pompeo dan menegaskan bahwa program rudal itu konvensional, defensif, dan tidak melanggar resolusi itu, yang “menyerukan” Iran “untuk tidak melakukan aktivitas apa pun terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik seperti itu.”

Dewan Keamanan PBB pekan lalu mengadakan pertemuan tertutup atas permintaan AS untuk membahas ujicoba rudal Iran, namun pertemuan ini berakhir tanpa menghasiolkan statemen bersama.

Di hari yang sama perwakilan Iran di PBB menegaskan Tehran tidak melanggar resolusi dan bahwa rudalnya hanya dirancang untuk mampu membawa hulu ledak konvensional, bukan nuklir.

Dalam beberapa tahun terakhir Iran berhasil membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam alutsista meskipun mendapat  sanksi dan tekanan ekonomi.

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami belum lama ini memastikan negaranya sekarang  merupakan salah satu kekuatan rudal teratas di dunia meski telah dijatuhi sanksi berat selama 40 tahun terakhir. (alalam/presstv)

Israel Mengaku Temukan Lagi Terowongan Hizbullah, Netanyahu Mengancam Keras

Militer Israel mengaku telah menemukan terowongan ketiga galian Hizbullah, Selasa (11/12/2018), dan perdana menteri rezim Zionis ilegal ini, Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman keras terhadap Hizbullah.

Terowongan ketiga itu dilaporkan telah ditemukan hanya beberapa jam setelah Hizbullah merilis puluhan foto dan video yang merekam dari jarak dekat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menggelar operasi bersandi “Perisai Selatan” (Northern Shield), termasuk peta lokasi operasi ini.

Laman al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini menyatakan, “Departemen media perang Hizbullah meluncurkan kampanye intensif untuk menunjukkan kelemahan dan kerapuhan tentara Israel, menyorot pasukan musuh dari arah belakang, yang menunjukkan bahwa para mujahidin dapat menyusup ke posisi mereka dan menangkap mereka.”

“Tentara Israel yang ditempatkan di perbatasan dengan Lebanon telah menjadi lelucon ketika publik Lebanon menikmati mengolok-olok mereka… Hantu Hizbullah selalu menghantui orang Israel, memaksakan pada mereka formula tertentu yang tidak akan pernah mereka ikuti,” lanjut al-Manar.

Beberapa gambar menunjukkan personil IDF beroperasi bersama pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), sementara foto-foto close-up lainnya memperlihatkan tentara Israel sedang merokok atau beristirahat.

Peta yang dirilis oleh Hizbullah menunjukkan lima lokasi IDF sedang melakukan penggalian untuk menemukan terowongan di seberang desa-desa Lebanon selatan Kfar Kila, Mis Al-Jabel, Blida, Ramya, dan Alma Ash-Sha’b.

IDF memulai operasi itu pekan lalu untuk mengungkap dan membongkar terowongan lintas perbatasan yang digali oleh Hizbullah yang didukung Iran.

Selasa kemarin IDF mengaku telah menemukan terowongan ketiga yang menyeberang dari Lebanon ke Israel, satu di luar daerah Metulla dan dua lainnya tidak diungkap lokasinya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di hari yang sama mengunjungi kawasan utara Israel (Palestina pendudukan 1948) untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu. Pada kesempatan ini dia mengatakan bahwa pengungkapan “terowongan serangan” Hezbollah ketiga merupakan bagian dari proses “pembongkaran sistematis”.

Dia kemudian mengancam bahwa Hizbullah akan “membuat kesalahan besar” dan akan menerima pukulan “yang bahkan tidak dapat dibayangkan” jika mencoba menyerang pasukan IDF atau melawan operasi tersebut. (raialyoum/jerussalempost)

Turki Adakan Pembicaraan Dengan PBB Untuk Penyelidikan Kasus Khashoggi

Menteri Luar Negeri Turki  Mevlut Cavusoglu menyatakan pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan PBB mengenai penyelidikan kasus  pembunuhan wartawan terkemuka asal Arab Saudi Jamal Khashoggi.

“Tuntutan untuk penyelidikan internasional mulai datang, dan kami melanjutkan pembicaraan dengan PBB mengenai hal ini,” kata Cavusoglu  pada konferensi pers di Ankara, ibu kota Turki, Selasa (11/12/2018).

Dia kemudian mendesak Kerajaan Arab Saudi agar kooperatif dengan upaya mengungkap dalang pembunuhan Khashoggi.

Pekan lalu kepala lembaga HAM PBB Michelle Bachelet menegaskan bahwa penyelidikan internasional diperlukan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi yang tewas di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. (hurriyet)

Tentara Suriah Temukan Banyak Amunisi Dan Rudal Buatan AS

Tentara Suriah telah menemukan sejumlah besar amunisi dan rudal anti-tank buatan Amerika Serikat (AS) di sebuah gudang senjata kelompok teroris takfiri di provinsi Dara’a di bagian barat daya Suriah.

Temuan itu diungkap oleh tentara Suriah ketika melancarkan operasi penyisiran di dekat desa Nasib, sekitar 12 kilometer tenggara ibu kota provinsi Dara’a, Selasa(11/12/2018.

Temuan senjata itu antara lain berupa senapan mesin berat 14,5 mm, mortir, rudal anti-tank BGM-71 TOW buatan AS, granat berpeluncur roket, alat peledak rakitan, detonator, senapan serbu otomatis, serta kendaraan tempur infanteri.

Pada 6 Desember lalu tentara Suriah juga menemukan senjata buatan Israel serta sejumlah besar obat-obatan dan pasokan medis buatan Israel dan AS dari dua posisi militan takfiri yang disponsori asing di  provinsi Damaskus dan Quneitra.

Sumber-sumber anonim lokal mengatakan bahwa tentara Suriah melancarkan operasi besar-besaran di dua provinsi ketika menyisir daerah itu untuk mengungkap bahan peledak rakitan yang ditanam militan takfiri di sana.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa amunisi itu mencakup rudal anti-tank buatan Israel dan AS, autocannons laras kembar 23mm anti-pesawat, senapan mesin berat kaliber 14mm, perangkat telekomunikasi serta obat-obatan, peralatan medis dan makanan.

Perkembangan ini terjadi hanya sehari setelah tentara Suriah menemukan sejumlah besar amunisi dan bahan-bahan berdaya ledak tinggi dari tempat persembunyian militan di desa Tell Silmo di provinsi Idlib. (sana)