Rangkuman Berita Timteng Rabu 28 November 2018

parade hizbullahJakarta, ICMES: Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyatakan pihaknya siap meladeni ancaman Rezim Zionis Israel untuk membunuh Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah.

Lembaga Human Rights Watch meminta otoritas peradilan Argentina menggunakan klausa konstitusional domestik untuk menangkap dan mengadili Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengaku telah mendengarkan rekaman audio “menjijikkan” terkait dengan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi oleh agen Saudi.

Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Turki di Ankara menepis laporan media Turki bahwa di wilayah Suriah terdapat tentara Saudi.

Berita selengkapnya:

Hizbullah Tanggapi Ancaman Pembunuhan Sayyid Nasrallah Oleh Israel

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyatakan pihaknya siap meladeni ancaman Rezim Zionis Israel untuk membunuh Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah.

Sumber papan atas kelompok yang bersekutu dengan Iran dan Suriah ini, Selasa (27/11/2018), menegaskan Hizbullah sudah lama melampaui skenario pasca Nasrallah apabila sewaktu-waktu dia terkena serangan teror.

Kepada Rai al-Youm sumber itu memastikan Hizbullah akan membela pemimpinnya itu dengan segenap jiwa dan raga. Namun, menurutnya, Nasrallah sendiri telah membuat lembaga-lembaga tertentu yang sanggup bertahan dan melanjutkan misinya manakala dia tidak muncul lagi.

Sumber itu menjelaskan bahwa sejak sekian tahun silam Hizbullah telah mempelajari semua kemungkinan, terutama terkait dengan Nasrallah.

Dia menambahkan bahwa Israelpun sebenarnya “siang malam sudah merencanakan pembunuhan Sayyid Nasrallah” sehingga adanya laporan mengenai rencana masif Israel itu “bukanlah sesuatu yang baru” karena Hizbullah juga menunggu kesempatan untuk mengganyang Israel.

Dia mengatakan bahwa angan-angan musuh untuk membunuh Nasrallah tidak akan selesai dengan adanya ancaman baru karena Hizbullah memang siap menghadapi segala skenario.

Sumber itu mengutip pengakuan yang disampaikan Nasrallah sendiri dalam setiap rapat taktis bahwa sejauh ini usianya telah dipanjangkan 20 tahun dan bahwa jika Allah memanjangkannya lagi maka dia berharap suatu saat nanti akan gugur sebagai syahid di jalan Allah. (mm/raialyoum)

HRW Serukan Penangkapan Bin Salman Di Argentina

Lembaga Human Rights Watch (HRW) secara resmi telah meminta otoritas peradilan Argentina menggunakan klausa konstitusional domestik untuk menangkap dan mengadili Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS) ketika dia memasuki Argentina pada akhir pekan ini untuk menghadiri KTT G20. Penangkapan ini diserukan terkait dengan kejahatan perang Saudi di Yaman dan pembunuhan jurnalis  Jamal Khashoggi yang diduga dilakukan atas instruksi MbS.

Lembaga peduli HAM yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), itu menyampaikan pengajuannya bersama jaksa federal Argentina pada Senin (26/11/2018), serta menyajikan temuan publiknya mengenai pelanggaran hukum internasional selama serangan militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman dan dugaan keterlibatan MbS dalam praktik penyiksaan dan perlakuan buruk lain terhadap warga Saudi, termasuk Khashoggi.

Konstitusi Argentina mengakui prinsip yurisdiksi universal untuk kejahatan perang dan penyiksaan. Akibatnya, otoritas kehakimannya dapat menyelidiki dan mengadili kejahatan tersebut tanpa menghiraukan di mana kejahatan itu dilakukan, siapa pelakunya, dan siapa korbannya.

“Otoritas kejaksaan Argentina harus menyelidiki peran Muhamed bin Salman dalam dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi sejak 2015 di Yaman,” ungkap Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth.

“Kehadiran putra mahkota di KTT G20 di Buenos Aires dapat membuat pengadilan Argentina menjadi jalan ganti rugi bagi para korban pelanggaran yang tidak dapat mencari keadilan di Yaman atau Arab Saudi,” imbuhnya.

Berkas yang disajikan oleh HRW telah diterima oleh hakim pengadilan federal Ariel Lijo, yang meneruskannya ke jaksa federal Ramiro González, yang sekarang harus memutuskan apakah prinsip yurisdiksi universal berlaku dalam kasus MbS.

“Keputusan pejabat Argentina untuk bergerak ke arah penyelidikan akan menjadi sinyal kuat bahwa bahkan pejabat kuat seperti Mohammed bin Salman tidak berada di luar jangkauan hukum. Dan Mohammad bin Salman harus tahu bahwa dia mungkin menghadapi penyelidikan kriminal jika dia pergi ke Argentina,” ujar Roth.

Bin Salman diperkirakan akan menghadiri pertemuan para pemimpin negara-negara industri maju dan berkembang, yang dikenal dengan nama G20, di Buenos Aires pada 30 November mendatang. (presstv)

Menlu Turki: Rekaman Pembunuhan Khashoggi “Menjijikkan”

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengaku telah mendengarkan rekaman audio “menjijikkan” terkait dengan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi oleh agen Saudi di konsulat negara kerajaan ini di Istanbul, Turki.

“Saya mendengarkannya. Dia terbunuh dalam waktu tujuh menit. Itu adalah pembunuhan yang disengaja,” kata Cavusoglu kepada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung, Selasa (27/11/2018).

Cavusoglu mengaku dapat mendengar perintah seorang dokter forensik Saudi kepada orang lain agar memutar musik saat dia memutilasi tubuh korban.

Dia berkata: “Salah satu pemberitahuan (menyebutkan) bahwa dia menikmatinya … Dia suka memotong orang. Ini menjijikkan.”

Menlu Turki mengatakan baru pertama kalinya mendengar rekaman yang bocor ke media Turki itu, dan tim penyelidik Turki tidak akan mengungkap bagaimana mereka berhasil mendapatkan rekaman itu.

Pada pertengahan bulan ini Kejaksaan Saudi mengklaim bahwa pembunuhan itu diputuskan oleh ketua “tim perunding” yang ditugaskan untuk membujuknya agar kembali ke Saudi, dan bahwa kejahatan itu terjadi akibat “perkelahian” yang menjurus pada “pengikatan, pencekikan dan penyuntikan korban dengan jarum obat bius berdosis tinggi.”

Namun, Chavusoglu menegaskan, “Mereka membunuhnya bukan setelah mereka gagal membujuknya agar pulang (ke Saudi).”

Ditanya mengenai siapa yang menginstruksikan pembunuhan korban, Chavusoglu mengatakan,”Saya tak dapat mengatakan tanpa bukti.”

Turki menyatakan bahwa Khashoggi, jurnalis The Washington Post, tewas pada tanggal 2 Oktober lalu di tangan sebuah tim eksekutor beranggotakan 15 orang yang dikirim dari Riyadh. Ankara memastikan perintah pembunuhan itu berasal dari “tingkat tertinggi pemerintah Saudi, tetapi bukan Raja Salman bin Abdulaziz. “

Mayat Khashoggi hingga kini belum ditemukan. Media Turki Senin lalu melaporkan bahwa polisi negara ini telah menggeledah dua villa di provinsi Yalova, Turki barat laut, terkait dengan kasus yang mengheboh dunia ini.  (abcnews/raialyoum)

Saudi Bantah Ada Pasukannya Di Suriah

Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Turki di Ankara menepis laporan media Turki bahwa di wilayah Suriah terdapat tentara Saudi.

Dalam sebuah statemen yang dirilis melalui laman resminya, Senin (26/11/2018), kedutaan Saudi itu menyatakan, “Berbagai media dan laman elektronik menyiarkan kabar mengenai adanya pasukan militer Arab Saudi di bagian timur laut Suriah.”

Statemen ini menambahkan, “Kedutaan besar ini menegaskan bahwa kabar itu sama sekali tidak benar. Di Suriah sama sekali tidak ada tentara Saudi.”

Kedutaan Saudi kemudian mengimbau media agar “menyiarkan berita secara cermat dan jernih dari sumber-sumber terpercaya.”

Sebelumnya, beberapa media Turki melaporkan bahwa pasukan militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terpantau bergerak di kawasan timur Sungai Furat dekat perbatasan Turki, manakala Turki mengancam akan melancarkan operasi militer terhadap milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

Laporan-laporan itu menyebutkan bahwa data-data yang ada menunjukkan ketersebaran pasukan Saudi dan Emirat di sejumlah kawasan di timur Sungai Furat namun dengan kedok pasukan Amerika Serikat yang ada di sana dalam rangka operasi militer pasukan koalisi internasional. (raialyoum)