Rangkuman Berita Timteng Kamis 29 November 2018

khamenei dan para perwiraJakarta, ICMES: Pemimpin Besar Iran menyerukan kepada tentara agar mengerahkan segenap kemampuan dan kesiapan mereka agar musuh-musuh negara ini bahkan tidak berani untuk sekedar mengancamnya.

TV Channel 10 milik Israel mengungkap sepak terjang negara Zionis ilegal ini untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Sudan, dan dalam rangka ini sebuah pertemuan rahasia antara keduanya di Turki.

Ketua Eksekutif lembaga think tank Atlantic Council yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Frederick Kempe menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) dapat menyurutkan tekanan Barat terhadap dirinya dengan syarat.

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh mendapat undangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia untuk berkunjung ke Negeri Beruang Merah ini.

Berita selengkapnya:

Sayyid Khamenei: Gentarkan Musuh Sampai Mereka Bahkan Tak Berani Mengancam

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Laut (AL) Republik Islam Iran, Rabu (28/11/2018), menyerukan kepada mereka agar mengerahkan segenap kemampuan dan kesiapan mereka agar musuh-musuh negara ini bahkan tidak berani untuk sekedar mengancamnya.

“Sedapat mungkin tingkatkan kemampuan dan kesiapan kalian agar musuh-musuh Iran bahkan tak berani mengancam bangsa yang besar ini,” imbaunya dalam pertemuan yang diadakan pada peringatan HUT AL Iran tersebut, sembari mengingatkan bahwa pihak musuh Iran juga terus memperbesar kubu anti Iran.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw ini mengapresiasi kemajuan pesat AL Iran berkat rasa percaya diri mereka.

“Generasi AL sekarang percaya penuh kepada kemampuannya berinovasi, dan bergabungnya kapal destroyer Sahand serta kapal selam Fateh dan Ghadir ke armada AL merupakan pertanda baik akan kemajuannya dari masa ke masa,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, “Republik Islam Iran tidak berniat memulai perang terhadap siapapun, namun kemampuan harus ditingkat sedemikian rupa sampai musuh bukan hanya takut menyerang Iran, melainkan juga bayang-bayang ancaman dapat terjauh dari bangsa Iran berkat solidaritas, kekuatan, dan partisipasi efektif angkatan bersenjata di gelanggang.” (fars)

Mengejutkan, Sudan Adakan Pertemuan Rahasia Dengan Israel Di Turki

TV Channel 10 milik Israel mengungkap sepak terjang negara Zionis ilegal ini untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Sudan, dan dalam rangka ini sebuah pertemuan rahasia antara para pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel dan para pejabat Kemlu Sudan telah dilakukan secara rahasia di kota Istanbul, Turki.

Channel itu mengutip keterangan sumber diplomatik papan atas yang menolak disebutkan identitasnya bahwa delegasi Kemlu Israel telah mengadakan pertemuan rahasia dengan para petinggi Sudan di Istanbul pada tahun lalu demi mengupayakan dialog antara kedua negara.

Menurut sumber itu, diplomat Israel yang menghadiri pertemuan itu adalah Bruce Kashdan, orang yang sejak awal tahun 1990-an telah bekerja sebagai delegasi khusus Kemlu Israel untuk negara-negara Arab Teluk Persia dan sekarang menjabat sebagai delegasi khusus untuk Sudan. Misi Kashdan sebagian besar terfokus pada upaya menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara yang tidak menjalin hubungan itu dengan Israel.

Sumber itu menjelaskan bahwa Kashdan pada tahun lalu telah mengadakan pertemuan dengan sekelompok pejabat Sudan, termasuk asisten Mohammad Ata, wakil ketua badan intelijen Sudan saat itu dan kini menjabat sebagai duta besar Sudan untuk Amerika Serikat.

Pertemuan itu diselenggarakan di kantor seorang pengusaha Turki yang dekat dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir, dan kedua pihak membahas upaya normalisasi hubungan bilateral dan kemungkinan Israel membantu Sudan di bidang-bidang ekonomi, kesehatan, dan pertanian.

Juru bicara Kemlu Israel Emmanuel Nahshon tidak membantah laporan tersebut dan hanya berkata, “Tak ada komentar.”

Sebelumnya, Otoritas Penyiaran Israel menyatakan bahwa ada tindakan-tindakan rahasia untuk kunjungan resmi yang akan dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Sudan dalam rangka mengupayakan terjalinnya hubungan erat Israel dengan Sudan. (raialyoum)

Atlantic Council: Bin Salman Dapat Mengurangi Tekanan Barat Dengan Syarat

Ketua Eksekutif lembaga think tank Atlantic Council yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Frederick Kempe menyatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) dapat menyurutkan tekanan Barat terhadap dirinya terkait dengan kasus pembunuhan Kashoggi asalkan dia berusaha memperbaiki kondisi masyarakat Saudi.

“Mohamed bin Salman dapat meringankan tekanan Barat dalam kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi seiring dengan perjalanan waktu dengan cara melipat gandakan upayanya membaiki masyarakat Saudi; bukan hanya dengan meningkatkan pengindahan hak perempuan, melainkan juga dengan membebaskan para aktivis yang ditangkapnya belakangan ini,” ujar Kempe.

Dia menambahkan bahwa di tahun-tahun lalu MbS sukses dalam melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan, tapi dalam kepergiannya kali ini untuk mengikuti pertemuan puncak G-20 di Argentina bisa jadi dia akan mengalami pertemuan-pertemuan yang dingin sebagai dampak kasus Khashoggi.

Kempe menilai dampak peristiwa kejahatan itu “membangkitkan permusuhan antarsekutu, dan dapat mendekatkan musuh.” Menurutnya, hal yang memprihatinkan Saudi sebagai sekutu AS ialah dampak reaksi AS dan Eropa terhadap “pembunuhan sadis, bodoh, dan tak bertanggungjawab” itu.

Frederick Kempe kemudian menyebutkan aliansi AS-Saudi sekarang sangat urgen karena AS membutuhkan para sekutunya, terutama untuk membendung berkembangnya pengaruh Rusia, China, dan Iran. (alalam)

Pemimpin Hamas Mendapat Undangan Resmi Dari Rusia

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh mendapat undangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia untuk berkunjung ke Negeri Beruang Merah ini.

Undangan itu diserahkan kepadanya oleh Duta Besar Rusia untuk Palestina Haider Aghanin dalam pertemuan antara keduanya di kantor Haniyeh di bagian barat kota Gaza, Rabu (28/11/2018).

Dalam pertemuan ini Haniyeh memuji upaya Rusia dalam masalah Palestina, sementara Aghanin memastikan negaranya mengerahkan segenap upaya di semua level untuk penanganan kemelut Palestina. (maan)