Rangkuman Berita Timteng Jumat 7 Desember 2018

unifil dan tentara israelJakarta, ICMES: Draf resolusi Majelis Umum PBB anti kelompok pejuang Palestina Hamas yang diajukan pertama kalinya oleh Amerika Serikat (AS) gagal mendapat dukungan dalam pemungutan suara  mayoritas dua pertiga yang diperlukan di majelis ini.

Perundingan damai yang disponsori oleh PBB di Swedia akan membahas enam poin yang diperselisihkan oleh dua kubu yang bertikai, yaitu kubu mantan presiden Abd Mansour Hadi yang berkedudukan di kota Aden dan kubu Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman.

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengkonfirmasi adanya terowongan dekat “garis biru” di perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Suriah timur menyatakan perlu menyelesaikan pelatihan antara 35.000 hingga 40.000 pasukan lokal untuk “membangun stabilitas” di Suriah timur menyusul kekalahan kelompok teroris ISIS.

Berita selengkapnya:

AS Gagal Loloskan Resolusi Anti-Hamas Di Majelis Umum PBB

Draf resolusi Majelis Umum PBB anti kelompok pejuang Palestina Hamas yang diajukan pertama kalinya oleh Amerika Serikat (AS) gagal mendapat dukungan dalam pemungutan suara  mayoritas dua pertiga yang diperlukan di majelis ini pada Kamis (6/12/2018).

Sebelumnya, Kuwait hanya berhasil mendapat suara mayoritas sederhana hanya sebanyak tiga suara dalam menjalankan ketentuan prosedural yang mengharuskan draf itu mendapatkan suara mayoritas dua pertiga.

Dilaporkan bahwa di badan dunia yang beranggotakan 193 negara itu draf tersebut mendapatkan 75 suara setuju, 72 suara menentang, dan 26 abstein.

Draf itu berisikan kecaman terhadap Hamas karena telah “meluncurkan rudal dari Gaza” tanpa menyinggung agresi yang kerap dilakukan Israel terhadap orang-orang Palestina.

Duta Besar AS Nikki Haley sebelum pemungutan suara mengatakan kepada Majelis bahwa draf itu dapat mencetak sejarah terhadap Hamas yang dia sebut “salah satu kasus terorisme yang paling jelas dan mengerikan di dunia.”

Sebagai reaksi atas draf itu, di hari yang sama Irlandia dan Bolivia mengajukan draf yang menetralisir draf usulan AS, yaitu dengan menekankan penyelesaian masalah Palestina berdasar resolusi-resolusi terkait, termasuk resolusi  2334 Dewan Keamanan PBB yang mengecam pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat dan al-Quds Timur.

Draf ini menggaris bawahi keharusan  penghentian Israel atas pendudukan yang dilakukannya sejak tahun 1967 terhadap kawasan antara lain al-Quds Timur serta menekankan solusi dua negara dan kerukunan hidup bersama pada perbatasan yang telah diakui sesuai ketentuan tahun 1967. (raialyoum)

Ini Enam Isu Yaman Yang Diperselisihkan Dalam Perundingan Di Swedia

Perundingan damai yang disponsori oleh PBB di Swedia akan membahas enam poin yang diperselisihkan oleh dua kubu yang bertikai, yaitu kubu mantan presiden Abd Mansour Hadi yang berkedudukan di kota Aden dan kubu Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman.

Sumber dari kubu pro-Mansour Hadi yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis (6/12/2018), menjelaskan kepada Anadolu bahwa enam poin dalam agenda perundingan itu ialah sebagai berikut;

Pertama, pembebasan para tahanan dan tawanan kedua belah pihak.

Kedua, penyampaian bantuan kemanusiaan kepada para korban di seluruh penjuru Yaman.

Ketiga, penyerahan pelabuhan Hudaydah oleh Ansarullah. Poin ini tercatat paling sulit, dan sumber itu tidak menyebutkan pelabuhan itu akan diserahkan kepada pihak mana.

Keempat, penghentian blokade kota Taiz di barat daya Yaman yang dilakukan Ansarullah sejak Agustus 2015.

Kelima adalah persoalan terkait dengan Bank Sentral Yaman yang sudah terbelah menjadi dua, satu di Sanaa yang dikuasai Ansarullah, dan yang lain di Aden yang dijadikan sebagai ibu kota sementara oleh kubu Mansour Hadi.

Keenam, pemulihan bandara Sanaa yang diblokir oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi sejak Agustus 2016.

Perundingan di Swedia telah dimulai, Kamis, dan tercatat sebagai perundingan yang kelima kalinya antarkelompok Yaman yang bersiteru.  Perundingan pertama dan kedua digelar di Swiss pada tahun 2015, ketiga di Kuwait pada tahun 2016, dan keempat di Swiss lagi namun gagal pada September  2018.

Perundingan kali ini mendapat dukungan luas dari khalayak internasional. Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths mengatakan ada upaya dan dukungan internasional untuk perundingan ini demi menyelesaikan krisis Yaman.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan invasi militer ke Yaman sejak tahun 2015 dengan dalih berupaya memulihkan pemerintahan Mansour Hadi dan menumpas kelompok Ansarullah yang menguasai ibu kota dan beberapa provinsi Yaman. (raialyoum)

UNIFIL Konfirmasi Temuan Terowongan Hizbullah Di Perbatasan Lebanon-Israel

Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengkonfirmasi adanya terowongan dekat “garis biru” di perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan 1948).

UNIFIL dalam siaran persnya yang dirilis melalui akun resminya di Twitter, Kamis (6/12/2018), menyebutkan: “Kepala UNIFIL Mayjen Stefano De Col bersama tim teknisi telah meninjau sebuah lokasi di utara Israel di mana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menemukan sebuah terowongan. UNIFIL dapat mengonfirmasi adanya terowongan di lokasi itu.”

Tanpa menyebutkan soal penggalian terowongan, pasukan penjaga perdamaian di Lebanon itu menyebutkan bahwa “penting sekali penetapan gambaran yang utuh untuk peristiwa berbahaya ini”, dan akan menyerahkan data-data yang dimilikinya mengenai terowongan ini kepada pemerintah Lebanon.

Sebelumnya, ketika UNIFIL mengunjungi wilayah perbatasan IDF mendesaknya agar “menetralkan” terowongan Hizbullah di sisi Lebanon dari perbatasan Israel.

Komandan utara Israel Mayjen Yoel Strik memberikan kepada Del Col informasi  tentang apa yang disebutnya terowongan kedua yang digali Hezbollah dari desa Ramya menuju wilayah Israel.

Strik meminta Del Col menghancurkan terowongan itu dan yang lainnya. Dia juga memberikan kepadanya informasi  mengenai operasi IDF yang diluncurkan Israel pada minggu ini untuk menghancurkan terowongan Hizbullah.

Sejauh ini Israel mengklaim telah menemukan dua terowongan, dan Strik menyebut pemerintah Libanon dan UNIFIL yang bertanggung jawab atas pembangunan terowongan. (rt/jerussalempost)

AS Mengaku Ingin Melatih 40000 Pasukan Lokal Di Suriah

Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Suriah timur menyatakan perlu menyelesaikan pelatihan antara 35.000 hingga 40.000 pasukan lokal untuk “membangun stabilitas” di Suriah timur menyusul kekalahan kelompok teroris ISIS.

“Kami memperkirakan sekitar 35.000 hingga 40.000 pasukan lokal harus dilatih dan diperlengkapi untuk menyediakan stabilitas,” kata Kepala Staf Gabungan Pasukan AS Jenderal Joseph Dunford dalam wawancara dengan The Washington Post, Kamis (6/12/2018).

Tanpa menyebutkan jumlah pasukan Komando Operasi Khusus AS yang saat ini beroperasi di Suriah timur, Dunford menambahkan bahwa pihaknya tidak berencana menarik mereka.

Ketika ditanya apakah pasukan AS di Suriah timur akan dipertahankan di wilayah itu untuk masa mendatang, dia menjawab, “Tidak. Yang benar, mereka tidak akan pergi dalam waktu dekat.”

Dia mengklaim bahwa pelatihan pasukan lokal itu diperlukan untuk membangun kembali pemerintahan dan layanan lokal yang efektif di kawasan itu termasuk menyangkut limbah, hukum dan ketertiban serta energi listrik. (sputnik/rt)