Rangkuman Berita Timteng Jumat 14 Desember 2018

tentara israel ketakutanJakarta, ICMES: Empat warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel dalam beberapa operasi militer terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan tentara Zionis itu mengumumkan kota Ramallah sebagai zona militer tertutup.

Kelompok pejuang Palestina Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza dan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengapresiasi serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di Tepi Barat, dan menyebutnya sebagai bukti  bahwa muqawamah (resistensi) masih hidup di Tepi Barat.

Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi yang menyerukan diakhirnya keterlibatan AS dalam invasi militer koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UAE) terhadap Yaman, dan menyetujui resolusi yang menyebut Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Berita selengkapnya:

Tepi Barat Meradang, 4 Orang Palestina Gugur Dan 2 Tentara Israel Tewas  

Empat warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel dalam beberapa operasi militer terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan tentara Zionis itu mengumumkan kota Ramallah sebagai zona militer tertutup.

Penutupan ini diumumkan menyusul penembakan yang menewaskan dua tentara oleh seorang warga Palestina di dekat pemukiman ilegal Ofra di timur Ramallah. Warga Palestina itu melarikan diri dengan mobilnya dari lokasi kejadian tanpa diketahui identitasnya.

Militer Israel dalam sebuah statemennya, Kamis (13/12/2018), menyatakan berusaha melakukan pengejaran di area dekat  jalur keluar masuk Ramallah.

Pembunuhan pertama terjadi pada Rabu malam ketika pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina dalam operasi terpisah dalam rentang waktu enam jam. Tiga warga Palestina itu adalah tersangka dalam dugaan serangan terhadap orang Israel.

Pada dini hari Kamis pasukan Israel juga menembak mati seorang warga Palestina yang dituduh membunuh dua pemukim Zionis di Tepi Barat pada Oktober lalu, setelah upaya pengejaran selama dua bulan.

Sumber-sumber keamanan Palestina menyatakan bahwa Ashraf Naalweh, 23 tahun, gugur dalam serangan pasukan Israel di kamp pengungsi Askar di kota Nablus di bagian utara Tepi Barat, dan tentara Israel telah menahan jenazahnya.

Dalam serangan lain di malam yang sama di sebuah desa di Tepi Barat pasukan Israel menembak mati Salah Omar Barghouti, 29 tahun, yang diduga sebagai pelaku penembakan yang melukai tujuh pemukim Israel terluka di dekat pemukiman Ofra pada hari Ahad lalu.

Barghouti sedang mengendarai taksi ketika tentara Israel menembaki kendaraannya di dekat Surda, sebelah utara Ramallah, dan pasukan Israel kemudian menahan jenazahnya.

Tentara Israel menyerbu kediaman Barghouti di desa Kobar di utara Ramallah, dan menangkap ayah dan saudara laki-lakinya.

Di kota Yerusalem Timur pasukan Israel menembak mati Majd Muteir setelah pria Palestina ini melukai dua polisi Israel dalam serangan dengan menggunakan senjata tajam pada dini hari.

Warga Palestina keempat gugur pada Kamis sore, setelah berusaha menabrakkan mobil terhadap sekelompok tentara Israel di kota Ramallah al-Bireh. Warga Palestina itu diidentifikasi sebagai Hamdan Tawfiq al-Ardah, 60 tahun. (aljazeera/wafa)

Hamas Dan Hizbullah Puji Serangan Terhadap Kaum Zionis Di Tepi Barat

Kelompok pejuang Palestina Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza dan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengapresiasi serangan para pejuang Palestina terhadap kaum Zionis di Tepi Barat, dan menyebutnya sebagai bukti  bahwa muqawamah (resistensi) masih hidup di Tepi Barat.

“Api perlawanan di Tepi Barat akan tetap hidup sampai pendudukan Israel dikalahkan dari keseluruhan tanah kami, dan hingga kami mendapatkan kembali hak kami secara penuh,” tegas Hamas dalam sebuah statemennya, Kamis (13/12/2018).

Senada dengan Hamas, kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menyatakan bahwa perkembangan situasi di Tepi Barat membuktikan kemampuan dan jauhnya jangkauan kubu muqawamah (resistensi).

Hizbullah memuji serangan para pejuang Palestina dengan menyebutnya “tindakan istimewa dan inovasi para mujahidin Palestina dalam melancarkan beberapa serangan terhadap musuh di sejumlah tempat secara bersamaan, dan ini juga menunjukkan bahwa kubu muqawamah selalu siap melawan kubu agresor.”

Hizbullah menambahkan, “Operasi hari ini merupakan ungkapan jujur tentang opsi bangsa Palestina dengan mengandalkan resistensi sebagai satu-satunya jalan pembebasan tanah airnya, sebesar apapun pengorbanannya.”

Hizbullah mengucapkan selamat kepada bangsa Palestina atas kesyahidan Ashraf Naalweh, 23 tahun, pelaku serangan di Burkan dan  Salah Omar Barghouti, 29 tahun, pelaku serangan di Burkan.

“Darah para mujahidin dan orang-orang mulia akan terus mengejar kaum Zionis penjajah hingga mereka mengalahkan Zionis dan mencetak kemenangan,” tegas Hizbullah.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk melegalkan ribuan rumah pemukiman Yahudi yang dibangun tanpa izin Israel di Tepi Barat.

Dia juga berjanji untuk mempercepat pembongkaran rumah warga Palestina pelaku serangan dalam waktu 48 jam, meningkatkan penahanan anggota Hamas yang sudah berada di penjara Israel, dan meningkatkan pengerahan pasukan Israel di Tepi Barat.

“Prinsip panduan kami adalah siapa pun yang menyerang kami dan siapa pun yang mencoba menyerang kami – akan membayar dengan nyawanya. Musuh kita tahu ini dan kita akan menemukan mereka,” sumbarnya. (wafa/raialyoum)

Senat AS Serukan Diakhirinya Perang Yaman Dan Kecam Bin Salman Atas Pembunuhan Khashoggi

Senat Amerika Serikat (AS), Kamis (13/12/2018), menyetujui resolusi yang menyerukan diakhirnya keterlibatan AS dalam invasi militer koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UAE) terhadap Yaman, dan menyetujui resolusi yang menyebut Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Dilaporkan bahwa politisi AS terlihat semakin gusar menyaksikan peningkatan drastis jumlah korban warga sipil Yaman akibat serangan udara Saudi dan UEA dengan menggunakan senjata buatan AS dalam dua tahun terakhir.

Suara terakhir untuk resolusi Yaman adalah 56 suara setuju melawan 41 menentang, dan sebanyak tujuh anggota Republik mengabaikan sikap partai mereka dengan memilih mendukung resolusi tersebut.

Resolusi Yaman telah diajukan oleh Senat dalam pemungutan suara 55-44 pada 20 Maret, tetapi setelah terjadi kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, merebaknya kemarahan di Washington mendorong para politisi untuk mengangkat lagi masalah Yaman.

Khashoggi terbunuh setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Setelah memberikan pernyataan simpang siur mengenai keberadaan Khashoggi, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa dia terbunuh di dalam konsulat dengan kondisi mayat termutilasi.

Kerajaan Saudi kemudian bersikukuh bahwa MBS tidak mengetahui ihwal pembunuhan ini, sementara Turki memastikan pembunuhan ini diperintahkan oleh pemimpin Saudi pada level tertinggi.

Badan intelijen AS, CIA, berkesimpulan bahwa MBS setidaknya mengetahui pembunuhan itu, namun Trump dalam wawancara dengan Reuters pada Selasa lalu kembali menegaskan dukungannya kepada MBS.

Kamis kemarin Senat dengan suara bulat menyetujui dua resolusi terpisah dan tidak mengikat, masing-masing berisi kecaman terhadap pembunuhan Khashoggi dan menyerukan diakhirnya perang Yaman.

Koalisi Saudi-UAE menginvasi Yaman sejak tahun 2015 dengan dalih menumpas kelompok pejuang Ansarullah (Houthi). Menurut kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia dan monitoring perang, lebih dari 60.000 orang tewas di Yaman akibat pemboman atau kelaparan dan kondisi lainnya sejak perang dimulai. (aljazeera)