Jakarta, ICMES. Serangan udara Rezim Zionis Israel terhadap Yaman, tepatnya di Ibu kota negara ini, Sanaa, dan Provinsi Hodeidah, pada hari Kamis dilaporkan telah menggugurkan dan melukai sejumlah orang.

Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidatonya pada hari Kamis, selain berbicara mengenai Palestina, Lebanon, Iran serta konfrontasi Yaman dengan Rezim Zionis Israel, juga berkomentar mengenai perkembangan situasi di Suriah.
Mediator AS dan Arab dilaporkan terus bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, tapi di saat yang sama Israel terus melakukan pembantaian di Jalur Gaza. Dalam peristiwa terbaru, serangan pasukan Zionis bahkan menggugurkan sedikitnya 41 warga Palestina.
Berita selengkapnya:
Serangan Israel terhadap Yaman Gugurkan Sembilan Orang
Serangan udara Rezim Zionis Israel terhadap Yaman, tepatnya di Ibu kota negara ini, Sanaa, dan Provinsi Hodeidah, pada hari Kamis (19/2), dilaporkan telah menggugurkan dan melukai sejumlah orang.
Saluran TV satelit Al-Masirah yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah dalam berita singkatnya menyebutkan bahwa sembilan warga gugur syahid dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan Israel di pelabuhan Hodeidah dan fasilitas minyak Ras Issa di Yaman barat.
Sebelumnya, otoritas Yaman mengumumkan Israel telah melancarkan 12 serangan di Sanaa dan Hodeidah.
“Israel melancarkan empat serangan terhadap pembangkit listrik Haziz di selatan ibu kota, Sanaa, dan dua serangan terhadap stasiun pembangkit listrik Dhahban di utara ibu kota,” ungkap sumber anonim yang dikutip kantor berita Saba.
“Tim pertahanan sipil berhasil memadamkan api di stasiun Dhahban, dan melanjutkan tugas mereka di stasiun Haziz,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, “Israel melancarkan empat serangan di pelabuhan Hodeidah, dan dua serangan terhadap fasilitas minyak Ras Issa di wilayah tersebut, hingga menyebabkan gugur dan cederanya sejumlah karyawan fasilitas Ras Issa.”
Pada Kamis malam, Angkatan Bersenjata Yaman menyiarkan rekaman video “peluncuran dua rudal balistik hipersonik di wilayah Jaffa (Tel Aviv).”
Saluran Al-Masirah mengomentari klip itu dengan menyebutkan, “Dua rudal hipersonik Palestina 2 diluncurkan ke dua sasaran militer musuh, Zionis, di wilayah pendudukan Jaffa (Tel Aviv).”
Di pihak lain, tentara Israel mengumumkan bahwa 14 pesawat tempurnya menyerang dengan puluhan bom ke lima target di Yaman.
Serangan ini tercatat sebagai serangan ketiga Israel terhadap Yaman sejak dimulainya genosida di Gaza pada Oktober 2023. Serangan pertama terjadi pada Juli lalu, dan serangan kedua pada September lalu, menyasar pelabuhan Hodeidah dan fasilitas bahan bakar di pembangkit listrik kota tersebut.
Sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza, Angkatan Bersenjata Yaman telah menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah sejak November 2023 dengan rudal dan drone. (raiayoum)
Pemimpin Ansarullah: Israel Serang Suriah Demi Impiannya Menjangkau Hingga Sungai Eufat
Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi dalam pidatonya pada hari Kamis (19/12), selain berbicara mengenai Palestina, Lebanon, Iran serta konfrontasi Yaman dengan Rezim Zionis Israel, juga berkomentar mengenai perkembangan situasi di Suriah.
Sayid Al-Houthi mengungkapkan bahwa Israel mempunyai rencana ”Koridor David” yang bertujuan menembus hingga Sungai Eufrat di wilayah yang diduduki AS.
Dia mengatakan bahwa Israel mempunyai mimpi untuk mencapai Sungai Eufrat dan melihat peluang yang tersedia karena mereka tidak menghadapi hambatan apapun dalam menembus wilayah Suriah.
Dia menilai Israel berupaya menciptakan peluang, dan kendalinya atas Gunung al-Sheikh (Hermon) yang strategis di Suriah merupakan suatu rampasan yang sangat besar, karena gunung itu menghadap ke seluruh wilayah Syam.
Al-Houthi mengomentari nama “Operasi Panah Bashan” yang dipakai Israel dalam serangannya ke Suriah. Menurutnya, nama itu melambangkan mitos Yahudi kuno, yang mana wilayah Suriah selatan dan Yordania utara dianggap sebagai “kerajaan Yahudi kuno. ”
Pemimpin Ansarullah menyebutkan bahwa semua senjata dan kemampuan strategis Suriah telah diabaikan dan tidak termasuk dalam tanggung jawab otoritas baru di Suriah. Dia menyayangkan hal ini dan menyebutnya sebagai “zuhud yang aneh dan mencengangkan.”
Al-Houthi menambahkan bahwa Israel merasa leluasa menyerang Suriah, di darat, laut dan udara, karena tidak mendapat reaksi apapun. Israel bahkan juga mengirimkan tim untuk mencuri dokumen, peralatan dan penelitian.
Pemimpin Ansarullah menekankan bahwa penghancuran kemampuan Suriah oleh pendudukan merupakan agresi kriminal, kelancangan, dan pelanggaran kedaulatan, dan meskipun terjadi pelanggaran sedemikian masif, namun di Suriah ada upaya pencegahan dari segala hasutan anti AS dan Israel.
Mengenai Iran, dia mengatakan bahwa negara republik Islam ini menunaikan kewajibannya membela Palestina secara lebih baik daripada negara manapun, dan bahkan sama sekali tak dapat dibandingkan dengan beberapa negara yang memang sengaja menelantarkan Palestina.
Mengenai konfrontasi antara Yaman dan Israel, Al-Houthi memastikan serangan Israel terhadap Yaman tidak akan mempengaruhi tekad Yaman untuk membela Gaza dengan aksi-aksi militer serta eskalasi pada tahap kelima dukungannya untuk Gaza.
Al-Houthi juga menyebutka bahwa Yaman sejauh ini telah melancarkan 1.147 serangan rudal balistik dan jelajah serta drone terhadap Israel serta menyerang 211 kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, Bab al-Mandab, dan Laut Arab. (raialyoum)
Israel Terus Melakukan Pembantaian di Gaza di Tengah Pembicaraan Gencatan Senjata
Mediator AS dan Arab dilaporkan terus bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, tapi di saat yang sama Israel terus melakukan pembantaian di Jalur Gaza. Dalam peristiwa terbaru, serangan pasukan Zionis bahkan menggugurkan sedikitnya 41 warga Palestina.
Para mediator, dalam pembicaraan di Mesir dan Qatar, berusaha untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan perang yang telah berlangsung selama 14 bulan di Jalur Gaza. Kesepakan gencatan senjata itu akan mencakup pembebasan sejumlah orang Israel yang ditawan pejuang Palestina sejak tanggal 7 Oktober 2023, dan pembebasan sejumlah orang Palestina yang ditahan oleh Israel.
Sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan bahwa para mediator berhasil mempersempit beberapa celah pada poin-poin penting sebelumnya, namun perbedaan tetap ada.
Di Gaza, petugas medis mengatakan sedikitnya 13 warga Palestina gugur dalam serangan udara Israel yang terpisah, termasuk di dua rumah di Kota Gaza dan sebuah kamp pusat.
Petugas medis mengatakan serangan udara Israel pada Rabu malam (18/12) menggugurkan sembilan orang di dekat kamp pengungsi Shati di Kota Gaza, sementara serangan lainnya menggugurkan empat orang di sebuah proyek perumahan dekat Beit Lahiya di utara. Tidak ada komentar dari Israel.
Kemudian pada hari Kamis (19/12), serangan udara menggugurkan sedikitnya 15 warga Palestina di dua tempat yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi di pinggiran timur Kota Gaza di Tuffah, kata petugas medis, sehingga jumlah korban tewas pada hari Kamis menjadi 41 orang.
Militer Israel lagi-lagi mengaku menyerang pejuang Hamas. Kali ini mereka menyatakan bahwa mereka menyerang pejuang yang beroperasi di kompleks komando dan kontrol di daerah-daerah yang sebelumnya merupakan Sekolah Al-Karama dan Sha’ban di Tuffah.
Militer Israel mengklaim Hamas menggunakan kompleks-kompleks itu untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap pasukan Israel. (aljazeera)







