Jakarta, ICMES. Seminggu setelah pemerintahannya terguling oleh pemberontakan, mantan presiden Suriah Bashar al-Assad melayangkan surat yang ditujukan kepada rakyat Suriah.

Pasukan pendudukan Israel terus mengeksploitasi ketegangan situasi di Suriah dan meningkatkan frekuensi pelanggarannya terhadap wilayah Suriah melalui darat, laut, dan udara.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan pihaknya telah menyerang sasaran militer Israel di wilayah pendudukan Yafa dengan rudal balistik hipersonik “Palestina 2”.
Berita selengkapnya:
Layangkan Surat kepada Rakyat Suriah, Bashar al-Assad Bantah Kepergiannya Direncanakan
Seminggu setelah pemerintahannya terguling oleh pemberontakan, mantan presiden Suriah Bashar al-Assad pada hari Senin (16/12) merilis surat yang ditujukan kepada rakyat Suriah.
Al-Assad membantah tuduhan kepergiannya dari Damaskus sudah direncanakan sebelumnya. Dia menyatakan otoritas Rusia meminta evakuasi dirinya dari pangkalan udara Hemeimim di provinsi pesisir barat Latakia setelah pangkalan itu menjadi sasaran serangan sengit pesawat nirawak.
“Keberangkatan saya dari Suriah tidak direncanakan, dan tidak terjadi selama jam-jam terakhir pertempuran, seperti yang diklaim beberapa pihak. Sebaliknya, saya tetap berada di Damaskus, melaksanakan tugas saya hingga dini hari Minggu, 8 Desember 2024,” tulisnya, seperti dikutip saluran Telegram kepresiden Suriah.
“Saat pasukan teroris masuk ke Damaskus, saya pindah ke Latakia dengan koordinasi bersama sekutu Rusia kami untuk mengawasi operasi tempur. Saat tiba di pangkalan udara Hmeimim pagi itu, baru jelas bahwa pasukan kami telah sepenuhnya ditarik dari semua garis pertempuran dan posisi tentara terakhir telah jatuh,” ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa pejabat Rusia meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Moskow pada malam tanggal 8 Desember karena situasi lapangan di daerah itu terus memburuk, dan pangkalan militer Rusia itu sendiri diserang.
“Tidak ada satu pun momen selama peristiwa ini yang saya pertimbangkan untuk mengundurkan diri atau mencari perlindungan, dan tidak ada pula usulan seperti itu yang diajukan oleh individu atau pihak mana pun. Satu-satunya tindakan yang dapat dilakukan adalah terus berjuang melawan serangan teroris,” tulisnya.
“Saya tidak pernah mencari posisi untuk keuntungan pribadi, melainkan selalu menganggap diri saya sebagai penjaga proyek nasional, yang didukung oleh keyakinan rakyat Suriah, yang percaya pada visinya…Saya memiliki keyakinan yang teguh pada keinginan dan kemampuan mereka untuk melindungi negara, membela lembaga-lembaganya, dan menegakkan pilihan mereka hingga saat-saat terakhir,” sambungnya.
Dia menekankan, “Ketika negara jatuh ke tangan terorisme dan kemampuan pun hilang untuk memberikan kontribusi yang berarti, posisi apa pun menjadi hampa tujuan, membuat kedudukan menjadi tidak berarti.”
Assad juga menekankan bahwa masalah ini sama sekali tidak mengurangi rasa memiliki yang mendalam atas Suriah dan rakyatnya, yang dia sebut sebagai ikatan yang tidak tergoyahkan oleh posisi atau keadaan apa pun.
Kelompok-kelompok militan bersenjata, yang dipimpin oleh kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), melancarkan serangan mendadak bercabang dua terhadap kota Aleppo di barat laut Suriah dan pedesaan di sekitar Idlib pada tanggal 27 November. Mereka bergerak ke selatan untuk menguasai beberapa kota besar, termasuk Hama, Homs, Dara’a, dan Suwayda, sebelum memasuki dan merebut Damaskus pada dini hari tanggal 8 Desember. (presstv/raiayoum)
Israel Makin Gencar Serang Wilayah Suriah, Negara-Negara Mengutuknya
Pasukan pendudukan Israel terus mengeksploitasi ketegangan situasi di Suriah dan meningkatkan frekuensi pelanggarannya terhadap wilayah Suriah melalui darat, laut, dan udara.
Jet-jet tempur Israel melancarkan serangkaian serangan sengit terhadap situs-situs militer di berbagai wilayah Suriah.
Menurut para narasumber, Israel melancarkan serangan udara dengan pesawat militer dan kapal perang di Tartous, Latakia, Hama, dan Homs. Pemboman itu juga menyasar Brigade ke-23 dan markas brigade ini di dekat Khuraisun, Batalyon Asqbali, dan Dahr al-Balutiyah hingga ke Rif Tartous.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman rezim pendudukan Israel atas persetujuannya terhadap rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memperluas pemukiman di Dataran Tinggi Golan Suriah. Netanyahu menganggap penguatan Golan sebagai penguatan entitas Israel. Dia mengatakan bahwa hal ini penting, terutama saat ini.
Beberapa negara Arab mengutuk keputusan rezim pendudukan itu memperluas pemukiman di wilayah pendudukan Golan Suriah. Kementerian Luar Negeri Irak menegaskan bahwa Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki, dan segala tindakan yang bertujuan mengubah situasi hukum dan demografi dianggap tak berlaku dan tidak sah.
Mereka menganggap keputusan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional.
Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan keputusan itu menimbulkan ancaman berupa eskalasi dan ketegangan lebih lanjut di kawasan, dan juga merupakan perpanjangan dari berlanjutnya pendudukan, pelanggaran hukum internasional, serta ancaman bagi keamanan, kedaulatan dan stabilitas Suriah.
Kementerian Luar Negeri Qatar menekankan keharusan masyarakat internasional bertindak sesuai dengan tanggung jawab hukum dan moral mereka, mewajibkan penghentian serangan Israel terhadap wilayah Suriah dan kepatuhannya kepada keputusan legitimasi internasional, serta menunjukkan solidaritas untuk menghadapi rencana-rencana oportunistiknya.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan penolakannya terhadap keputusan pemerintah Israel, dan menyebutkan bahwa entitas ini terus menyabotase peluang Suriah untuk mendapatkan kembali keamanan dan stabilitasnya.
Parlemen Mesir menekankan bahwa aksi Israel secara terbuka di wilayah pendudukan Golan Suriah merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan, dan merupakan upaya yang tidak dapat diterima untuk melanggengkan pendudukan dan memperluas wilayahnya. Parlemen Mesir memandang keamanan dan stabilitas Suriah sangat penting bagi Mesir, dan berkaitan erat dengan keamanan nasional Mesir dan keamanan bangsa Arab. (alalam)
Pasukan Yaman Serang Israel dengan Rudal Hipersonik
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada Senin malam (16/12) mengumumkan pihaknya telah menyerang sasaran militer Israel di wilayah pendudukan Yafa dengan rudal balistik hipersonik “Palestina 2”.
Berikutnya pernyataan lengkap Yahya Saree:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47.7)
Dalam rangka membela bangsa tertindas Palestina, menanggapi pembantaian yang berkelanjutan terhadap saudara-saudara kami di Gaza, dan menyokong perlawanannya yang kuat, serta menjalankan fase eskalasi ke-5, pasukan rudal (Yaman) melancarkan operasi militer terhadap target militer musuh, Israel, di daerah pendudukan Yafa, dengan menggunakan rudal balistik hipersonik tipe Palestina 2.
Operasi ini sukses mencapai tujuannya, berkat karunia Allah.
Angkatan Bersenjata Yaman terus melancarkan operasi militernya dan menghantam semua target musuh, Israel di tanah-tanah pendudukan, dan tidak akan berhenti kecuali dengan dihentikannya agresi terhadap Gaza dan pencabutan blokade atasnya.
Angkatan Bersenjata Yaman bersama segenap anak bangsanya yang mulia dan pejuang siap melawan segala bentuk agresi Israel-Amerika terhadap Yaman, dan perlawanan ini akan dilakukan dengan menambah operasi militer kualitatif dan efektif.
Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.
Hidup Yaman serta bebas, mulia dan merdeka.
Kemenangan bagi Yaman dan segenap kaum merdeka umat Islam.
Demikian pernyataan ini dirilis oleh Angkatan Bersenjata Yaman
Sanaa, 15 Jumadil Akhir 1446 H/16 Desember 2024.
Di pihak lain, otoritas penyiaran resmi Israel mengumumkan negara ilegal Zionis sedang bersiap melancarkan serangan terhadap Yaman.
Pengumuman itu dinyatakan beberapa jam setelah Yaman meluncurkan rudal balistik dan drone, pada hari Senin.
Sementara itu, dalam peristiwa terbaru di Gaza, Israel pada hari Senin menyerang pengungsi Palestina di kamp Nuseirat hingga menjatuhakn puluhan korban gugur dan luka, termasuk anak-anak.
Iran melalui Juru Bicara Jementerian Luar Negerinya, Esmail Baghaie, mengutuk serangan brutal Israel tersebut, dan mengecam ketidak mampuan Dewan Keamanan PBB menghentikan genosida Israel terhadap penduduk Gaza akibat dukungan penuh AS kepada Israel. (alalam)







