Jakarta, ICMES. Anggota senior Hamas Osama Hamdan menepis keras klaim Israel bahwa komandan militer sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, Mohammed Deif, terbunuh oleh serangan tentara Zionis di Jalur Gaza.

Kelompok pejuangHizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang pemukiman Shamir di Israel utara untuk pertama kalinya.
Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Al Houthi, mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel selama minggu ini.
Berita selengkapnya:
Bantah Klaim Israel, Hamas Pastikan Mohammad Deif Masih Hidup
Anggota senior Hamas Osama Hamdan menepis keras klaim Israel bahwa komandan militer sayap militer Hamas Brigade al-Qassam, Mohammed Deif, terbunuh oleh serangan tentara Zionis di Jalur Gaza.
Osama Hamdan, wakil Hamas di Lebanon, membantah klaim itu dalam sebuah wawancara dengan Associated Press (AP) yang diterbitkan pada hari Kamis (15/8).
Hamdan memastikan Deif “baik-baik saja” setelah pejabat dan media Israel mengklaim dia telah dibunuh.
Ini adalah yang pertama kalinya seorang pejabat senior Hamas menanggapi klaim Israel, yang pertama kali dibuat pada tanggal 1 Agustus, bahwa komandan tertinggi Hamas itu terbunuh dalam serangan udara bulan lalu.
Hamdan mengatakan kepada AP bahwa Hamas yakin Israel menyebut Deif sebagai target serangan bulan Juli untuk “membenarkan pembantaian” saat itu, yang menyebabkan 88 warga Palestina gugur dalam pemboman di zona kemanusiaan.
Deif adalah salah satu pendiri Brigade al-Qassam pada tahun 1990a-n dan telah memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun.
Israel telah mengidentifikasi Deif serta Yahya Sinwar, kepala biro politik baru Hamas, sebagai arsitek serangan fajar Operasi Badai Al-Aqsa, yang mengguncang Israel pada 7 Oktober 2023.
Sinwar adalah pemimpin Hamas di Gaza sebelum dia menggantikan Ismail Haniyeh yang terbunuh dalam serangan Israel di Teheran bulan lalu.
Komandan militer Hamas yang terkenal itu menjadi komandan Brigade al-Qassam pada tahun 2002 setelah Israel membunuh pendahulunya, Salah Shahada.
Deif diyakini telah membantu memperluas labirin terowongan Hamas yang membentang bak kota bawah tanah di Jalur Gaza, dan disebutkan oleh Israel sebagai jaringan yang “sangat kompleks.”
Israel melancarkan invasi militer setelah Operasi Badai al-Aqsa, sebuah operasi yang dilakukan oleh para pejuang Gaza sebagai pembalasan atas kejahatan rezim tersebut selama puluhan tahun terhadap warga Palestina.
Invasi militer Israel yang didukung AS sejauh ini telah menggugurkan hampir 40.000 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai 92.294 lainnya, dan menyebabkan ribuan lainnya hilang dan diperkirakan gugur di bawah reruntuhan.
Sementara itu, mengenai putaran baru perundingan gencatan senjata sedang berlangsung di Doha, namun Hamas memilih tidak berpartisipasi di dalamnya.
Hamas pada hari Kamis mendesak para mediator untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata yang didukung PBB daripada mengadakan lebih banyak pembicaraan mengenai perjanjian baru.
Hamas berkali-kali mengaku siap menerapkan perjanjian gencatan senjata, sementara pembantaian yang terus dilakukan Israel di Gaza membuktikan bahwa rezim Zionis tersebut tidak serius pada harapan akan adanya gencatan senjata permanen.
Hamas kembali menekankan bahwa perjanjian apa pun dengan Israel harus menjamin gencatan senjata komprehensif di Gaza, penarikan penuh pasukan Israel dan kesepakatan pertukaran tahanan.
Hamas menegaskan perjanjian tersebut juga harus memfasilitasi kembalinya warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan rekonstruksi wilayah yang hancur.
“Hamas memandang negosiasi yang sedang berlangsung di Doha mengenai gencatan senjata dan pertukaran tahanan dari sudut pandang strategis yang bertujuan umengakhiri agresi di Gaza,” kata pejabat Hamas Hossam Badran.
“Hamas percaya bahwa setiap negosiasi harus didasarkan pada rencana yang jelas untuk mengimplementasikan apa yang telah disepakati sebelumnya. Hambatan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza adalah berkelitnya Israel secara terus-menerus,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, “Perjanjian apa pun harus mencapai gencatan senjata yang komprehensif, penarikan penuh (tentara Israel) dari Gaza, (dan) pemulangan para pengungsi, serta kesepakatan pertukaran tawanan.”
Pejabat Hamas lain, Ahmad Abdul Hadi, pada hari Rabu mengatakan pihaknya “tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan baru” dengan rezim Israel mengenai gencatan senjata di Gaza.
Senada dengan ini, Sami Abu Zuhri yang juga pejabat senior Hamas, kepada Reuters mengatakan, “Hamas berkomitmen terhadap proposal yang diajukan pada 2 Juli,” yang didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB dan pidato Biden, dan Hamas siap untuk memulai diskusi mengenai mekanisme untuk segera menerapkannya.” (presstv)
Pertama Kali, Hizbullah Serang Permukiman New Shamir di Israel Utara
Kelompok pejuangHizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang pemukiman Shamir di Israel utara untuk pertama kalinya.
Dalam sebuah pernyataan , pada hari Kamis (15/8), Hizbullah menyatakan bahwa pasukannya “memasukkan permukiman baru Shamir ke dalam daftar target penembakan mereka dan membomnya untuk pertama kalinya dengan tembakan roket Katyusha.”
Dia menambahkan serangan itu dilancarkan “sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah di selatan, terutama di kota Marjayoun, yang menjatuhkan korban luka warga sipil di sana.”
Dalam pernyataan lain pada Kamis sore, Hizbullah mengaku “menargetkan posisi artileri musuh Israel di Zaoura (di Golan) dengan tembakan roket Katyusha, dan situs Ruwaisat al-Alam di daerah pendudukan perbukitan Kafr Shuba Lebanon dengan senjata yang sesuai, dan tepat mengena sasaran.”
Hizbullah menyebut serangannya itu dilakukan “demi mendukung keteguhan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan untuk menyokong perlawanan mereka.”
Sementara itu, Saluran 12 Israel melaporkan bahwa kebakaran terjadi di area terbuka di Kibbutz Shamir di Galilee, menyusul jatuhnya sebuah roket yang diluncurkan dari Lebanon.
Sebelumnya pada Kamis, tentara Israel mengaku telah memantau peluncuran 25 roket dan satu drone dari Lebanon di wilayah di Israel utara. (raialyoum)
Pemimpin Ansarullah Umumkan Serangan Yaman terhadap Kapal-Kapal yang Terkait dengan AS
Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Al Houthi, mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel selama minggu ini.
Dalam pidatonya di televisi pada hari Kamis (15/8) dia menyebutkan bahwa operasi itu dilakukan “dengan 15 rudal balistik dan jelajah serta drone terhadap kapal (tanpa menyebutkan jumlah atau tempat) yang terkait dengan AS, Inggris, dan Israel selama minggu ini.”
Dia menekankan kontinyuitas operasi militer Yaman untuk mendukung Gaza meski tak sedikit pengorbanan yang telah dipersembahkan Yaman di jalan ini sejak November 2023.
Sayid Al-Houthi mengatakan, “Selama pertempuran Pembebasan yang Dijanjikan dan jihad suci mendukung Gaza, 73 orang (Yaman) telah gugur syahid, dan 181 orang terluka.” Dia tidak merinci jumlah warga sipil dan personel militer yang menjadi korban.
Dia menambahkan: “Rakyat kami mempersembahkan korban dan para syuhada sebagai penegasan atas dukungan mereka untuk Gaza, pada saat sebagian besar umat (Arab dan Islam) enggan membela Palestina.”
Pemimpin Ansarullah juga mengungkapkan, “AS dan Inggris telah melancarkan 10 serangan di Yaman pada minggu ini… Delapan serangan menyasar Provinsi Hodeidah (barat), satu serangan di Hajjah (barat laut), dan satu lagi di Sanaa (utara).”
Sejak November 2023, Yaman telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah, Teluk Aden, Samudra Hindia, dan Mediterania, dan juga menyerang target-target di wilayah pendudukan Palestina.
Yaman menuntut diakhirinya perang yang dilancarkan Israel dengan dukungan AS di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Perang ini telah menyebabkan lebih dari 132.000 warga Palestina gugur dan terluka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan wanita. Perang itu juga menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang. (raialyoum)







