Jakarta, ICMES. Pasukan perlawanan Islam di Lebanon , Hizbullah, pada hari Selasa (5/3), membalas sengit serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah warga sipil di Lebanon selatan, terutama yang menyasar sebuah rumah warga sipil yang menggugurkan seorang wanita serta suami dan seorang putranya di distrik Hula.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menegaskan bahwa kerja sama ekonomi dengan entitas Zionis dan pemberian bantuan keuangan, militer atau diplomatik berarti kerja sama praktis dan bantuan kepada kejahatan Zionis.
Menteri Pertahanan Yaman kubu Ansarullah, Muhammad Al-Atifi, menyatakan bahwa tahap selanjutnya terbuka untuk perkembangan luas dan bahwa pasukan Yaman masih memiliki kejutan dan banyak kartu yang belum dipakai.
Berita selengkapnya:
Hizbullah Serang Israel dengan Puluhan Roket Katyusha
Pasukan perlawanan Islam di Lebanon , Hizbullah, pada hari Selasa (5/3), membalas sengit serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah warga sipil di Lebanon selatan, terutama yang menyasar sebuah rumah warga sipil yang menggugurkan seorang wanita serta suami dan seorang putranya di distrik Hula.
Pada balasan pertama terhadap serangan tersebut, Hizbullah membom permukiman Kfar Blum di wilayah yang disebut Jari Galilea dengan puluhan roket Katyusha. Sedangkan dalam balasan kedua, Hizbullah menggempur sebuah bangunan di pemukiman Kiryat Shmona , hingga menjatuhkan sejumlah korban.
Lebih dari 50 roket diluncurkan dari wilayah Lebanon ke arah Jari Galilea, dan sebagian besar roket yang diluncurkan mencapai sasarannya.
Media Israel melaporkan bahwa “konvoi besar roket ditembakkan ke arah utara,” dan “ sirene meraung di Kafr Blum dan Amir” dan bahwa serangan kali ini merupakan “salah satu peluncuran roket terberat sejak awal perang terhadap Jari Galilea,” hingga terjadi “pemadaman listrik di wilayah tersebut.”
Peristiwa ini terjadi ketika Hizbullah melanjutkan operasi militernya terhadap situs-situs militer Israel dan konsentrasi tentaranya di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan, demi membela rakyat Palestina di Jalur Gaza dan mendukung perlawanan mereka, sekaligus sebagai balasan atas seranganIsrael terhadap daerah-daerah di Lebanon selatan.
Sebelumnya di hari yang sama, Hizbullah melakukan sejumlah operasi militer terhadap lokasi pendudukan Israel, terutama serangan ke markas Brigade Timur 769 di barak Kiryat Shmona , dan menyerang dua tank Merkava di Tallet Al-Tihat dan permukiman Tayhat dan Natua hingga melukui dan menewaskan sejumlah tentara Israel.
Hizbullah juga menggempur pemukiman Kiryat Shmona sebagai tanggapan atas serangan pasukan Israel terhadap daerah-daerah di Lebanon selatan, terutama Bint Jbeil.
Media militer Hizbullah merilis sebuah video yang merekam detik-detik pasukannya yang membidik pasukan infanteri Israel di wilayah Wazzani.
Di pihak lain, media Israel menyebarkan video yang menyebutkan bahwa “Hizbullah mengirimkan pesan ke pemukim di utara, melalui nomor negara Eropa, dan mengancam dan menyuruh mereka untuk kabur ke selatan.” (raialyoum)
Sidang OKI, Menlu Iran: Kerja Sama Ekonomi dengan Israel Sama dengan Dukungan kepada Kejahatan
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menegaskan bahwa kerja sama ekonomi dengan entitas Zionis dan pemberian bantuan keuangan, militer atau diplomatik berarti kerja sama praktis dan bantuan kepada kejahatan Zionis.
Hal itu dia nyatakan dalam pidatonya pada pertemuan luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Selasa (5/3) mengenai agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
“Menggantungkan harapan pada AS untuk menghentikan pembantaian di Jalur Gaza adalah sebuah ilusi karena Amerika adalah mitra di dalamnya,” ungkap Abdollahian.
Menteri Luar Negeri Iran menekankan perlunya menemukan metode praktis dan langkah-langkah serius untuk membantu keluar dari krisis saat ini.
“Kesulitan dan penderitaan yang dialami rakyat Palestina pasti akan berlalu, tapi yang penting adalah apa yang kita semua lakukan. Hubungan dengan entitas Zionis harus benar-benar diputuskan sedemikian rupa demi memaksa mereka dan AS menghentikan tindakan tersebut,” ujarnya.
Abdullahian menekankan perlunya tindakan tegas dan terpadu dalam menangani “entitas ilegal Zionis”.
Dia juga menekankan keharusan negara-negara Islam memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan entitas Zionis, dan menghentikan ekspor barang apa pun ke wilayah pendudukan.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyebutkan bahwa mendepak entitas Zionis dari Majelis Umum PBB dan mencegah keanggotaannya di lembaga internasional lainnya adalah tindakan yang juga perlu dilakukan.
Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Amir Abdollahian bertemu dengan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Hossein Ibrahim Taha.
Abdollahian tiba di Jeddah pada Selasa malam untuk berpartisipasi dalam pertemuan para menteri luar negeri OKI mengenai Gaza.
Setibanya di Jeddah, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan dan membahas situasi di Gaza.
OKI menggelar pertemuan darurat para menteri luar negeri negara-negara Islam di Jeddah pada hari Selasa untuk membicarakan situasi terkini di Jalur Gaza.
Jumat lalu, OKI mengutuk kontinyuitas dan eskalasi kejahatan perang Israel di Jalur Gaza. (alalam)
Menhan Yaman Janji Buat “Kejutan Menyakitkan” untuk Israel
Menteri Pertahanan Yaman kubu Ansarullah, Muhammad Al-Atifi, menyatakan bahwa tahap selanjutnya terbuka untuk perkembangan luas dan bahwa pasukan Yaman masih memiliki kejutan dan banyak kartu yang belum dipakai.
“Trio kejahatan dan kriminal Amerika, Inggris, dan Israel, dan pihak-pihak yang mengorbit pada mereka harus memahami dengan baik pidato Sang Pemimpin (Ansarullah) Sayid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi dan memandangnya serius karena perkataannya adalah tindakan harus dilaksanakan tanpa penangguhan dan penundaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Angkatan bersenjata Yaman, dengan segala satuan dan formasinya, sepenuhnya siap melaksanakan tugas kedaulatan segera dan gradual yang diberikan kepada mereka. Mereka mampu mengejutkan musuh-musuh bangsa, agama, dan kemanusiaan dengan serangan yang menyakitkan dan menggemparkan sesuai dengan persyaratan, aturan, dan perimbangan baru, terutama hak penuh kedaulatan Yaman di Laut Merah dan Laut Arab, dan ini membuat semua musuh berpikir ulang dan berkali-kali sebelum mereka menguji kesabaran orang Yaman.”
Al-Atifi menjelaskan bahwa agresi AS-Inggris terhadap Yaman adalah respon terhadap pendirian Yaman dan angkatan bersenjatanya yang “getol membela dan mendukung rakyat Palestina dan resistensi gagah berani mereka di Gaza”.
“Kami menegaskan kepada Washington dan London bahwa jika kalian merasa berkepentingan dengan perlindungan praktik Zionis dan mensponsori kebrutalan mereka, maka berdasarkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan, moral dan Arab, kami berkewajiban mendukung saudara-saudara kami dan anak-anak bangsa Palestina yang menjadi sasaran genosida di depan mata khalayak internasional yang bungkam,” tandasnya.
Dia lantas mengingatkan, “Kami akan selalu mewaspadai setiap kapal Zionis, Amerika, atau Inggris yang berupaya melanggar larangan yang kami terapkan terhadap pergerakan kapal-kapal ini di Laut Merah dan Laut Arab sampai mereka kembali sadar dan meninggalkan mereka kebrutalan.”
Al-Atifi memastikan serangan terbuka dan berulang-ulang AS dan Inggris tidak akan pernah mempengaruhi resistensi dan moralitas bangsa Yaman.
“Semakin pihak agresor menggandakan kekuatannya, semakin banyak bangsa Yaman menggandakan kekuatan, soliditas, dan keteguhannya dalam pendirian yang prinsipal dalam mendukung dan membantu Gaza serta perlawanannya yang gagah berani hingga tercapai kemenangan,” pungkasnya. (alalam)







