Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah menyerang kapal Israel di Laut Arab, dan kapal perang AS di Laut Merahdengan rudal dan drone.

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang pemukiman Zionis Israel Gasher Haziv dengan sejumlah roket Katyusha, “sebagai tanggapan atas terbunuhnya dua paramedis” dalam serangan Israel pada malam hari di kota Al-Adisa, di Lebanon selatan.
Pasukan Zonis Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga Palestina yang kelaparan dan mencoba mengakses truk bantuan, dan detik-detik peristiwa ini terlihat dalam rekaman langsung saluran Al Jazeera, yang menampilkan koresponden Ismail al-Ghoul.
Berita selengkapnya:
Pasukan Yaman Serang Kapal Israel di Laut Arab dan Kapal Perang AS di Laut Merah
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah menyerang kapal Israel di Laut Arab, dan kapal perang AS di Laut Merahdengan rudal dan drone.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (4/3) mengatakan, “Angkatan Laut Yaman melakukan operasi serangan terhadap kapal Israel, MSC SKY, di Laut Arab. Operasi itu dilakukan dengan sejumlah rudal maritim yang sesuai, dan serangan ini mengena sasaran secara akurat dan langsung.”
Dia menjelaskan bahwa penargetan kapal Israel itu “dilakukan beberapa jam setelah operasi kualitatif dilakukan dengan sejumlah rudal balistik dan drone terhadap sejumlah kapal perang AS di Laut Merah”.
Yahya Saree menegaskan pihaknya “akan terus mencegah pelayaran Israel atau pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Palestina pendudukan sampai agresi dihentikan dan blokade terhadap Jalur Gaza dicabut.”
Dia berjanji untuk melakukan lebih banyak operasi militer di Laut Merah dan Laut Arab “terhadap semua target musuh, demi membela Yaman dan untuk mendukung Palestina.”
Belum ada komentar langsung dari AS atau Israel mengenai pengumuman tersebut.
Sebelumnya, Badan Keamanan Maritim Inggris Ambrey melaporkan pada hari Senin bahwa sebuah serangan telah menyasar sebuah kapal kargo yang mengibarkan bendera Liberia di lepas pantai Yaman, dan kapal tersebut terdaftar sebagai “milik Israel.”
Ambrey menjelaskan bahwa penargetan terjadi “sekitar 91 mil laut tenggara Aden di Yaman,” dan “menurut apa yang dilaporkan, kapal itu dihantam dan mengirimkan sinyal permohonan pertolongan.”
Ambrey menambahkan, “Belum dapat dipastikan apakah kapal tersebut terkena dampak langsung atau rusak akibat ledakan di dekatnya,” dan kapal itu “sedang dalam perjalanan dari Singapura ke Djibouti.”
Pasukan Yaman telah bersumpah untuk konsisten menyerang kapal kargo milik Israel atau terkait dengannya di Laut Merah dengan rudal dan drone, “sebagai solidaritas dengan Gaza,” yang diperangi oleh Israel secara besar-besaran dan ganas dengan dukungan AS.
Sejak awal tahun ini, koalisi pimpinan AS melancarkan serangan yang diklaim menyasar situs-situs Ansarullah di berbagai wilayah di Yaman, sebagai tanggapan atas serangan mereka di Laut Merah, dan ini selalu direaksi oleh pasukan Yaman dari waktu ke waktu.
Dengan intervensi Washington dan London dan ketegangan yang meningkat secara nyata pada bulan Januari lalu, pasukan Yaman mengumumkan bahwa mereka selanjutnya menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai sasaran militernya. (raialyoum)
Hizbullah Lancarkan Serangan lagi terhadap Pasukan Israel
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan pihaknya telah menyerang pemukiman Zionis Israel Gasher Haziv dengan sejumlah roket Katyusha, “sebagai tanggapan atas terbunuhnya dua paramedis” dalam serangan Israel pada malam hari di kota Al-Adisa, di Lebanon selatan.
Hizbullah melaporkan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (4/3) bahwa para anggotanya menargetkan “permukiman Gasher Haziv dekat Nahariya (pemukiman) dengan sejumlah roket Katyusha.”
Hizbullah menjelaskan bahwa serangan ini terjadi “sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan warga sipil, yang terbaru di antaranya adalah serangan terhadap Pusat Pertahanan Sipil Otoritas Kesehatan Islam di kota Al-Adissa dan gugurnya sejumlah paramedis.”
Sebelumnya di hari yang sama Otoritas Kesehatan Islam Hizbullah mengumumkan tiga anggotanya gugur akibat pemboman langsung Israel terhadap pusat darurat di kota Al-Adisa.
Dalam pernyataan lain lagi, Hizbullah mengumumkan serangannya yang dilakukan “setelah pemantauan yang cermat, pergerakan kendaraan musuh, Israel, di lokasi Al-Baghdadi dengan senjata yang sesuai, dan menimbulkan korban langsung”.
Di pihak lain, media Israel melaporkan sirene berbunyi pada Senin malam di beberapa kota di Galilea Barat,Israel utara, menyusul peluncuran sejumlah rudal dari Lebanon selatan, yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah.
Radio militer Israel mengatakan, “Sirene terdengar di beberapa kota di Galilea Barat.”
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan, “Jumlah total korban gugur pihak Otoritas Kesehatan dan Asosiasi Pramuka Risalah Islam tujuh syuhada, ditambah 10 orang luka, dan 17 ambulan hancur dan rusak sejak awal konfrontasi di wilayah selatan Lebanon (pada 8 Oktober 2023).”
Kementerian itu menegaskan, “Serangan yang tidak dapat diterima ini melanggar hukum dan norma internasional, khususnya Konvensi Jenewa, yang menekankan perlunya netralisasi pusat kesehatan dan pekerja kesehatan, agar mereka dapat melaksanakan tugas kemanusiaan mereka.”
Menyusul perang dahsyat yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, Hizbullah terus-menerus berkonfrontasi tentara Israel setiap hari sejak tanggal 8 bulan itu, hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka pada kedua pihak yang dipisahkan oleh “garis biru” PBB. (raialyoum)
Israel Kembali Serang Kerumunan Warga Pencari Bantuan di Jalur Gaza
Pasukan Zonis Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga Palestina yang kelaparan dan mencoba mengakses truk bantuan, dan detik-detik peristiwa ini terlihat dalam rekaman langsung saluran Al Jazeera, yang menampilkan koresponden Ismail al-Ghoul.
Al-Ghoul dan krunya saat itu ditempatkan di bundaran Kuwait di Kota Gaza, ketika tiga truk bantuan tiba untuk menemui ribuan orang yang telah menunggu sepanjang hari untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan di bundaran Kuwait terjadi serangan pasukan Israel yang menewaskan dan melukai puluhan pencari bantuan.
Segera setelah truk tiba, tembakan langsung menunjukkan bahwa tentara Israel yang ditempatkan di dekatnya melepaskan tembakan ke arah kerumunan dan melukai beberapa warga.
Beberapa orang di bundaran mengatakan bahwa mereka telah menunggu sejak pagi dan hanya sebagian kecil dari mereka yang bisa mendapatkan kotak bantuan, yang berisi air, tepung dan sebuah kotak bantuan yang berisi beberapa perlengkapan lain.
Serangan-serangan demikian hampir terjadi setiap hari karena warga Palestina di Gaza utara terus menderita kekurangan makanan dan air. (aljazeera)







