Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 29  Februari 2024

Jakarta, ICMES. Militer Israel mengungkapkan bahwa 30.000 anggotanya menjalani  wawancara mengenai gangguan psikologis yang mereka derita akibat keikut sertaan mereka dalam agresi terhadap Jalur Gaza.

Media resmi Suriah melaporkan bahwa Israel mengebom sebuah kawasan dekat Damaskus di tengah meningkatnya ketegangan regional sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Muhammad Ali Al-Houthi, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah, mengatakan bahwa rakyat Yaman  tidak peduli terhadap agresi AS, Inggris, dan negara-negara sekutu mereka terhadap Yaman, sehingga agresi itu tidak akan membawa manfaat dan hasil apa pun.

Berita selengkapnya:

Ribuan Tentara Israel Alami Gangguan Mental Akibat Perang Gaza

Militer Israel mengungkapkan bahwa 30.000 anggotanya menjalani “wawancara tentang gangguan psikologis yang mereka derita akibat keikut sertaan mereka dalam agresi terhadap Jalur Gaza.”

Menurut data yang dirilis oleh tentara Israel pada hari Rabu (28/2) , di antara tentara tersebut, 1.703 orang menemui petugas kesehatan mental dan dirujuk untuk menerima perawatan lebih lanjut.

Tentara pendudukan mengumumkan pendirian sebuah pusat kesehatan mental untuk menangani dampak agresi yang dilancarkan terhadap Jalur Gaza terhadap kesehatan mental tentaranya di tengah perkiraan bahwa pusat tersebut akan menerima banyak permintaan mengenai kasus-kasus gangguan mental, stres pasca-trauma  atau  trauma  pertempuran.

Data itu menyebutkan; “290 tentara menerima perawatan di pusat yang didirikan oleh tentara untuk mereka yang terkena trauma pertempuran, dan lebih dari 200 tentara dibebaskan dari dinas militer, setelah mereka dievaluasi ulang karena masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental mereka  setelah mereka menunjukkan efek pasca-trauma.”

Dinyatakan bahwa  85% dari 1.703 tentara yang bertemu dengan petugas yang bertanggung jawab atas kesehatan mental kembali berpartisipasi dalam pertempuran di Jalur Gaza, dan 75% tentara yang menerima perawatan di pusat rehabilitasi psikologis tentara pendudukan juga kembali ke kamp dan berpartisipasi dalam operasi tempur.

Menurut data  itu, saluran bantuan tentara pendudukan menerima sekitar 4.450 keluhan dari tentara tentang gangguan psikologis.

Data itu juga menunjukkan bahwa “sekitar 270 petugas kesehatan mental dipanggil sebagai bagian dari mobilisasi pasukan cadangan selama agresi di Gaza.”

Di hari yang sama, tentara Israel mengakui bahwa 26 tentara terluka dalam pertempuran di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir.

Tentara Zionis itu juga mengakui bahwa 3.007 perwira dan tentara terluka sejak dimulainya agresi di Gaza, termasuk 1.429 orang terluka dalam serangan darat, dan 468 perwira dan tentara terluka parah.

Sebelumnya, tentara pendudukan juga mengakui bahwa seorang perwira dan seorang tentara tewas dan tujuh lainnya terluka parah dalam pertempuran di lingkungan Al-Zaytoun di Jalur Gaza dan kota Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza.

Sejak tanggal 7 Oktober, tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan ASdan Eropa. Jet-jet Israel membom sekitar rumah sakit, gedung, menara, dan rumah-rumah warga sipil Palestina, menghancurkannya di atas kepala para penghuninya, dan mencegah masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Agresi berkelanjutan Israel terhadap Gaza sejauh ini telah menggugurkan 29.954 orang dan melukai 70.325 orang. Selain itu, lebih dari 85 persen (sekitar 1,9 juta orang) penduduk Jalur Gaza terpaksa mengungsi, menurut otoritas Jalur Gaza dan badan-badan internasional. (raialyoum)

Israel Serang Damaskus, Para Pejuang Gempur Pangkalan Militer AS

Media resmi Suriah melaporkan bahwa Israel mengebom sebuah kawasan dekat Damaskus pada hari Rabu (28/2), di tengah meningkatnya ketegangan regional sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan, “Pertahanan udara kami menghadapi agresi Israel di sekitar ibu kota, Damaskus, dan menembak jatuh sebagian besar rudalnya.”

Seorang koresponden AFP di Damaskus mengaku mendengar suara-suara ledakan, yang diikuti oleh sirene ambulan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) menyatakan serangan Israel itu ditujukan terhadap “lokasi di mana pasukan Iran dan Hizbullah Lebanon ditempatkan di pinggiran Damaskus, dan empat ledakan dahsyat terjadi di kawasan Sayyida Zeinab dan Basateen Bibla.”

Menanggapi pertanyaan tentang serangan udara tersebut, tentara Israel mengatakan kepada AFP: “Kami tidak mengomentari laporan media asing.”

Serangan Israel meningkat sejak dimulainya perang di Gaza antara Israel dan Hamas sekitar lima bulan lalu.

Israel jarang berkomentar mengenai serangan tertentu, namun berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Iran membangun kehadiran militernya di Suriah.

Di hari yang sama, pada hari Rabu, kelompok-kelompok pejuang yang didukung Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan pasukan AS di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kelompok –kelompok pejuang yang ditempatkan di tepi barat Sungai Eufrat di Suriah melancarkan serangan rudal ke pangkalan AS di dalam ladang minyak Al-Omar.

Belum ada pernyataan dari pihak AS mengenai akibat serangan rudal tersebut.

Kelompok yang didukung Iran melancarkan serangan dengan drone kamikaze terhadap pangkalan AS di dalam ladang minyak Al-Omar  pada malam tanggal 7-8 Februari.

Dari waktu ke waktu, Suriah diwarnai serangan terhadap pangkalan-pangkalan tempat tentara AS dikerahkan, termasuk daerah Al-Tanf dan distrik Al-Malikiyah (timur) di perbatasan dengan Irak, dan di Provinsi Hasakah dan daerah Al-Shaddadi (timur laut), dengan drone tak dikenal dan rudal permukaan-ke-permukaan.

Kelompok-kelompok yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone bersenjata di pangkalan-pangkalan ASdi wilayah timur Sungai Eufrat, yang berada di bawah pendudukan organisasi   PKK/YPG. (raialyoum)

Ansarullah: Serangan AS dan Inggris terhadap Yaman Sia-Sia

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Muhammad Ali Al-Houthi, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah, mengatakan bahwa rakyat Yaman  tidak peduli terhadap agresi AS, Inggris, dan negara-negara sekutu mereka terhadap Yaman, sehingga agresi itu tidak akan membawa manfaat dan hasil apa pun.

 “Agresi Amerika, Inggris, dan Zionis yang dialami rakyat Yaman adalah akibat dari sikap mereka yang tegas dan berprinsip dalam mendukung rakyat Palestina dan tujuan mereka yang adil,” ujar Ali Al-Houthi.

Dia menambahkan, “Dengan pendiriannya itu, Yaman berupaya mengakhiri agresi, mencabut blokade di Gaza, dan mengizinkan masuknya makanan dan obat-obatan ke penduduk Jalur Gaza.”

Sejak awal tahun ini, koalisi internasional yang dipimpin oleh AS telah melancarkan serangan udara yang dikatakan menyasar situs-situs Ansarullah di berbagai wilayah di Yaman sebagai respon terhadap serangan kelompok tersebut di Laut Merah, yang notabene koridor penting bagi pelayaran dan rantai pasokan global.

Ansarullah memaklumkan bahwa mereka sekarang menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai target militer mereka, dan baru akan menghentikan serangan jika perang di Gaza berakhir.

 Sebagai bentuk solidaritas dengan Jalur Gaza, yang terus digempur oleh Israel  dengan dukungan AS ,  Ansarullah melesatkan rudal dan drone untuk menyerang kapal  Israel dan semua kapal yang terkait dengan rezim Zionis tersebut di Laut Merah. Ansarullah bertekad untuk melanjutkan operasi mereka hingga  berakhirnya perang di Jalur Gaza. (raialyoum)